http://www.kompas.com/ver1/Iptek/0703/19/143852.htm
   
   
   
  Es yang Lebih Panas daripada Air Mendidih 



  Siapa bilang es selalu dingin? Eksperimen yang dilakukan di Laboratorium 
Nasional Sandia milik AS berhasil mengubah air menjadi es dengan suhu yang 
lebih panas daripada air mendidih.
   
  Hal tersebut dapat dilakukan pada kondisi ekstrim. Para peneliti menggunakan 
mesin Z di laboratorium Sandia yang dapat menghasilkan panas lebih tinggi 
daripada suhu di permukaan Matahari. Agar berubah menjadi es, air diberi 
tekanan 70.000 atmosfer.
  "Tiga fasa air yang kita ketahui - es saat dingin, cair pada suhu kamar, dan 
uap panas - hanya sebagian kecil dari kondisi air," ujar salah satu peneliti di 
Sandia, Daniel Dolan. Sifat air tidak mengikuti hukum tiga fasa tersebut saat 
berada pada kondisi ekstrim. Misalnya, lanjut Dolan, memberi tekanan pada air 
akan memanaskannya, namun dengan tekanan yang ekstrim, air justru memadat 
menjadi es.
   
  Sampai saat ini, setidaknya sudah ada 11 jenis es yang tidak diketahui banyak 
orang dan diklasifikasikan berdasarkan sifatnya pada suhu dan tekanan tertentu. 
Salah satu jenis air yang terbentuk pada kondisi ekstrim mungkin pernah Anda 
dengar yakni air super-dingin. Air jenis ini tetap berbentuk cairan meskipun 
suhunya di bawah 32 derajat Celcius. 
    
  Fenomena air dan es memang unik. Jika didinginkan, volume es seharusnya lebih 
kecil daripada saat berbentuk cair karena memadat. Tapi, kenyataannya es 
menghabiskan ruang lebih besar daripada saat berbentuk cair pada tekanan 
atmosfer bukan? Buktikan sendiri dengan meletakkan segelas air di dalam 
freezer. Namun, pada kondisi ekstrim bertekanan dan suhu tinggi seperti dalam 
penelitian ini, es justru menyusut dan segera mencair kembali begitu tekanan 
dilepaskan. 
   
  Sayangnya para peneliti belum bisa menjelaskan scara spesifik masing-masing 
kondisi air yang terbentuk pada kondisi ekstrim. Seperti kata Dolan, mengapa 
hampir dikatakan mustahil membuat es pada tekanan di atas 70.000 atmosfer. Nah, 
dengan penelitian di Sandia, para peneliti berharap dapat mempelajari 
sifat-sifat material terutama air pada kondisi ekstrim.
  

Sumber: LiveScience.com
Penulis: Wah

 
---------------------------------
Now that's room service! Choose from over 150,000 hotels 
in 45,000 destinations on Yahoo! Travel to find your fit.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke