WELEH-WELEH
SATU AGAMA KOK MO PERANG SEGALA.............
GIMANA MO MAJU

  ----- Original Message ----- 
  From: faris ahmad 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, February 28, 2007 4:41 PM
  Subject: Re: [ppiindia] NU Layani Tantangan Kelompok Islam Garis Keras


  Wah...wah...wah.... genderang perang mau ditabuh? Memangnya ada yang secara 
eksplisit menantang NU untuk berperang? Kalo bisa diperjelas, di masjid-masjid 
NU mana saja yang dikuasai kelompok Islam garis keras? Kemudian, siapa yang 
dimaksud kelompok Islam garis keras?

  Saya melihat langkah-langkah seperti ini bisa memicu konflik horisontal yang 
tidak perlu. Bukankah segala sesuatunya bisa diselesaikan dengan cara 
berdialog? Bukan saling tuding dan melontarkan ancaman?

  Setahu saya, istilah Islam Radikal, Islam Garis Keras, Islam Fundamentalis 
dan lain sebagainya itu dilontarkan oleh orang-orang di luar kelompok diatas. 
Sebaliknya, penamaan Islam Liberal itu dilekatkan sendiri oleh kelompok mereka 
sendiri (JIL). Mereka bangga dan dengan lantang mengatakan, inilah kami: Islam 
Liberal!

  Saya berharap tidak ada pengkotak-kotakan Islam. Islam ya Islam, tidak garis 
keras, tidak juga liberal!

  Ananto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  NU Layani 'Tantangan' Kelompok Islam Garis Keras
  Selasa, 27 Februari 2007 20:02

  Jakarta, *NU Online*
  Genderang perang mulai ditabuh Nahdlatul Ulama (NU) untuk menghadapi gerakan
  dari kelompok Islam garis keras yang muncul akhir-akhir ini. Organisasi
  kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia ini siap melayani 'tantangan'
  kelompok Islam radikal yang sudah sangat meresahkan warga *nahdliyin *(sebutan
  untuk warga NU) itu.

  Pada Sabtu (25/2) lalu, Pimpinan Pusat (PP) Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama
  (LDNU) mengeluarkan maklumat yang berisi tentang peneguhan kembali terhadap
  ajaran dan amaliyah Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) yang selama ini
  dijalankan oleh warga nahdliyin. Sebanyak 8 ketua Pengurus Wilayah LDNU
  se-Indonesia menandatangani maklumat yang merupakan respon atas tuduhan
  sesat terhadap ajaran dan amaliyah NU itu.

  ".kami menyadari dengan sepenuh hati, bahwa dewasa ini telah tumbuh dan
  berkembang gejala pemikiran dan gerakan ke-Islam-an (*al-harakah
  al-islamiyyah*) melalui praktek-praktek keagamaan yang dapat melunturkan
  nilai-nilai *Ahlussunnah Wal Jamaah *ala NU, maka dengan ini kami
  menyatakan: .Senantiasa menjalankan amaliah ibadah Ahlussunnah wal Jama'ah
  ala NU, melestarikan praktek-praktek dan tradisi keagamaan *salafush shalih*;
  sepert salat-salat sunnat, salat tarawih 20 rakaat; wirid, salawat, qunut,
  talqin, ziarah qubur, tahlil, manaqib, ratib, maulid Nabi, haul, dan
  istighotsah; serta toleran terhadap tradisi budaya yang sesuai dengan
  nilai-nilai Islam sebagai bagian dari dakwah Ahlussunnah wal Jama'ah ala
  NU," demikian salah satu poin dalam maklumat tersebut.

  Ketua Umum PP LDNU KH Nuril Huda kepada *NU Online* menyatakan, gerakan
  kelompok garis keras itu sudah melewati batas toleransi. Karena mereka tidak
  lagi sebatas mengambilalih masjid-masjid milik warga nahdliyin, melainkan
  sudah berani menghasut dan menuduh NU adalah sesat.

  "Masjid-masjid NU mulai diambilalih. Muncul banyak buku-buku yang menghujat
  ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah ala NU. Salat tarawih 20 rakaat; wirid,
  salawat, qunut, talqin, ziarah qubur, tahlil, maulid Nabi, istighotsah dan
  lain-lain dianggap ajaran sesat. Ini sudah tidak bisa ditoleransi lagi,"
  terang Kiai Nuril di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Selasa (27/2).

  Apalagi, lanjut Kiai Nuril, gerakan mereka sudah sangat luas dan hampir
  merata di seluruh daerah, tidak hanya daerah yang berbasis nahdliyin. Jika
  NU tak segera mengambil sikap tegas, maka bukan mustahil tradisi keagamaan
  yang dijalankan warga nahdliyin selama ini akan hilang.

  Tak hanya itu. Hal yang paling dikhawatirkan NU, menurut Kiai Nuril, adalah
  keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan
  Pancasila dan UUD 1945 pun ikut terancam. Pasalnya, kuat disinyalir,
  kelompok Islam garis keras tersebut berkeinginan menjadi Indonesia sebagai
  negara Islam.

  Karenanya, selain peneguhan kembali terhadap ajaran dan amaliyah Aswaja ala
  NU, dalam maklumat tersebut juga ditegaskan bahwa NU tetap pada komitmennya
  untuk setia menjaga keutuhan NKRI. NU tak ingin ada pihak-pihak tertentu
  yang mencoba mengusik keberadaan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

  Ditambahkan Kiai Nuril, sebagai tindak lanjut atas maklumat tersebut, setiap
  PW LDNU se-Indonesia akan menguatkan barisan dalam rangka menghadapi gerakan
  kelompok Islam garis keras tersebut. "Kita sudah tetapkan ada lima zona
  konsolidasi NU. Antara lain, zona Sumatera, Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara
  Barat dan Kalimantan. Masing-masing zona ini akan menghimpun dan
  mengkonsolidasikan seluruh PW LDNU di provinsi yang berada di wilayahnya,"
  jelasnya.

  Keberadaan zona-zona tersebut, kata Kiai Nuril, diharapkan dapat menata
  dengan rapih gerakan dakwah NU di daerah-daerah. Dengan demikian,
  masjid-masjid NU serta ajaran dan amaliyah NU dapat terjaga. "Walaupun
  berbeda prinsip, tapi kita ingin sama-sama saling menghormati dan menghargai
  keyakinan masing-masing. Tidak ada lagi tuduhan bahwa NU adalah sesat dan
  sebagainya," pungkasnya. (rif)

  [Non-text portions of this message have been removed]

  ***************************************************************************
  Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
  ***************************************************************************
  __________________________________________________________
  Mohon Perhatian:

  1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
  2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
  3. Reading only, http://dear.to/ppi 
  4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
  5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
  6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

  Yahoo! Groups Links

  ---------------------------------
  8:00? 8:25? 8:40? Find a flick in no time
  with theYahoo! Search movie showtime shortcut.

  [Non-text portions of this message have been removed]



   

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke