ini kan mirip-2 komentar George Bush yang 
    "tersantet" selama/setelah kunjungan ke 
    Indonesia kemarin :-)

    kalau saya bgmn pun tetap mengagumi org.
    seperti mBah Marijan. Saya menduga, bisa
    jadi upaya yang dilakukan oleh orang
    seperti mbah Marijan itu bisa jadi 
    'hakekat' nya sama dengan upaya yang
    dilakukan oleh para naturalist. mBah 
    Marijan itu orang yang berusaha "mengerti" 
    dan berusaha "berkomunikasi" dengan alam
    lingkungan sekitarnya - dalam hal ini
    gunung Merapi.

    menirukan seorang ahli/ilmuwan, saya
    sudah lama punya pertanyaan: tidak mungkinkah
    bahwa alam semesta di sekitar kita ini 
    sebenarnya juga  punya semacam "kesadaran/
    consciousness"; meskipun pola maupun tingkat
    kesadarannya tidak sama dengan yang dimiliki
    manusia?
  
    atau mungkin alam-semesta dan manusia di dalam
    nya ini sebetulnya membentuk suatu sistem dengan
    suatu totalitas kesadaran, di mana kesadaran
    manusia hanya mrpk sebagian dari kesadaran 
    semesta itu, yang semuanya diturunkan/derived 
    dari "Omni-Consciousness" Pencipta nya.
    
    kita ingat dengan konsep "Gaia" nya James Lovelock
    yang mengatakan bahwa bumi ini bisa juga dipandang
    sebagai suatu "organisme" ( artinya sebagai suatu
    entitas yang juga 'hidup' dan punya 'consciousness')
        
    < http://en.wikipedia.org/wiki/Gaia_hypothesis >

    Lalu yang terakhir, yang saya jadikan salah satu
    "guru pesantren" saya :), adalah bu Mae-Wo Hu Ph.D
    seorang Biolog yang juga mendukung pandangan 
    kelompok "organicist" yang menganjurkan kita
    memandang semua makhluk, utamanya makhluk hidup
    sebagai organisme yang inteligent, dan punya
    kesadaran diri (self-consciousness) yang tinggi
    - berlawanan dengan kelompok "mechanistic" yang
    memandang semua makhluk hidup - bahkan manusia
    pun sekedar sebagai "robot" dengan kecanggihan
    yang berbeda-beda:
    
 
    The Biology of Consciousness:
    ---------------------------------------------
    http://www.i-sis.org.uk/freewill.php
 
    yang menarik bu Mae-Wo Hu ini justeru menentang
    pendekatan Biologi Molekuler (DNA dsb.) yang
    justeru semakin memandang organisme hidup sebagai
    "sekedar sekumpulan molekul organik" saja,
    tanpa memiliki "kesadaran total" - the wholeness.
 ยด

    Kalo yang dibawah ini, cara pandang yang baru
    mengenai entropi, mengaitkannya dengan ekonomi,
    yang menasehatkan kita agar lebih memperhatikan
    alam sebagai sumber daya dasar di dalam konsep-2
    ekonomi:

    New definition of entropi
    ------------------------------------
    http://www.livingbusiness.com.au/files/key.htm#basiccodes
 

                     ***

    kebetulan saya lagi senang membaca-baca
    hasil kajian para ahli/ilmuwan dalam rangka
    menjawab pertanyaan ilmiah dan filosofis:

       (1) apa sebetulnya yang dimaksud dengan
           kesadaran diri manusia (human consciousness)

       (2) dari mana asal-usul human consciousness 
           itu

    Roger Penrose, fisika-matematikawan Oxford (UK)
    di dalam bukunya "New Emperor Mind" (1989), menawarkan
    penjelasan 'ilmiah' bahwa untuk memahami asal-usul
    human consciousness itu kita pertama-2 harus memahami
    hakekat sebenarnya dari cara kerja otak manusia.
    Menurut beliau, otak manusia itu bekerja berdasarkan
    prinsip-2 fisika yang sampai hari ini belum sepenuhnya
    dipahami para fisikawan, yaitu berdasarkan prinsip
    *-quantum gravity-* (QG).
    
         
         < http://en.wikipedia.org/wiki/Roger_Penrose >

    ( catatan: Roger Penrose adalah fisika-matematikawan
      yang pada tahun 1974 menemukan konsep "tiling"
      pola geometri quasicrystal yang - saat ini baru
      diketahui <?>, - ternyata hampir sama dengan pola 
      geometri yang digunakan pada hiasan eksterior/
      interior bangunan-2 arsitektur Islam di abad 
      pertengahan - seperti ramai di beritakan media 
      selama 1 bulan terakhir ini )

     < http://en.wikipedia.org/wiki/Aperiodic_tiling >

    QG ini sejatinya adalah gabungan dari 2 'cabang' fisika
    lanjut masa kini, yaitu:

     -> Quantum Mechanics: 
        ------------------
        Cabang ilmu fisika lanjut yang mempelajari sifat-2 fisik
        object yang ukurannya kecil sekali, misalnya atom,
        elektron, maupun partikel sub-atom lainnya

     -> General Theory of Relativity:
        -----------------------------
        Cabang ilmu fisika lanjut yang terutama mempelajari
        hakekat/asal-usul gravitasi dari object-object kosmos
        yang besar, seperti bumi/planet, bintang, termasuk
        black-hole.  Ini adalah salah satu dari teori 
        Relativitas Einstein yang terkenal itu.    

     Kedua cabang di atas selama ini kesannya merupakan piranti
     /tool yang benar-2 "terpisah" dan "tidak ada kaitannya".
     jadi kalau seorang fisikawan sedang mempelajari object-2
     yang kecil, dia menggunakan piranti "Quantum Mechanics".
     dan jika membahas object-2 kosmos yang besar baru
     menggunakan General Theory of Relativity.

     Tentu saja, dengan menggunakan 'wisdom', para fisikawan
     juga sepakat bahwa kedua teori di atas harusnya bisa
     dipadukan (unified) sehingga bisa digunakan untuk menjelaskan
     fenomena fisika "yang mana saja", mulai dari alam mikrokosmos
     s/d makrokosmos. Tapi upaya menggabungkannya selama ini
     cukup sulit, bagaikan upaya mencari "holly grail" ala
     Da Vinci Code, katanya. "Unified" Theory ini diberi nama
     Quantum Gravity (QG).

                               ***

     Nah, pak Penrose meyakini bahwa utk. memahami hakekat cara
     kerja otak manusia, orang harus menggunakan alat analisis
     yang disebut sebagai QG di atas.

     tentu saja ada yang mendukung dan ada yang menentang
     thesis pak Penrose. Salah satu pendukung Penrose adalah
     pak Stuart di bawah ini yang menulis banyak website 
     "dakwah" mengenai Quantum Consciousness

     Quantum Consciousness ( Stuart-Penrose):
     ----------------------------------------------------------------
     http://www.quantumconsciousness.org/
 
     yang agak lebih baru, ada yang berusaha menyempurnakan
     konsep penerapan Quantum-Gravity untuk menjelaskan
     cara kerja otak manusia dengan menggunakan Teori
     String yang relatif baru dan belum mapan di dalam
     Fisika. Salah satu penulisnya dari CERN, lembaga
     riset Fisika terkemuka di Swiss.

     CERN paper (1995):
     -----------------------------
     http://www.qedcorp.com/pcr/pcr/nanopoul.pdf
 
 
       enjoy your week end, ... :)

     -----( IM )-------------------------------------------


--- In [email protected], IrwanK <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Ente bukan orang pertama yang komentar kaya' gini bos.. 
> It's ok.. :-) Analisa orang bisa saja salah.. Mudah"an 
> aja gak banyak bencana lagi di sini..
> termasuk munculnya pertanda".. yang logikanya bukan 
> cuma sekedar kebetulan..
> 
> Paling tidak itu yang ditunjukkan orang" yang menyebarkan 
> selebaran bagi masyarakat Yogya sebelum gempa besar tahun 
> lalu... Namun 'peringatan' mereka saat itu tidak diindahkan..
>
> Malah Mbah Marijan dijadikan 'panutan'..
>
> Lahawla wala quwwata illa billah.. :-)
> 
> CMIIW..
> 
> Wassalam,
> 
> Irwan.K
> 
> On 3/9/07, Sri Sutyoko <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >   Kurang seru tuh trik statistiknya. Tambahin lagi deh
> > datanya biar makin cengang...
> > - istri AA Gym -> 2
> > - ban sepeda motor -> 2
> > - mata -> 2
> > - sayap pesawat -> 2
> > - indeks prestasi minimal buat lulus kuliah -> 2
> > - jumlah belokan -> 2 (kiri-kanan)
> > - sandal japit -> 2
> > - tangan -> 2
> > - tambahkan sendiri..
> >
> > :p
> >
> > cssh
> >


Kirim email ke