http://www.kompas.com/ver1/Iptek/0702/20/121442.htm
   
   
  Nikmatnya Ski di Permukaan Bulan 


  Para astronot yang akan menjejakkan kakinya ke Bulan mungkin sebaiknya 
dibekali kemampuan bermain ski. Sebab, dengan cara itulah mereka dapat 
menjelajahi permukaan Bulan dengan lebih leluasa, mudah, dan cepat daripada 
hanya melompat-lompat seperti kelinci.
   
  Saran ini dikemukakan Harrison Schmitt, salah seorang astronot yang ikut 
dalam misi Apollo 17 pada tahun 1972. Ia mengatakan, begitu meluncur di 
permukaan salju, seorang pemain ski dapat mengatur irama dan arah gerakannya 
hanya dengan menekan ujung jari kakinya. Teknik yang sama juga dapat dilakukan 
di permukaan Bulan.
   
  Bedanya, di permukaan Bulan astronot tidak perlu meluncur karena badannya 
dengan mudah menggelinding dengan besar gravitasi yang hanya seperenamnya Bumi. 
Tapi, irama seperti bermain ski tetap dapat dilakukan dengan mengatur tekanan 
jari kaki. Seperti salju, debu Bulan sangat halus sehingga astronot dengan 
mudah menekannya dengan jari-jari kakinya. Untuk menghentikan laju badannya, 
cukup hunjamkan jari kaki sekuat mungkin.
  Rekomendasi ini muncul sebagai hasil pengalaman Schmitt, satu-satunya geolog 
yang pernah menjejakkan kakinya di Bulan. Saat mencobanya, ia memperkirakan, 
tubuhnya melaju dengan kecepatan antara 10 hingga 12 kilometer perjam. Ia 
menyadari teknik tersebut setelah mengamati cara-cara astronot yang pernah ke 
Bulan sebelumnya. 
   
  Sayangnya, ia hanya menikmatinya sendiri karena sarannya tidak diikuti rekan 
sesama astronot saat itu bertugas bersamanya.
   
  "Saya mencoba meyakinkan rekan-rekan dalam satu misi untuk belajar ski lintas 
alam selama beberapa minggu karena ini merupakan cara bergerak paling cepat dan 
mudah dengan energi kecil di permukaan Bulan," ungkapnya. Namun, Ronald Evans 
maupuan Eugene Cernan, yang ikut turun ke permukaan Bulan, tetap memilih untuk 
tetap melompat seperti kelinci.
   
  Padahal, ia yakin metode ini sangat berguna bagi para penjelajah Bulan 
tertama saat-saat genting. Namun, ia menyarankan untuk dikembangkannya desain 
baju antariksa yang lebih nyaman. Menurutnya, tempat mendaratnya Apollo 17 di 
lereng timur kawasan berbukit yang disebut Laut Ketenangan mungkin lokasi ideal 
untuk berski.
   
  "Saya kira banyak dataran tinggi yang menarik dijadikan kawasan ski di sana," 
ujar Schmitt. Ia membayangkan ski akan menjadi primadona hiburan saat manusia 
mulai membangun koloni di sana.
  

Sumber: BBC
Penulis: Wah

 
---------------------------------
It's here! Your new message!
Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke