http://www.media-indonesia.com/berita.asp?id=130112
   
   
  Uzbekistan Kagum Kemajuan Pariwisata Indonesia
   
  JAKARTA-MIOL: Pemerintah Uzbekistan menyatakan kekaguman dan ketakjubannya 
pada kemajuan sektor industri pariwisata Indonesia dan karenanya mengajak 
pemerintah di Tanah Air untuk bekerja sama dalam bidang tersebut.
   
  "Indonesia adalah negara yang amat menarik dan karena itulah kami ingin 
menjalin kerjasama yang saling menguntungkan untuk kedua negara," kata Chairman 
of the Chamber of Commerce and Industry of Uzbekistan, Alisher Shaykhov, di 
Jakarta, Kamis, setelah mempresentasikan makalahnya dalam Indonesia-Uzbekistan 
Investment Seminar and Bussiness Forum.
   
  Saat ditanya wartawan, sektor apa yang paling menarik dan diminati pemerintah 
Uzbekistan terhadap Indonesia, jawaban Shaykhov yang pertama adalah sektor 
pariwisata tanah air.
   
  "Banyak hal yang menarik dan yang pasti adalah sektor pariwisatanya," kata 
Shaykhov.
  Menurut dia, Indonesia telah lebih maju dibandingkan negara bekas bagian Uni 
Soviet tersebut terutama dalam mengelola sektor pariwisata.
   
  Oleh karena itu, pihaknya menggandeng Indonesia untuk bekerjasama menggarap 
sektor pariwisata dengan tidak melupakan kerjasama di bidang-bidang lainnya.
   
  Bahkan untuk kerja sama bidang pariwisata, kedua pemerintah (Indonesia 
Uzbekistan) telah menandatangai MoU (Memorandum of Understanding) pada 18 Juli 
1995 silam.
  Direktur Jenderal Bagian Asia Pasifik dan Afrika, Kementerian Luar Negeri RI, 
Primo Alui Joelianto, mengatakan meski MoU tersebut belum juga 
diimplementasikan untuk mewujudkan program kerjasama yang telah dirancang, 
pihaknya menyadari bahwa kedua negara tetap mempunyai perhatian lebih untuk 
meningkatkan kerjasama dalam bidang pariwisata.
   
  "Kerjasama itu diwujudkan di antaranya dengan mengeksplore banyak tujuan 
wisata kepada masing-masing negara," katanya.
   
  Selain itu, pemerintah kedua negara berencana untuk membangkitkan kembali 
perkembangan program kerjasama Sister City antara Banda Aceh dan Samarkand 
sebagai kawasan wisata religi Islam.
   
  "Kedua kota tersebut berpotensi mengundang banyak turis untuk melakukan 
wisata religi selain juga kontak dan saling mengenal masing-masing kultur serta 
kehidupan sosial," katanya.
   
  Saat ini, pemerintah Indonesia tengah menggarap program untuk 
menarik/mendatangkan sebanyak enam juta turis asing yang di antaranya berasal 
dari Uzbekistan dan negara Asia Tengah lainnya.
   
  "Yang lebih penting dari aspek kerjasama di bidang ini, saya ingin kedua 
negara juga meningkatkan kerjasama dalam sektor transportasi udara," kata 
Primo. (Ant/OL-02)


       
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
 Check outnew cars at Yahoo! Autos.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke