Warga Kota Bogor Mulai Membuat Lubang Biopori 
Ribuan Mahasiswa IPB dan Pelajar Dikerahkan


Bogor, Kompas - Sebanyak 2.000 mahasiswa Institut
Pertanian Bogor dan ribuan pelajar Kota Bogor, Jawa
Barat, Sabtu (21/4) pagi, dilepas untuk membantu warga
membuat lubang biopori di halaman rumah mereka
masing-masing. 

Pembuatan lubang biopori diawali acara seremonial oleh
Wali Kota Bogor Diani Budiarto dan Rektor Institut
Pertanian Bogor (IPB) Ansori A Mattjik di lapangan
Sempur, Kecamatan Bogor Tengah. Kegiatan tersebut
dilaksanakan sehubungan dengan peringatan Hari Bumi 22
April ini. 

Diani Budiarto mengatakan, program pembuatan lubang
biopori di Kota Bogor merupakan jawaban konkret
masyarakat Bogor atas masalah krisis air yang
membayangi dunia, termasuk Indonesia, sebagaimana
dilansir World Water Forum II tahun 2002. Pembuatan
lubang biopori membantu agar penyerapan air ke dalam
tanah menjadi lebih mudah sehingga menjamin
ketersediaan air di dalam bumi. 

Adapun Ansori Mattjik mengatakan, membuat lubang
biopori merupakan penghargaan manusia terhadap bumi
yang dapat dilakukan dengan mudah. 

"Lubang biopori merupakan teknologi sederhana untuk
konservasi lahan, yang dalam jangka panjang dapat
membantu mencegah longsor, banjir, dan pengendalian
sampah rumah tangga," katanya. 

Pemerintah Kota Bogor menergetkan sedikitnya selama
Sabtu dan Minggu ini dapat dibuat 5.250 lubang
biopori, yang tersebar di 68 kelurahan di enam
kecamatan. Angka ini diambil untuk menandai peringatan
hari ulang tahun ke-525 Kota Bogor, Juni 2007. 

Terus bertambah 

Pembuatan lubang biopori itu diharapkan akan terus
bertambah seiring semakin meningkatnya kesadaran warga
Kota Bogor berpartisipasi melakukan konservasi lahan
lingkungan permukimannya. 

Untuk mengantisipasi dan mendorong hal itu, menurut
Asisten Sosial Ekonomi Kota Bogor Indra M Rusli,
pemerintah kota memberi tiap-tiap kelurahan 10 bor
tanah manual, alat untuk membuat lubang biopori. 

"Dengan setiap lurah mengoordinasi pembuatan lubang
biopori ini, kami harapkan pada peringatan hari jadi
Kota Bogor pada 3 Juni nanti, di wilayah ini ada
22.407 lubang biopori yang digunakan dan dipelihara
warga sehingga benar-benar berfungsi sebagai instrumen
konservasi lahan," kata Indra. 

Ansori Mattjik mengatakan pula, mahasiswa IPB yang
bergabung dalam Jaringan Mahasiswa Peduli Lingkungan
IPB akan membantu warga membuat lubang biopori ini
hingga Juni 2007. "Kami mendorong kegiatan warga
karena jika setiap rumah memiliki dan memanfaatkan
lubang biopori ini dengan baik, dapat mengatasi
masalah sampah rumah tangga cukup signifikan,"
ujarnya. 

Penemu teknologi sederhana konservasi lahan ini dan
pencipta alat bor tanah biopori adalah dosen IPB,
Kamir R Brata. Dosen Ilmu Tanah tersebut sudah
memperkenalkannya sejak awal tahun 1990-an. Ia tidak
mematenkan alat bor itu sehingga siapa saja boleh
meniru dan membuatnya. 

"Silakan datang ke Laboratorium Tanah IPB di Dramaga
untuk melihat atau meniru alat bor itu. Yang menjadi
perhatian saya adalah lubang biopori ini bisa dikenal
dan berguna bagi masyarakat," katanya. 

Lubang biopori dapat dibangun baik di halaman rumah,
di pinggir jalan, maupun di lahan yang tertutup
perkerasan sekalipun. Lubang itu, menurut Kamir, perlu
dibangun dalam skala luas sehingga lebih efektif dalam
mengembalikan air ke dalam tanah dan mencegah banjir
pada saat turun hujan lebat. 

Lubang biopori dengan sampah organik akan memungkinkan
berbagai mikroorganisme dalam tanah dapat tumbuh.
Selanjutnya, mikroorganisme tersebut menciptakan
pori-pori di dalam tanah untuk penyerapan air dan
penyediaan oksigen di dalam tanah. 

Kamir menuturkan, jika banyak orang memiliki dan
mengaktifkan lubang biopori, dapat berdampak pula
menciptakan hubungan sosial yang baik. "Kita menjadi
tidak merepotkan para pemulung karena sampah yang kita
buang sudah terpilah. Sampah organiknya kita
manfaatkan untuk mengisi lubang biopori, yang nantinya
dapat diambil setelah menjadi kompos tanaman," tutur
Kamir. (rts)

Kemajuan mustahil terjadi tanpa perubahan. Dan, mereka yang tak bisa mengubah 
pemikirannya tak bisa mengubah apa pun. (George Bernard Shaw, 1856-1950)
pustaka tani
 prohumasi
 nuraulia


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke