http://www.kompas.com/ver1/Iptek/0703/20/082158.htm
   
   
  Kadal Purba Melayang dengan Sayap Rusuk 



  Spesies kadal purba yang pernah hidup di China jutaan tahun lalu memiliki 
membran yang terbentuk di antara tulang rusuknya yang memanjang. Bagian tubuh 
yang unik ini digunakannya untuk melayang di udara.
   
  Kadal terbang yang diberi nama Xianglong zhaoi ini diperkirakan hidup pada 
periode Cretaceous 150 juta tahun lalu. Spesimennya yang terungkap dalam jurnal 
Proceedings of the National Academy of Sciences edisi 19 Maret memiliki panjang 
tubuh 15 centimeter. Dilihat dari struktur tubuhnya, spesimen yang membatu 
tersebut diperkirakan mati saat masih muda.
   
  Seperti dideskripsikan Xing Xu dan koleganya dari Shengyang Normal 
University, China, fosil tersebut ditemukan di Provinsi Liaoning, bagian timur 
laut China. Wilayah tersebut memang dikenal sebagai ’surga’ fosil-fosil 
dinosaurus terbang dan burung purba yang banyak ditemukan dalam beberapa tahun 
terakhir.
   
  Untuk melayang di udara, kadal tersebut menggunakan membran yang membantang 
di antara tulang rusuknya. Disebut sebagai patagium, membran terbentuk di 
antara 8 tulang rusuknya yang memanjang ke samping. Saat meluncur  di udara, 
membran dari jaringan kulit ini membentang sempurna hingga selebar 13 
centimeter.   
   
  Struktur membran ini memiliki sifat yang lebih mirip dengan sayap burung 
modern daripada hewan yang dapat melayang pada umumnya. Karena itu, ia mungkin 
cukup cekatan saat melayang di udara, tapi tentu saja tidak segesit burung 
elang. Para peneliti juga menemukan cakar di kakinya yang mungkin sangat 
membantnya saat meraih dahan-dahan yang tinggi.
   
  Katak terbang atau bajing terbang, misalnya, menggunakan membran yang 
membentang di antara ujung jari kakinya atau antara perut dan kaki untuk 
melayang di udara. Membran terbang yang terbentuk di antara tulang rusuk yang 
memanjang hanya ditemukan pada pada fosil-fosil hewan yang hidup di zaman 
Triassic dan kadal naga (Draco volans) yang banyak hidup di Asia tenggara saat 
ini. "Benar-benar menakjubkan bisa melihat evolusi menghasilkan struktur yang 
hampir mirip di antara dua spesies yang terpisah sangat lama," ujar Xu. 
  

Sumber: LiveScience.com
Penulis: Wah

 
---------------------------------
Don't get soaked.  Take a quick peek at the forecast 
 with theYahoo! Search weather shortcut.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke