18/04/2007 20:33 WIB
Mahasiswa Surabaya Ciptakan Program Pengalih Iklan TV
Fatichatun Nadhiroh - detikcom

Surabaya -
Bagi yang gemar menonton berbagai acara di
televisi, keasyikan menjadi terganggu ketika iklan
ditayangkan. Kini Anda tidak perlu khawatir lagi.
Sebuah program pengalih iklan otomatis acara TV telah
diciptakan.

Program yang diciptakan Purnomo Kristanto, mahasiswa
jurusan teknik elektro Fakultas Teknik Universitas
Surabaya ini boleh jadi akan menjadi "musuh bebuyutan"
bagi para pengelola stasiun televisi maupun pemasang
iklan.

Purnomo mengakui, saat ini software buatannya memang
baru bisa digunakan atau dijalankan dengan cara
menghubungkannya secara paralel antara TV dengan
komputer atau laptop.

"Di samping televisi memang harus ada komputer atau
laptop agar televisi bisa mendeteksi tayangannya
berupa acara atau iklan. Tapi sekali lagi saya tidak
ada kepentingan bisnis apa pun," jelas Purnomo dalam
perbincangannya dengan detikcom, Rabu (18/4/2007).

Untuk mempermudah penggunaan program ciptaannya,
Purnomo mengatakan, software tersebut bisa dimasukkan
atau ditambahkan ke dalam pesawat televisi melalui IC
(integrated circuit), sehingga televisi bisa bekerja
otomatis untuk mendeteksi tayangan iklan atau bukan.

"Dalam tugas akhir yang saya buat, hanya ada satu
stasiun televisi yang tidak bisa terdeteksi yaitu
Trans TV. Sebab logonya konstan. Sedangkan logo TV
lainnya berubah-ubah ketika tayangan acara dengan
iklan," kata Purnomo.

Dia menjelaskan proyek ilmiahnya itu mengandalkan
program Microsoft Visual C++ dan program Image
Processing Analizing. Sebelum membuat software yang
telah mengantarkannya mendapat nilai AB untuk
penyusunan tugas akhir ini, ia melakukan upaya
pengenalan gambar-gambar yang muncul di layar
televisi.

Hasilnya, ia menemukan jika logo dari stasiun televisi
dapat dikenali untuk membedakan apakah stasiun
televisi itu sedang menyiarkan iklan atau menayangkan
sebuah acara.

"Untuk itulah akhirnya saya mencoba menggunakan
parameter logo dari stasiun televisi untuk membuat
program pengalih iklan secara otomatis pada
acara televisi. Dimana saat tayangan acara
berlangsung, maka logo berwarna biru lebih dominan dan
pada saat tayangan iklan logo berwarna berubah
transparan," katanya.

Dari perubahan logo pada stasiun televisi ini kemudian
dianalisa dengan menggunakan teknik image processing
dan metode tambahan secara statistik, untuk melakukan
pemrosesan data.

Purnomo menegaskan, dirinya tidak mempunyai pretensi
apa pun dengan rancangan software pendeteksi logo ini.
Alasannya program ciptaannya itu hanya untuk
kenyamanan penonton televisi yang tidak ingin
terganggu iklan saat sedang asik menonton televisi.

"Jujur saja, bagi sebagian orang keberadaan iklan di
sela-sela acara TV
dianggap mengganggu keasyikan saat menonton,"
tambahnya.

Selain itu, ada tujuan mulia di balik niatnya
menciptakan program tersebut. Purnomo menilai
iklan-iklan di TV terkadang menonjolkan hal-hal
negatif, karena penyampaian informasi tentang suatu
produk dikemas sedemikian hingga menarik perhatian
orang tanpa memperhatikan etika, norma kesopanan, dan
moral.

Saat ini Purnomo tengah menunggu keputusan dari
Nanyang Technological
University, Singapura (NTU) untuk bisa melanjutkan di
program S2. (fat/bal)


 
Satrio Arismunandar 
Producer - News Division, Trans TV, Floor 3
Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790 
Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4026,  Fax: 79184627
 
http://satrioarismunandar6.blogspot.com  
 
"If you know how to die, you know how to live..."

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke