Bung Yustam,

pertanyaan terlalu hipotetis, rasanya terlalu ngambang kalau diskusinya pakai 
kalau, kalau, kalau dan kalau.

Tapi mungkin ditegaskan saya sendiri bukan pendukung PKI, back ground saya 
bukan di situ.  Saya sendiri tak mau berandai-andai, apa afiliasi politik saya 
seandainya saya waktu itu sudah dewasa.  Yang jelas sekarang ini saya 
pendukung, Gus Dur, Siti Musdah Mulia, Almarhum Cak Nur, Almarhum Cak Munir, 
Ulil, Guntur Romli dan generasi muda lainnya yang progresif dan humanis.

Have a nice day
Bobby B




----- Original Message ----
From: "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Friday, April 13, 2007 10:36:09 AM
Subject: Re: [ppiindia] Re: Suryopratomo: Soeharto, Patriot atau "Crook"


bung Robertus,
Dalam sejarah kejatuhan sukarno, bisa nggak anda bayangkan bila komunis
menguasai indonesia pada saat tersebut dan mereka menguasai indonesia
sampai sekarang, apakah industri indonesia akan seperti sekarang ? Atau
apakah
indonesia akan menjadi seperti china yang semakin menguasai pasar
perdagangan
yang menyelusup ke amerika dan negara-negara lain atau menjadi seperti
korea
utara yang sekarang .....

salam





Kalau bicara Suharto, orang memang sering melarikan diri dari tema HAM
seperti Suryopratomo ini. Mereka selalu mengatakan keberhasilan ekonomi.
Ini menunjukkan bahwa memang Suharto adalah manusia yang sangat kejam,
ratusan ribu nyawa manusia bukanlah hal yang perlu dia perhatikan. Ini
mungkin akibat masa kecil kurang bahagia, kalau tidak manusia tak mungkin
sekejam itu.

OK sekarang kita bicara keberhasilan ekonomi.
Dikatakan Suryopratomo: "Tidak bisa disangkal salah satu keberhasilan yang
dicapai Presiden Soeharto selama 32 tahun menjadi orang nomor satu di
Indonesia adalah mengubah Indonesia dari negara miskin menjadi negara yang
beranjak ke negara industri baru."

Benarkah demikian???? Sebagai representative perusahaan asing yang bergerak
di bidang industri polimer / plastik, saya melihat sendiri bahwa ternyata
industri indonesia kebanyakan hanyalah sekedar tukang jahit.
Industri-industri besar pun sebenarnya banyak dikuasai oleh Jepang atau
perusahaan Eropa hingga sekarang. Industri Indonesia masih terbelakang
bahkan dibanding negara-negara tetangga yang jauh lebih kecil dan miskin.

Kita ambil contoh dari konsumsi plastik Indonesia yang diperkirakan sekitar
9 kg per kapita (per kepala per tahun). Di Malaysia, dan Thailand misalnya,
sudah sekitar 20 kg per kapita. (Jerman kebutuhan plastik di atas 130 kg
per kapita). Ini indikator sederhana saja seberapa advance industri
Indonesia. Pada kenyataannya memang demikian, industri plastik di negara
Thailand dan Malaysia sudah jauh lebih maju daripada Indonesia.

Jadi pernyataan Indonesia telah menjadi negara industri baru sungguh sangat
menyesatkan dari Suryopratomo. Jaman Suharto pun kita sudah tahu bahwa
primadona Industri nonmigas Indonesia adalah hasil hutan/kayu dan textil
(yg padat karya). Jadi istilah Indonesia adalah negara Industri baru,
sungguh merendahkan martabat Suryopratomo sebagai salah satu pemimpin koran
terbesar di negeri ini. Pernyataan tersebut sudah hampir bisa dibilang
sebagai pembohongan publik. Ada apa dengan KOMPAS atau Suryopratomo? ???

Sebenarnya ada satu kehebatan Suharto sebenarnya yang jarang dibahas para
pendukungnya. Yaitu bagaimana Suharto menelikung dan menguasai jiwa
seseorang. Contoh kongkretnya adalah ya si pengirim email tulisan
Suryopratomo ini, yaitu Bung Yap Hong Gie. Bagaimana mungkin seorang putera
pejuang HAM seperti Yap Thiam Hien, bisa begitu getol membela Golkar,
Militer dan Suharto. Itulah kehebatan Suharto sesungguhnya, dia sangat
mahir membeli dan mengintimidasi manusia-manusia yang berjiwa lemah
(seperti Suryopratomo) , atau kalau tidak lemah, manusia yang kurang cerdas.

Dalam sebuah seminar, saya pernah bertanya pada salah satu Direktur CSIS,
ex kaki tangan Orde Baru, J Kristiadi. Saya bertanya pada Pak Kristiadi
mengapa kok CSIS yang begitu banyak orang pinter bisa dipakai Suharto
seenaknya, kok kalah ama Suharto? J Kristiadi menjawab: "Suharto itu sangat
pintar, jagonya menelikung orang.". Itulah dia Suharto sangat pintar
mengelabui manusia.

Demikian kiranya tanggapan saya.

Buat Bung YHG, tak perlu merasa tersinggung, karena sebagai anak Yap Thiam
Hien, mau tak mau anda adalah figur publik. Kemudian saya juga tidak
mengatakan bahwa anda adalah orang yang tidak bermoral seperti Suharto
(Suharto pun saya lihat sebagai akibat pendidikan masa kecil yang tidak
benar, seperti diakuinya sendiri di Biografinya, waktu kecil dia begitu
nelongso/menderita) . Saya menduga kuat bhw bung YHG hanyalah korban
kepandaian Suharto untuk menguasai / mengintimidasi / menipu orang. Namun
seandainya anda tersinggung ya silahkan, tapi jelas saya tidak membahas
urusan pribadi anda, agama anda atau apapun yg privat. Saya membahas YHG
sebatas berkenaan dengan kontext Suharto sebagai figur sejarah kelam
Indonesia.

Akhir kata, kita semua sekarang tahu bagaimana kualitas orang yang bernama
Suryopratomo ini. Bagaimana dengan Budiarto Sambazy, Daniel Dhakidae dll?

Salam
Bobby Budiarto

____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
We won't tell. Get more on shows you hate to love
(and love to hate): Yahoo! TV's Guilty Pleasures list.
http://tv.yahoo. com/collections/ 265

[Non-text portions of this message have been removed]










____________ _________ _________ _________ _________ _________ _

Disclaimer :
- This email and any file transmitted with it are confidential and
are intended solely for the use of the individual or entity whom
they are addressed, if you are not the original recipient, please
delete it from your system.
- Any views or opinions expressed in this email are those of the
author only.
____________ _________ _________ _________ _________ _________ _


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke