Di saat negara (penerintah0 ndak kelihatan kala
Jakarta tenggelam kemarin , berita ini sangat
menyejukkan. Ternyata masih ada negara di sudut
negeri ini. Kebijakan pro rakyat seperti ini yang mesti
nya dilembagakan oleh pemerintah. Ndak ada
ruginya koq memberi ke rakyat kecil. Ndak seberapa
nilainya tapi sangat membantu.

Kapan program yang sama dijalankan oleh menteri
lain? Menhut MS Kaaban misalnya, bisa kasih gratis
bibit pohin jati mas ke rakyat kecil. Sekaligus untuk
investasi mereka dan reboisasi lahan.

Kapan menkeu dan menteri kelautan memfasilitasi
kredit murah bagi nelayan untuk membeli perahu dan
jaring, serta kelengkapan nelayan lainnya? Dan yang
paling penting untuk subsidi BBM bagi nelayan kecil
yang perahunya kini ndak bisa jalan?

Mansyur Alkatiri
www.cordova-bookstore.com



Jumat, 23/02/2007

Pemerintah Bagi-bagi Benih Gratis Senilai Rp 1 Triliun

Iqbal Fadil - detikfinance

Jakarta - Pemerintah memutuskan untuk membagikan benih padi, jagung dan
kedelai secara gratis pada para petani. Anggarannya mencapai Rp 1 triliun.

"Karena di sebagian daerah pada pertengahan Februari ini sudah ada yang
menanam kembali, maka benih harus segera tersedia," ujar Menteri Pertanian
Anton Apriyantono usai rapat dengan Wapres Jusuf Kalla di kantor Wapres,
Jakarta, Jumat (23/2/2007).

Anton menjelaskan, untuk benih padi inhibrida padi akan ditanam pada lahan
seluas 6 juta hektar. Sementara benih hibdrida ditanam pada lahan seluas
135 ribu hektar.

"Jumlah benih padi itu sekitar seribu ton yang akan diimpor, karena
pemerintah melakukan perluasan lahan sebesar 200 ribu hektar.

Kebutuhan bibitnya sekitar 3 ribu ton, sedangkan pasokan dalam negeri
hanya 2 ribu ton," jelas Anton.

Untuk mekanisme penyediaan bibit, sedang dibahas agar tidak melanggar
aturan yang ada dalam Keppres 80 tahun 2003. Penyediaan benih ini akan
dilakukan melalui pemilihan langsung terhadap para produsennya.

Sementara untuk di daerah, diserahkan pada masing-masing pemda yang akan
bertanggung jawab.

Anton menegaskan, benih yang disediakan harus benih yang bersertifikat.
Benih impor harus diuji coba dulu. Kalau lolos baru bisa disebarkan. Dan
harganya maksimum Rp 2.000/kg.

Diharapkan pada pertengahan Februari sudah bisa dilaksanakan. "Kita akan
melakukan evaluasi, kalau memang ini membantu produktivitas petani, tentu
akan kita sediakan untuk selanjutnya," katanya.

Soal pupuk, menurut Anton saat ini permasalahan-permasalahan yang ada
sudah diselesaikan. Deptan juga telah menyetujui pengalihan penggunaan
pupuk urea ke NPK. (qom/ddn)

Kirim email ke