Mas faris yang terhormat dan baik, 
kelompok-kelompok Islam yang seperti dituduhkan orang
NU itu benar adanya. Memang ada beberapa ajaran NU
-yang disebabkan percampuran dengan budaya-budaya yang
tumbuh di Indonesia di masa lampau - yang sebetulnya
tidak diajarkan di Islam. Tapi tudingan yang
disebutkan oleh kelompok-kelompok Islam garis keras
bahwa NU sesat, NU masuk neraka, NU telah keluar dari
ajaran-ajaran Islam, bahwa NU tidak menegakkan syariah
Islam itu memang benar adanya. 
   Tapi menurut saya solusinya adalah lewat adu
pemikiran, bukan fisik. Saya melihat, Islam sekarang
(terutama NU) sudah dewasa dan berpengalaman dalam
menyelesaikan konflik seperti ini. Dan kayaknya jauh
dari 'bakal tumbuhnya konflik horizontal'. Saya juga
terkadang membenci orang-orang Islam yang tidak punya
toleransi terhadap orang-orang seimannya bahkan di
luar keimanan Islam. Dan kelompok GARIS KERAS MEMANG
ADA.
   Kalau anda membaca sejarah perjalanan Islam, pasti
memahami bahwa Islam itu terkotak-kotakkan. Memang
Islam, tapi dalam melaksanakan pemikiran-pemikiran
Islam itu berbeda-beda. 

eKA zULKARNAIN - bukan NU dan menjunjung nilai
toleransi, anti garis keras. 


--- faris ahmad <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Wah...wah...wah.... genderang perang mau ditabuh?
> Memangnya ada yang secara eksplisit menantang NU
> untuk berperang? Kalo bisa diperjelas, di
> masjid-masjid NU mana saja yang dikuasai kelompok
> Islam garis keras? Kemudian, siapa yang dimaksud
> kelompok Islam garis keras?
>    
>   Saya melihat langkah-langkah seperti ini bisa
> memicu konflik horisontal yang tidak perlu. Bukankah
> segala sesuatunya bisa diselesaikan dengan cara
> berdialog? Bukan saling tuding dan melontarkan
> ancaman?
>    
>   Setahu saya, istilah Islam Radikal, Islam Garis
> Keras, Islam Fundamentalis dan lain sebagainya itu
> dilontarkan oleh orang-orang di luar kelompok
> diatas. Sebaliknya, penamaan Islam Liberal itu
> dilekatkan sendiri oleh kelompok mereka sendiri
> (JIL). Mereka bangga dan dengan lantang mengatakan,
> inilah kami: Islam Liberal!
>    
>   Saya berharap tidak ada pengkotak-kotakan Islam.
> Islam ya Islam, tidak garis keras, tidak juga
> liberal!
> 
> Ananto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>   NU Layani 'Tantangan' Kelompok Islam Garis Keras
> Selasa, 27 Februari 2007 20:02
> 
> Jakarta, *NU Online*
> Genderang perang mulai ditabuh Nahdlatul Ulama (NU)
> untuk menghadapi gerakan
> dari kelompok Islam garis keras yang muncul
> akhir-akhir ini. Organisasi
> kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia ini siap
> melayani 'tantangan'
> kelompok Islam radikal yang sudah sangat meresahkan
> warga *nahdliyin *(sebutan
> untuk warga NU) itu.
> 
> Pada Sabtu (25/2) lalu, Pimpinan Pusat (PP) Lembaga
> Dakwah Nahdlatul Ulama
> (LDNU) mengeluarkan maklumat yang berisi tentang
> peneguhan kembali terhadap
> ajaran dan amaliyah Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja)
> yang selama ini
> dijalankan oleh warga nahdliyin. Sebanyak 8 ketua
> Pengurus Wilayah LDNU
> se-Indonesia menandatangani maklumat yang merupakan
> respon atas tuduhan
> sesat terhadap ajaran dan amaliyah NU itu.
> 
> "…kami menyadari dengan sepenuh hati, bahwa dewasa
> ini telah tumbuh dan
> berkembang gejala pemikiran dan gerakan ke-Islam-an
> (*al-harakah
> al-islamiyyah*) melalui praktek-praktek keagamaan
> yang dapat melunturkan
> nilai-nilai *Ahlussunnah Wal Jamaah *ala NU, maka
> dengan ini kami
> menyatakan: …Senantiasa menjalankan amaliah ibadah
> Ahlussunnah wal Jama'ah
> ala NU, melestarikan praktek-praktek dan tradisi
> keagamaan *salafush shalih*;
> sepert salat-salat sunnat, salat tarawih 20 rakaat;
> wirid, salawat, qunut,
> talqin, ziarah qubur, tahlil, manaqib, ratib, maulid
> Nabi, haul, dan
> istighotsah; serta toleran terhadap tradisi budaya
> yang sesuai dengan
> nilai-nilai Islam sebagai bagian dari dakwah
> Ahlussunnah wal Jama'ah ala
> NU," demikian salah satu poin dalam maklumat
> tersebut.
> 
> Ketua Umum PP LDNU KH Nuril Huda kepada *NU Online*
> menyatakan, gerakan
> kelompok garis keras itu sudah melewati batas
> toleransi. Karena mereka tidak
> lagi sebatas mengambilalih masjid-masjid milik warga
> nahdliyin, melainkan
> sudah berani menghasut dan menuduh NU adalah sesat.
> 
> "Masjid-masjid NU mulai diambilalih. Muncul banyak
> buku-buku yang menghujat
> ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah ala NU. Salat tarawih
> 20 rakaat; wirid,
> salawat, qunut, talqin, ziarah qubur, tahlil, maulid
> Nabi, istighotsah dan
> lain-lain dianggap ajaran sesat. Ini sudah tidak
> bisa ditoleransi lagi,"
> terang Kiai Nuril di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya,
> Jakarta, Selasa (27/2).
> 
> Apalagi, lanjut Kiai Nuril, gerakan mereka sudah
> sangat luas dan hampir
> merata di seluruh daerah, tidak hanya daerah yang
> berbasis nahdliyin. Jika
> NU tak segera mengambil sikap tegas, maka bukan
> mustahil tradisi keagamaan
> yang dijalankan warga nahdliyin selama ini akan
> hilang.
> 
> Tak hanya itu. Hal yang paling dikhawatirkan NU,
> menurut Kiai Nuril, adalah
> keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
> yang berdasarkan
> Pancasila dan UUD 1945 pun ikut terancam. Pasalnya,
> kuat disinyalir,
> kelompok Islam garis keras tersebut berkeinginan
> menjadi Indonesia sebagai
> negara Islam.
> 
> Karenanya, selain peneguhan kembali terhadap ajaran
> dan amaliyah Aswaja ala
> NU, dalam maklumat tersebut juga ditegaskan bahwa NU
> tetap pada komitmennya
> untuk setia menjaga keutuhan NKRI. NU tak ingin ada
> pihak-pihak tertentu
> yang mencoba mengusik keberadaan persatuan dan
> kesatuan bangsa Indonesia.
> 
> Ditambahkan Kiai Nuril, sebagai tindak lanjut atas
> maklumat tersebut, setiap
> PW LDNU se-Indonesia akan menguatkan barisan dalam
> rangka menghadapi gerakan
> kelompok Islam garis keras tersebut. "Kita sudah
> tetapkan ada lima zona
> konsolidasi NU. Antara lain, zona Sumatera, Jawa,
> Sulawesi, Nusa Tenggara
> Barat dan Kalimantan. Masing-masing zona ini akan
> menghimpun dan
> mengkonsolidasikan seluruh PW LDNU di provinsi yang
> berada di wilayahnya,"
> jelasnya.
> 
> Keberadaan zona-zona tersebut, kata Kiai Nuril,
> diharapkan dapat menata
> dengan rapih gerakan dakwah NU di daerah-daerah.
> Dengan demikian,
> masjid-masjid NU serta ajaran dan amaliyah NU dapat
> terjaga. "Walaupun
> berbeda prinsip, tapi kita ingin sama-sama saling
> menghormati dan menghargai
> keyakinan masing-masing. Tidak ada lagi tuduhan
> bahwa NU adalah sesat dan
> sebagainya," pungkasnya. (rif)
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been
> removed]
> 
> 
> 
> 
>
***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat
> Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in
> Commonality & Shared Destiny.
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
>
***************************************************************************
>
__________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA
> (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg
> akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi 
> 4. Satu email perhari:
> [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only:
> [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email:
> [EMAIL PROTECTED]
> 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
> 
>  
> ---------------------------------
> 8:00? 8:25? 8:40?  Find a flick in no time
>  with theYahoo! Search movie showtime shortcut.
> 
> [Non-text portions of this message have been
> removed]
> 
> 


Eka Zulkarnain



 
____________________________________________________________________________________
Have a burning question?  
Go to www.Answers.yahoo.com and get answers from real people who know.

Kirim email ke