ORANG TUA ITU TELAH PERGI MENABUR BUNGA… ( VI )
   
  (Sebuah Solilokui Untuk Sobron Aidit)
   
  Terkadang, sebuah pergulatan hidup berlalu nyaris sempurna di atas guratan 
tinta dengan bahasanya yang terurai sederhana. Terkadang, terlalu naif untuk 
dikisahkan di atas kertas putih beralaskan altar berlapis emas, terkadang… Dan 
aku tiada daya untuk memutar kembali waktu yang telah berjalan jauh kedepan, 
dan meninggalkan kisahnya di hamparan kegelapan malam. Terkadang, ada sebuah 
pertemuan tanpa setitikpun menyaksi rona wajah sang manusia.
   
  Kerinduan yang tak terjawab, menyatukan pemikiran untuk mencari satu 
kepastian nyata, hingga mengejar waktu terumbar berpuluh tahun lamanya dalam 
gurat-gurat tulisan. Suatu saat kujawab rintihan hati kepadanya: ”janganlah kau 
tuliskan sebuah kisahku dalam satu luka bersama.” Kini orang tua itu telah 
pergi, tak akan pernah kembali ke dunia yang memejam nafas-nafas kesesakan; 
kuhaturkan penghormatanku yang terdalam untuknya dari seberang samudera yang 
membentang dan memisahkan kami berdua. Orang tua itu telah pergi menabur 
bunga…***
   
  2007, Leonowens SP 

 
---------------------------------
No need to miss a message. Get email on-the-go 
with Yahoo! Mail for Mobile. Get started.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke