ORANG TUA ITU TELAH PERGI MENABUR BUNGA ( VI ) (Sebuah Solilokui Untuk Sobron Aidit) Terkadang, sebuah pergulatan hidup berlalu nyaris sempurna di atas guratan tinta dengan bahasanya yang terurai sederhana. Terkadang, terlalu naif untuk dikisahkan di atas kertas putih beralaskan altar berlapis emas, terkadang Dan aku tiada daya untuk memutar kembali waktu yang telah berjalan jauh kedepan, dan meninggalkan kisahnya di hamparan kegelapan malam. Terkadang, ada sebuah pertemuan tanpa setitikpun menyaksi rona wajah sang manusia. Kerinduan yang tak terjawab, menyatukan pemikiran untuk mencari satu kepastian nyata, hingga mengejar waktu terumbar berpuluh tahun lamanya dalam gurat-gurat tulisan. Suatu saat kujawab rintihan hati kepadanya: janganlah kau tuliskan sebuah kisahku dalam satu luka bersama. Kini orang tua itu telah pergi, tak akan pernah kembali ke dunia yang memejam nafas-nafas kesesakan; kuhaturkan penghormatanku yang terdalam untuknya dari seberang samudera yang membentang dan memisahkan kami berdua. Orang tua itu telah pergi menabur bunga *** 2007, Leonowens SP
--------------------------------- No need to miss a message. Get email on-the-go with Yahoo! Mail for Mobile. Get started. [Non-text portions of this message have been removed]

