* penilaian bahwa bangsa Indonesia itu *-loyo-* dan
      *-kalah bersaing-* dalam semua bidang, ini kalau
      bagi saya masih perlu diperdebatkan, perlu analisis
      SWOT yang lebih tajam, di mana sebetulnya letak
      ( "tersembunyi"nya ) kekuatan kita selama ini,
      di mana bagian-2 yang kita memang lemah, dst.

    * terlepas dari, itu sudah jelas bahwa jenis 
      makanan pokok bukan-lah merupakan faktor
      yang sangat menentukan bagi kemajuan suatu 
      bangsa. Banyak sih argumen yang bisa digunakan
      untuk me 'matah' kan teorinya bung Sangkakala:

       => apa yang dimakan oleh masyarakat Arab di 
          Bagdad (Irak) hari ini mungkin tidak terlalu
          jauh berbeda dengan yang dimakan oleh nenek
          moyangnya di abad IX - X dulu. Cuma, kenapa
          kalau dulu Bagdad menjadi salah satu pusat
          peradaban dunia pada jamannya, tapi sekarang
          nampak serba terpuruk ...

       => makanan orang Jepang hingga sampai hari ini tetap 
          beras, kok maju?

       => kalau "kentang" di anggap mrpk. sumber makanan
          yang "ajaib" yang membuat bangsa Eropa menjadi 
          "maju", itu kayaknya argumentasinya terbalik :)
          kalau menurut kronologi sejarah, kentang itu
          asal usulnya dari bangsa "Indian" di Amerika
          Selatan.

          Orang Eropa mengenal kentang setelah pelayaran
          Columbus "menemukan" benua amerika, itu artinya
          secara efektif mulai abad XVI, artinya sudah pada
          akhir masa "renaissance".

          Jadi secara kronologi sejarah, seharusnya kita
          mengatakan bahwa bangsa Eropa menjadi kenal
          dan makan kentang, setelah proses renaissans,
          dan bukan sebaliknya :)

      =>  sebaliknya, banyak bangsa yang makannya juga
          roti/gandum dan kentang, tetapi ternyata juga
          lamban, loyo dan bodoh; mungkin misalnya bangsa-2
          di wilayah Balkan dan di (sebagian) eropa timur.

      =>  mungkin contoh paling gamblang, untuk menunjuk
          bangsa yang secara geografik lokasinya sangat
          dekat dengan Indonesia, mungkin hanya 30 menit 
          penerbangan dari Pakanbaru, Riau, yang makanannya
          nasi, dan bahkan menu & bumbu-2 nya sangat mirip
          dengan makanan Indonesia sehari-hari, dan
          ternyata sangat maju dan kuat daya saingnya di
          bidang IpTek, adalah:

                      S.i.n.g.a.p.u.r.a

          jadi saya setuju kalau sebagian orang Indonesia
          itu sekolahnya ke Singapore ( daripada ke sana
          hanya untuk belanja saja ... ), mencoba belajar
          dan memahami visi dan cara hidup bangsa ini.

       -----( IM )----------------




--- In "sangkakala ." <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> kadang saya ndak habis pikir kenapa kok lebih dari 200 
> juta manusia yg  ada di Indonesia ini kebanyakan kalah 
> bersaing dalam segala bidang dgn  bangsa lain?
>   
>   China, Korea, jepang yg ras kuning bisa maju pesat..
>   Inggris dan keparat Amerika malahan tak tertandingi 
>   dalam hal hegemoni dunia..
>   
>   Apa yg salah???
>   
>   Salah satunya menurut hipotesis saya adalah tersebab Nasi kita yg
bukan kwalitas unggul..
>   
>   Ya, padi, yg berproses jadi beras, lalu nasi yg dikunyah-kunyah
dgn  nikmatnya oleh gigi geligi dan mulut orang indonesia adalah salah
satu  biang kerok rusaknya SDM bangsa...
>   
>   Bangsa pemakan gandum seperti ras kaukasia eropa, juga pemakan
kentang  sebagaimana ras eropa utara model finlandia, denmark dll..
nyatanya  jauh lebih unggul dibanding pengunyah nasi...
>   
>   sekarang penyuka keju dan fastfood juga hotdog yaitu haram jadah
amerika malahan pegang kendali dunia...
>   
>   Nasi kita hanya bikin kenyang perut, bukan bikin otak jadi jenius..
>   
>   Sudah waktunya beras yg jadi nasi ini ditinjau ulang selaku
makanan pokok sebagian besar bangsa ini..
>   
>   Makan nasi hanya bikin mata makin ngantuk, lamban bergerak dan
malas berfikir...
>   
>   Apalagi sebab kelaparannya sebagian dari kita-kita yg tak mampu
adalah  akibat dari doyannya orang kita akan bau dan citarasa nasi dan
lupa  bahwa ada banyak jalan untuk mengisi dgn kenyang lambung dan
usus  12jari kita..
>   
>   Kebijakan pangan yg salah arah adalah salah satu sebab dungunya
orang  Indonesia dibanding ras lain yg jauh lebih unggul.. Pelu
diversifikasi  pangan sesegera mungkin atau anak cucu kita akan makin
lahap mengunyah  nasi yg notabene adalah pembikin loyonya orang-orang
kita dibanding  orang-orang dari bangsa lain.. 
>   
>   Saran saya: sudah waktunya nasi yg berasal dari beras diturun 
peringkatkan dari menu-menu utama bangsa ini dan diganti dgn lauk pauk
 yg berasal dari umbi-umbian plus juga gandum... Dan masaalah pangan 
akan bisa terpecahkan yaitu dgn mengurangi konsumsi beras, yg artinya
 mengurangi permintaan akan beras dan tentunya otomatis harga beras
akan  turun dgn sendirinya ....
>   
>   
>   Sang....A man From Minangkabau
>   
>   
>   Bunderan Mangga, Indramayu
>   
>   
>  
> ---------------------------------
> Sucker-punch spam with award-winning protection.
>  Try the free Yahoo! Mail Beta.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke