Belikan Aku Laptop
Musim semi mulai memberi kebebasan berlengan pendek, dan melepas beban berat
pakaian musim dingin, serta memberi peluang pada otak untuk bersemi dengan
sebuah ide-ide yang beku selama musim dingin berlalu, bahkan di Indonesia
kebekuan telah begitu mencair dengan deras banjir dan lumpur. Hal demikian
tentunya membutuhkan penanganan yang serius dari pihak yang bertugas, ketika
masyarakat korban bencana mulai cap jempol darah demi menuntut hak mereka
sebagai warga yang punya pemimpin.
Namun Indonesia memang masih terlalu akrab dengan mitos, negeri yang berubah
menjadi tuan rumah bencana itu, masyarakatnya bahkan pemimpinnya masih suka
hal-hal yang tak masuk akal, gimana tidak? Ketika marak-maraknya bencana eh...
para wakil rakyatnya malah merengek minta laptop, betapa menangisnya sang ibu
pertiwi yang dirundung malang, sementara putra-putra bangsanya tak tahu malu
merengek minta laptop, yang belum tentu bisa mengoperasikan dan memanfaatkan
apa yang diminta itu.
Dalam sebuah berita, ada anak kecil merengek pada ibunya, "ma....belikan aku
laptop", konon katanya gara-gara menonton "kembali ke laptop", ternyata bukan
hanya anak kecil itu yang pengen laptop, penulis sendiri sebenarnya juga
pengen, sebab komputer yang ada sudah terlalu tua dan sudah nggak logis dengan
program-program yang selalu saja ada yang baru, namun mungkin penulis nggak
minta pada pemerintah, kasihan pemerintah sudah kena bencana, DPR minta laptop,
belum lagi koruptor-koruptor terpelajar dalam ilmu korupsinya.
Adalah mitos jika penanggulangan bencana dengan laptop, belum lagi harga
beras yang membumbung tinggi, sementara kablognya sibuk menyimpan uang hingga
diember-ember kamar mandi penuh dengan uang yang tak jelas asal-muasalnya.
Apa ya kira-kira obat penyakit tersebut? Mungkin perlu kita pangkas
cabang-cabang yang sudah tidak segar dan kita bakar, agar tumbuhan itu bisa
bersemi dengan tunas-tunas yang baru, ataukah bagaimana menurut anda?
Kunjungi
http://www.muallimku.com
Kritikmu harapanku
Pingin jadi kawanku, silahkan gabung di
http://tech.groups.yahoo.com/group/kang_guru/
Bersama menuju bahagia
[Non-text portions of this message have been removed]