http://www.kompas.com/ver1/Iptek/0702/21/111411.htm
   
  Bumi Terancam Tabrakan Asteroid 


  SAN FRANSISCO, RABU - Sebuah asteroid diperkirakan akan melintas dekat Bumi 
pada tahun 2036. Jika tabrakan tak dapat dihindarkan, sebuah kota bahkan 
kawasan yang lebih luas bisa luluh lantak. Karena itu, Perserikatan 
Bangsa-bangsa (PBB) didesak untuk meyiapkan strategi khusus menghadapi ancaman 
semacam ini.
   
  Sebuah asteroid yang diberi nama Apophis akan melintas pada posisi terdekat 
dengan Bumi pada 13 April 2036. Peluangnya menabrak Bumi 1 berbanding 45.000. 
Meski peluang tabrakan dengan Bumi relatif kecil, Badan Antariksa AS (NASA) 
telah mendeteksi ratusan bahkan ribuan asteroid yang saat ini tengah bergerak 
mendekati Bumi. Bahkan, NASA telah diberi mandat Konggres AS untuk mengamati 
secara lebih rinci pergerakan asteroid-asteroid yang melintas ke arah Bumi.
   
  "Tidak hanya Apophis yang kami amati. Setiap negara berisiko terancam. Kami 
membutuhkan prinsip-prinsip dasar untuk menghadapi masalah ini," ungkap Rusty 
Schweickart, mantan astronot Apollo 9 yang mengorbit Bumi pada tahun 1969, di 
depan konferensi Asosiasi untuk kemajuan Sains Amerika (AAAS). Ia juga akan 
menyampaikan usulan penyusunan cetak biru untuk menghadapai ancaman asteroid di 
depan kepada Komite PBB Pemanfaatan Ruang Angkasa untuk Tujuan Damai minggu 
depan.
   
  Schweickart menambahkan, sejumlah mantan astronot dan kosmonot yang tergabung 
dalam Asosiasi Penjelajahan Ruang Angkasa berencana menggelar rangkaian 
workshop tingkat tinggi untuk mendiskusikan langkah yang dibutuhkan. Hasil 
kegiatan ini akan dijadikan dasar penyusunan proposal resmi yang akan diajukan 
kepada PBB pada tahun 2009. Harapannya, PBB dapat mengadopsi metode tersebut 
untuk menghadapi setiap ancaman asteroid dan dapat menentukan kapan dan apa 
yang harus dilakukan. 
   
  Salah satu pendekatan jitu yang telah mengemuka saat ini adalah mengubah 
jalur pergerakan asteroid dengan memanfaatkan gaya gravitasi. Ed Lu, mantan 
astronot yang pernah bertugas di Stasiun Antariksa Internasional (ISS), 
menyatakan sebuah wahana mungkin sebaiknya dikirim ke sana sebagai Traktor 
Gravitasi yang akan menarik asteroid sedikit demi sedikit sehingga jalurnya 
berbelok. Sebaliknya, menghancurkan sebuah asteroid dengan bom atom seperti 
yang digambarkan film-film fiksi ilmiah, menurutnya, justru memperbesar peluang 
pecahan-pecahannya menabrak Bumi.  
   
  Untuk membelokkan asteroid seukuran Apophis yang panjangnya mencapai 140 
meter dibutuhkan waktu sekitar 12 hari. Meskipun demikian, NASA memperkirakan 
pengaruh gaya tarik sangat tergantung jenis batuan yang menyusun asteroid dan 
sudut kerjanya. Biaya yang dibutuhkan diperkirakan sekitar 300 juta dollar AS. 
Makin cepat diluncurkan, makin sedikit energi dan ongkos yang dibutuhkan. 
Tingkat keberhasilannya menjauhkan dari Bumi juga semakin besar.


Sumber: reuters
Penulis: Wah

 
---------------------------------
Finding fabulous fares is fun.
Let Yahoo! FareChase search your favorite travel sites to find flight and hotel 
bargains.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke