Sewaktu tingkat pertama kuliah, teman laki-laki satu grup ospek saya, sangat 
menjaga pergaulan dan menjaga pandangan.  Bila azan berkumandang, ia selalu 
mengingatkan lelaki di grup kami untuk shalat berjamaah di Masjid. Bila ada 
hal-hal yang tak sesuai dengan ajaran agama, ia langsung mengingatkan. Saya 
simpati dengan beliau. Hari-hari berlalu, seiring waktu, entah kenapa, beliau 
futur. Sehingga beberapa waktu lalu saya bersua dengannya, ia telah berubah. 
Saya tertegun.
   
  Sewaktu tingkat pertama kuliah, seorang gadis tomboy teman satu kos saya. 
Berpotongan cepak, tiap sore belajar tae kwondo. Hobi organiasi, kongrow2 
dengan cowok-cowok. Waktu SMA ia ketua osis. Dalam waktu rentang 1 tahun, 
ketika hidayah menyinari hatinya. Gadis ini berubah total. Berbusana muslimah 
rapi lengkap, menjaga dirinya, dan mulai menata akhlaknya. Kadang kita bersua 
di moment acara kajian  yang sama.
   
  Mas Ahmad, 
  Dengan perkataan mas ini:
  "Mereka sampai kapanpun akan tetap ingkar kepada aturan dan ketetapan Sang 
Pencipta. Mau dibikin aturan kayak gimanapun kalau itu dari Islam , pasti 
ditolak....apalagi hukuman MATI." 
   
  Saya tak mempercayainya, jika Allah berkenan apa pun bisa terjadi. Anda pun 
tak berhak mengatakan demikian. Jika mas pun yakin dengan sesuai fitrah, akal 
dan menentramkan jiwa. Maka persoalannya bukan di subtansi. Mungkin Allah belum 
berkenan atau mungkin kita yang khilaf menyampaikan.
   
  Persoalannya, apakah pernah kita meminta?
   
   
   
   
  

com> wrote:
          Sudahlah,

Mereka sampai kapanpun akan tetap ingkar kepada aturan dan ketetapan Sang 
Pencipta. Mau dibikin aturan kayak gimanapun kalau itu dari Islam , pasti 
ditolak....apalagi hukuman MATI...Mbak Aris khan tahu kemana mereka pergi kalau 
sudah mati?jadi so pasti takut banget sama hukuman mati.

Capek deh...

aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]> wrote: He he he, mas sekali-kali boleh kan 
saya ndak serius. Tapi mas Dede, pasti arahannya ke sana melulu sih. Beli tape 
di pasar Gede, tape deh.

Yah sudah terima saja, dibilang nggak ngerti apa-apa. Ndak ada yang dirugikan. 
Soalnya saya ndak merasa sih.

Kalau bahas tentang hukuman mati saya sudah pernah posting disini panjang 
sekali. Yah saya paham ko, kenapa Kompas kenapa mengambil moment itu. Itu mah 
rahasia umum. Boleh kan ngeles?

Contoh lagi mas selalu membahas bagian sensitive deh (tahu kalau saya sensitive 
soal ini ya): 

Kompas Kampanye Menolak Perda Syariah secara Terbuka! Coba saja kalau berani!

Kalau saya sebagai orang promosi akan bilang: 

Alhamdulillah itu promosi gratis buat sosialisasi Perda Syariah.
Apalagi ditulis BESAR-BESAR di bagian HEADLINE. Apa Tempo mau coba? 

Penolakan kagak ngaruh: Life so must go on. Yang penting usaha, hasil serahkan 
yang Kuasa.



Nugroho Dewanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

aduuh aries semakin banyak bicara semakin kelihatan
gak ngerti apa-apa deh.

dihukum 1.000 tahun penjara itu bukan berarti sampai
jadi tengkorak masih harus mendekam di penjara.

begitu dia mati ya dikubur, habis perkaranya di dunia.
tempatnya di penjara bisa untuk napi lain.

hukuman sampai beratus atau beribu tahun penjara cuma
untuk menunjukkan betapa keji kejahatannya.

btw, sebetulnya memang ada isu lain yang lebih hot
yaitu menolak perda syariah hehehe....

At 01:31 PM 4/24/2007, you wrote:

>Ya deh 1000 tahun penjara sajah sampai jadi tengkorak. Tapi kasian 
>tetangga napi lainnya lho mas. Bau banget...belum lagi belatungnya 
>hiiiiiiiiiiiiiiiiii jijik. Ditambah, arwah penasaran bergentayangan 
>tiap malam, soalnya tuh tengkorak nggak dikubur.he he he
>
>Alhamdulillah, semoga keluarga saya terhindar dari kriminalitas 
>beginian. Mau nitip doa nggak mas. ^_^ Soalnya saya ndak rela 
>pembunuh orang saya cintai (kalau ia tak salah apa2), hidup dan 
>nggak tega juga menyiksa orang seumur hidup apalagi sampai jadi tengkorak.
>
>Ehm,,, btw kenapa ya, Kompas ko di ultahnya mengkampanyekan 
>penolakan hukuman mati. Maaf lagi usil nih, maksud saya sih, apa tak 
>ada isu lain yang lebih hot gitu?
>Kompas gitu lho.
>

Kemajuan mustahil terjadi tanpa perubahan. Dan, mereka yang tak bisa mengubah 
pemikirannya tak bisa mengubah apa pun. (George Bernard Shaw, 1856-1950)
pustaka tani
prohumasi
nuraulia

---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check outnew cars at Yahoo! Autos.

[Non-text portions of this message have been removed]





Wassalam, 
Ahmad

---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check outnew cars at Yahoo! Autos.

[Non-text portions of this message have been removed]



         


Kemajuan mustahil terjadi tanpa perubahan. Dan, mereka yang tak bisa mengubah 
pemikirannya tak bisa mengubah apa pun. (George Bernard Shaw, 1856-1950)
pustaka tani
 prohumasi
 nuraulia

       
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
 Check outnew cars at Yahoo! Autos.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke