http://www.kompas.com/ver1/Iptek/0703/28/205350.htm
   
  Oksigen Terdeteksi di Awan Antarbintang 


  STOCKHOLM, RABU - Para ilmuwan selangkah lebih dekat untuk menguak asal-usul 
terciptanya bintang. Jalan untuk memahami proses pembentukan bintang dengan 
mempelajari komposisi  kimia di awan antarbintang, tempat terbentuknya bintang, 
makin jelas dengan ditemukannya jejak molekul oksigen di sana.
   
  Molekul oksigen ditemukan di awan antarbintang bernama rho Oph A yang 
terletak di rasi bintang Ophiuchus pada jarak 500 tahun cahaya dari Bumi. Meski 
jumlahnya ribuan kali lebih sedikit daripada perkiraan, penemuan ini sangat 
berarti karena setidaknya menjawab satu rahasia alam semesta bahwa oksigen 
terbukti ada saat pembentukan bintang.  
  Awan antarbintang merupakan embrio terbentuknya bintang baru yang berupa gas 
berkepadatan tinggi dan memiliki massa hingga ribuan kali massa matahari. 
Karena kerapatannya tinggi dan bermassa besar, gravitasi mendominasi dinamika 
internal awan gas tersebut. Secara perlahan awan akan runtuh dan secara 
tiba-tiba memadat ke arah pusat dan proses pembentukan bintang dimulai. 
   
  Sejumlah pakar astrokimia sejak lama berpendapat bahwa molekul-molekul 
pembentuk kehidupan seperti air dan oksigen sangat melimpah di awan 
antarbintang yang kerapatannya tinggi. Model komputasi yang dikembangkan 
menunjukkan molekul-molekul oksigen cukup mendominasi komposisi awan 
antarbintang pada awal terbentuknya bintang. Oksigen diperkirakan berperan 
menyebarkan energi panas yang terbentuk saat awan memadat yang merupakan tahap 
awal terbentuknya bintang. 
   
  Berbagai usaha untuk mendeteksi jejak oksigen dilakukan dari observatorium 
Bumi, balon udara, maupun dari ruang angkasa. Namun, selalu gagal dan baru kali 
ini berhasil dilakukan para peneliti gabungan dari Swedia, Kanada, Prancis, dan 
Finlandia menggunakan orservatorium ruang angkasa Odin yang mengorbit Bumi. 
Odin yang diluncurkan sejak 20 Februari 2001 ke orbit di ketinggian 600 
kilometer dilengkapi teleskop radio berdiameter 1,1 meter yang beroperasi pada 
rentang gelombang milimeter dan submilimeter.
   
  Molekul oksigen terdeteksi pada pengamatan selama 33 hari yang dilakukan 
antara Agustus 2002 hingga Februari 2006. Hasil analisisnya akan dipublikasikan 
dalam jurnal ilmiah mingguan Astronomy and Astrophysics.         


Sumber: AFP
Penulis: Wah

 
---------------------------------
No need to miss a message. Get email on-the-go 
with Yahoo! Mail for Mobile. Get started.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke