Kaum selebriti atau artis adalah dunia glamour bagi masyarakat awam. Mereka bak 
dewa-dewi yang kita ketahui ceritanya, kehebohannya, skandalnya, sensasinya, 
dari Infotainment yang banyak ditayangkan di layar kaca. Atau mereka sendiri 
sering menjadi presenter atau host dari suatu program TV, sehingga wajah, sosok 
dan perilakunya seolah-olah sudah kita ketahui semua.

Mereka menjadi menarik karena tetap ada "aura misteri", yang membuat jarak 
antara masyarakat awam dan kaum selebriti. Fakta bahwa honor mereka sangat 
besar, dan gaya hidup mereka yang mungkin tidak terjangkau oleh banyak orang, 
makin merentangkan jarak ini. Namun, bagi para pekerja di industri TV siaran, 
"aura misteri" itu menghilang.

Mengapa? sederhana. Karena, nature dari pekerja di stasiun TV mengharuskan 
mereka untuk berinteraksi erat dengan artis dan kaum selebriti. Di lift Trans 
TV atau di kantin Grup Para, setiap hari saya terkadang bisa berpapasan dengan 
Cut Tari, Indy Barends, Tora Sudiro, Maia Ahmad Dhani, dan sebagainya.

Para crew program TV, misalnya, bisa melihat bagaimana wajah asli dan 
penampilan para artis, sebelum mereka dipulas dengan make-up dan didandani 
dengan berbagai busana (biasanya) pinjaman dari sejumlah butik terkenal. 
Sejumlah jurnalis yang biasanya membawa artis untuk suatu program TV ke syuting 
di luar kota, bisa mengetahui dengan baik berbagai macam perilaku artis. Dari 
yang tidak menuntut macam-macam, gampang diatur, selalu tepat waktu, sampai 
yang sulit diatur, sering terlambat atau sulit mengatur jadwal (karena banyak 
show atau acara di stasiun-stasiun TV lain), dan sebagainya.

Sebagai producer di News Trans TV, yang pernah membawahi berbagai program (di 
antaranya: Sisi Lain, Cerita Sore, Fenomena), saya tentu pernah dan sampai saat 
ini masih berurusan dengan banyak artis. Banyak cerita yang menarik tentang 
mereka.

Foto model Olga Lydia, misalnya, ternyata sangat penyayang binatang, dan 
relatif tidak berjarak dengan crew saya. Ketika syuting di kota Bagan Siapiapi 
tahun 2005, Olga mau diajak sarapan pagi dengan nasi goreng di warung pinggir 
jalan. Dia juga tidur sekamar berdua dengan crew bagian make-up (perempuan), 
dan tidak menuntut kamar sendiri, padahal saya sebagai producer dapat kamar 
sendiri.
Tentu banyak cerita lain tentang para artis dan selebriti, yang tak bisa saya 
sebutkan satu-persatu. Namun, yang jelas, "aura misteri" mereka kini tidaklah 
seseram ketika kita belum kenal secara pribadi. Pada akhirnya, kita semua 
sama-sama manusia biasa, dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Perbedaannya ya tentu saja pada income. Dengan tampil satu jam di tayangan 
program TV, mereka bisa memperoleh honor lebih besar ketimbang gaji sebulan 
seorang crew program TV yang menjalankannya. Yah, kalau yang satu itu sih sudah 
soal "garis tangan!" he...he....

Manila, 20 Februari 2007

 
Satrio Arismunandar 
Producer - News Division, Trans TV, Floor 3
Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790 
Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4026, Fax: 79184627
 
http://satrioarismunandar6.blogspot.com


 
____________________________________________________________________________________
Yahoo! Music Unlimited
Access over 1 million songs.
http://music.yahoo.com/unlimited

Kirim email ke