Nimbrung nih, Problim paganisme atau kemusyrikan dan kekafiran adalah problematika ketidaktahuan manusia atas mulabuka kehadiran lingkungannya dan dirinya sendiri.
Problim utama manusia yang perlu dipecahkan adalah anjuran firman Allah swt agar manusia mempergunakan akal dan fikirannya dalam meemahami kehadiran dirinya dan alam lingkungannya. Mau atau tidak mau mempergunakan akal fikirannya guna mengerti dan memahami dirinya dan alam lingkungannya. Dalam hal ini ada kebebasan yang ditawarkan, tidak dipaksa, sebab hukum Allah swt sudah ditetapkan semenjak proses penciptaan alam semesta dimulai. Seluruh alam semesta tunduk patuh sukarela atau terpaksa kepada hukum tersebut (ber-Islam). Sebagian besar manusia masih membantah dan menolak adanya hukum tersebut dan membuat tandingan hukum sendiri yang berupa paganisme dan isme-isme lainnya. Benar dan tidaknya isme-isme ini masih terus diuji oleh hukum-hukum yang sudah dibakukan di dalam proses penciptaan yang hingga kini masih berlangsung dan mengalir ke masa datang (al-ahirat) dan Socrates bilang "Pantharhe". Jika ingin tinggal di "jannah" maka kuasai ilmu pengetahuan dan seluruh aplikasinya dalam kehidupan dan pergunakan untuk mengenal "wajah" Allah swt. Itulah sebabnya wahyu pertama kepada Muhammad adalah "Bacalah!!!" Wassalam, A.M [Non-text portions of this message have been removed]

