www.kompas.com
T. Rex Bersaudara dengan Ayam
Siapa menyangka seekor T. rex, reptil raksasa purba yang hidup jutaan tahun
lalu, bersaudara dengan ayam. Ini terlihat dari hasil perbandingan struktur
kimia protein jaringan kolagen yang tersimpan di dalam tulang kedua jenis hewan.
Kolagen merupakan komponen utama jaringan penyambung di tubuh hewan dan
manusia. Komponen ini ditemukan di jaringan tulang rawan, ligamen, tendon,
kuku, tulang, dan gigi. Ia akan berubah sifat menjadi agar-agar dan perekat
jika dididihkan di dalan air. Kolagen mengandung protein yang merupakan
pembentuk sel-sel hidup.
Beruntunglah para peneliti menemukan jaringan kolegen dalam fosil tulang
belulang Tyrannosaurus rex yang ditemukan di formasi Teluk Neraka, AS. Protein
kolagennya masih ditemukan dengan baik di dalam fosil tulang kaki T. rex betina
yang diperkirakan mati saat masih berusia remaja itu.
"Bisa Anda bayangkan tulang yang terkubur di dalam tanah selama 68 juta tahun
diangkat dan kemudian dapat diperoleh urutan proteinnya secara utuh?" kata
ketua penelitinya John Asara dari Beth Israel Deaconess Medical Center dan
Sekolah Kedokteran Harvard.
Menurutnya, jaringan yang terpelihara dengan sangat baik sebegitu lama
merupakan hal yang sangat menakjubkan. Protein dari jaringan kolegen tertua
yang pernah ditemukan sebelumnya berasal dari tulang mammoth yang hanya berumur
antara 100 ribu tahun hingga 300 ribu tahun.
Meski demikian, temuan ini tidak lepas dari kontroversi. Sebab, menurut
peneliti lainnya, Mary Schweitzer, ahli paleontologi molekul dari Universitas
Negeri Carolina Utara, ilmuwan pada umumnya meyakini bahwa umur protein dan DNA
ada batasnya. Namun, Matthew Carrano, kurator dinosaurus di Institut
Smithsonian di Washongton DC, AS, tetap menilai temuan protein dalam tulang
kaki T.rex ini sangat sempurna. Menurutnya, siapapun yang menyangkal temuan ini
harus dapat membuktikan bagaimana jaringan tersebut bisa berada di sana.
Tulang kaki T.rex yang bentuknya sekilas seperti stik drum itu ditemukan Jack
Horner dari Museum Rockies pada tahun 2003 saat melakukan pencarian fosil di
sekitar Wyoming, Montana, serta Carolina Utara dan Selatan. Pada tahun 2005,
Schweitzer dan koleganya melaporkan bahwa mereka menemukan jaringan lunak di
dalam fosil tulang paha dinosaurus tersebut.
"Selama berabad-abad diyakini bahwa fosilisasi merusak seluruh sifat asal
jaringan, sehingga jarang yang mengamatinya dengan teliti," ujar Schweitzer.
Apalagi untuk jaringan lunak yang biasanya dengan mudah dirusak mikroba. Maka
temuan jaringan lunak berumur jutaan tahun ini meragukan.
Mirip ayam
Untuk membuktikannya, Schweitzer melakukan sejumlah analisis kimia. Jaringan
tersebut terlihat bereaksi terhadap antibodi yang berasal dari kolagen tubuh
ayam dan jaringan unggas lainnya. Selain itu, jika dilihat dengan mikroskop
terlihat pola jaringan bergaris kolagen. Hasil pemeriksaan massa dan
molekul-molekul tunggalnya menggunakan spektrometer juga memastikan bahwa
jaringan tersebut kolagen.
Bahkan, saat dibandingkan dengan database sifat genetika spesies modern
terlihat bahwa struktur asam amino dari kolagen T.rex sangat mirip dengan
struktur asam amino pada ayam. Organisme membutuhkan sekitar 20 jenis molekul
asam amino untuk membentuk protein dan perintah pembentukannya disimpan dalam
kode DNA.
Temuan ini mendukung pendapat bahwa ayam dan T.rex berasal dari garis
keturunan yang sama. Selain itu, hubungan tersebut juga mendukung teori bahwa
burung memang muncul sebagai hasil evolusi dinosaurus dan burung layak disebut
dinosaurus hidup.
Meski demikian, bagaimana proses evolusi itu terjadi masih menjadi pertanyaan
yang tebuka untuk dijawab siapa saja. Termasuk pertanyaan bagaimana pembentukan
fosil terjadi.
Sumber: LiveScience.com
Penulis: Wah
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check outnew cars at Yahoo! Autos.
[Non-text portions of this message have been removed]