http://www.kompas.com/ver1/Iptek/0702/22/084256.htm
   


  Ngengat Cerdik Meniru Gaya Laba-laba 


  Satu jenis ngengat yang hidup di hutan tropis Kosta Rika memiliki cara ampuh 
menghindari serangan predatornya. Kupu-kupu malam yang memiliki sisik mengkilap 
seperti permukaan logam itu meniru gaya seekor laba-laba pelompat agar bisa 
selamat.
   
  Ngengat Brenthia hexaselena dari marga Brenthia tersebut akan membentangkan 
sayap bagian belakangnya dan mengangkat sayap depannya dengan sudut tertentu 
saat hinggap di tanah, daun, atau pepohonan. Dengan posisi seperti itu, dari 
depan ia terlihat seperti seekor laba-laba pelompat. 
   
  Trik yang diperlihatkan ngengat pertama kali diketahui Jadranka Rota, 
mahasiswa biologi di Universitas Connecticut, AS saat melakukan pengamatan di 
hutan Kosta Rika. Ia melihat ada keunikan perilaku serangga yang aktif pada 
malam hari itu. Selain mengatur posisi 
  sayapnya, ngengat juga melompat-lompat sehingga sangat mirip dengan perilaku 
laba-labat.
  "Hal tersebut umumnya menyelamatkan hidupnya," ujar Rota, yang melaporkan 
temuannya bersama pembimbingnya David Wagner dalam jurnal online terbuka Public 
Library of Science (PLoS) ONE. Sebagai predator, laba-laba dikenal memiliki 
kemampuan menyerang sangat cepat mangsa yang ada di dekatnya. Maka, dengan 
bergaya seperti laba-laba, negnegat punya waktu cukup banyak untuk menghindari 
serangan.  
   
  Mimikri
   
  Wagner yakin bahwa yang dilakukan ngengat Brachia tergolong perilaku mimikri. 
Perilaku meniru bentuk tubuh atau warna untuk menyamar merupakan trik alami 
yang umum dilakukan beberapa jenis hewan. Umumnya hal tersebut memang dilakukan 
untuk menghindari predator. Penelitian Eric Green dari Universitas Montana yang 
dimuat di jurnal Science pada tahun 1987 menunjukkan bahwa lalat juga meniru 
perilaku laba-laba pelompat.
   
  Untuk memastikannya, Wagner dan Rota menghadapkan tiruan ngengat yang tengah 
meniru gaya laba-laba dan negngat dalam bentuk biasa kepada laba-laba di 
laboratorium. Ketika ngengat dalam bentuk normal yang disodorkan, laba-laba 
menyerang 62 persen calon mangsanya. Sedangkan, saat dihadapkan tiruan ngengat 
yang bermimikri, laba-laba hanya menyerang 6 persen sosok mangsanya itu. 
   
  Selain itu. laba-laba juga terlihat menunjukkan sikap penguasaan teritorial 
kepada 36 persen tiruan ngengat yang bermimikri. Bahkan, dalam 11 kali 
percobaan, laba-laba tersebut sampai terlihat menjauhinya. Rota dan Wagnet 
menyimpulkan bahwa mimikri yang dilakukan ngengat kadangkala sangat berhasil 
sampai membuat predatornya takut. 
  Perilaku yang diperlihatkan ngengat, menurut para peneliti, merupakan bentuk 
evolusi sebagai hasil interaksi vertikal dengan predatornya. "Laba-laba 
pelompat kelihatannya berperan penting dalam mendorong seleksi; mereka 
membentuk evolusi serangga tersebut," tandas Rota.  


Sumber: National Geographic
Penulis: Wah

 
---------------------------------
Never Miss an Email
Stay connected with Yahoo! Mail on your mobile. Get started!

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke