Membaca opini Pak Bungaran rasanya saya tidak perlu banyak membayangkan..
Terasa sangat nyata/riil, dalam keseharian kita sekarang.. :-P Terlebih di
bagian ini:

"..
Untuk mendapatkan uang lebih banyak dari luar  negeri maka saya akan
bersikap
manis kepada Amerika karena sebagai sekutu Amerika yang baik tentu dollar
akan
mengalir deras ke kas negara.
.."

Yang sangat sejalan dengan ungkapan legendaris soal kecintaan kepada US
(sebagai negara kedua) termasuk segenap kesalahannya.. Ck ck ck ck...

CMIIW..

Wassalam,

Irwan.K

On 14 Apr 2007 19:55:50 -0700, bungaran <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Saya bermaksud mencalonkan diri jadi Calon Presiden RI , tapi terus
> terang aku tidak punya dana dan partai. Kira-kira ada yang bisa
> membantu saya untuk memuluskan saya untuk menjadi Calon Presiden RI.
> Dana yang saya perlukan untuk menjadi Calon Presiden RI kira-kira 1
> trilyun rupiah. Bagi penyandang dana/pengusaha/konglomerat tidak usah
> takut karena nama-nama anda akan saya rahasiakan sehingga jika ada
> pertanyaan dari para wartawan tentang berapa dana yang dikeluarkan
> saya akan menjawab secara diplomatis cuma 1 milyar rupiah.
> Jika nantinya terpilih menjadi Presiden RI akan saya berikan surat
> sakti untuk beberapa mega proyek sebagai upah lelah karena memuluskan
> saya jadi Presiden RI. Bagi para koruptor yang terdata sebagai
> penyandang dana maka akan saya beritahu kepada jaksa agung supaya
> mereka-mereka terbebas dari tuntutan hukum. Tentu saya tidak
> melupakan budi baik para penyandang dana dan bagi partai pendukung
> akan saya berikan jabatan Menteri, Panglima TNI dan anggota DPR akan
> saya beri kelimpahan materi uang, rumah, wanita, laptop untuk
> memuluskan saya/aka Presiden RI sebagai pengambil keputusan sehingga
> tidak ada suara-suara keberatan atas kebijaksanaan saya sebagai
> Presiden RI dan Panglima Tertinggi. Tapi saya akan bersikap tegas
> terhadap lawan-lawan politik dan akan akan berusaha memenjarakan
> mereka dengan berbagai cara. Sebagai presiden terpilih nantinya tentu
> saya akan bersikap manis dengan Amerika, IMF, Bank Dunia. Untuk
> mendapatkan uang lebih banyak ke kas negara maka saya akan peras
> rakyat dengan beberapa kenaikkan seperti kenaikkan BBM, kenaikan
> Bahan pokok seperti Beras,minyak tanah, gas dan lain-lain melalui
> ketetapan Presiden. Untuk mendapatkan uang lebih banyak dari luar
> negeri maka saya akan bersikap manis kepada Amerika karena sebagai
> sekutu Amerika yang baik tentu dollar akan mengalir deras ke kas
> negara.
>
> --- In [EMAIL PROTECTED]<Forum-Pembaca-Kompas%40yahoogroups.com>,
> Barnabas Rahawarin
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >
> >
> > Tidak perlu pembatasan sedemikian luaran sedemikian.
> > Itu juga bentuk diskriminasi lain. Tidak sedikit
> > Presiden Amerika berusia di atas 60-an.
> >
> > Yang harus "dieliminasi" adalah figur-figur yang
> > membahayakan kesatuan bangsa; berwawasan luas;
> > komitmen kepada rakyat sebagai pemilik bangsa dan
> > negara (vox populi, suprema lex, suara rakyat adalah
> > hukum tertinggi).
> >
> > Carilah figur-figur nasionalis dengan kemampuan,
> > integritas, dapat memperkenalkan diri lebih untuk
> > dipercaya. Usia, gender, dan hal luaran harus mundur.
> > Budiman bisa juga, tapi belum teruji. Teten Masduki
> > juga demikian. Yenny Wahid, Mbak Tutut, Puan Maharani,
> > Mbak Srimulyani, sudah waktunya mulai memperkenalkan
> > diri lebih luas. Sultan Hamengku Buwono XI, Gubernur
> > Sutiyoso, perwakilan figur mantan pemimpin daerah
> > lainnya yang sukses, mengapa tidak dimunculkan?
> >
> > Yang pasti, pemilih dari Pulau Jawa masih merupakan
> > mayoritas sehingga faktor loyalitas pada figur tetua
> > masih akan kuat dan menentukan hasil PILPRES 2009.
> >
> > wassalam,
> >
> > berthy b rahawarin
> >
> >
> >
> > --- Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]>
>
> > wrote:
> >
> > >
> > http://www.kompas.co.id/kompas-
> cetak/0704/14/Politikhukum/3456197.htm
> > > ======================
> > >
> > > Jakarta, Kompas - Calon presiden yang akan bersaing
> > > dalam Pemilu
> > > 2009 hendaknya berumur di bawah 60 tahun. Pemimpin
> > > muda dinilai
> > > lebih berani dan progresif dalam menyejahterakan
> > > rakyatnya.
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke