IMO,
buku seperti ini tidak ada gunanya -setidaknya- bagi umat Islam. Apa
yang kita dapatkan dari situ? Apakah Nabi SAW pernah mengajarkan kita
mengurusi kekurangan orang lain atau bergunjing atau memfitnah?
Apalagi kalau misalnya si penulis cuma membual dan memprovokasi.
Paling2 akan dimanfaatkan buat menjelek2an agama lain, sedangkan kita
sendiri akan tersinggung juga kalau agama kita yang dijelek2an..
Perang dah...

Daripada baca buku yang isinya menjelek2an orang/kelompok lain
(termasuk posting2 yang isinya flame thd Islam juga nih), mending baca
buku2 yang bisa nambah ilmu dan merangsang kita berpikir dan merenung
misalya bukunya Pak Jared Diamond. 

Bagi yang tidak masalah dg bandwith, saya rekomen film dokumenter yang
bagus sekali: When the Moors Ruled in Europe. Tentang silih berganti
kekuasaan Islam dan Kristen di Andalusia. After that, let's try to
think beyond the history.

http://video.google.com/videoplay?docid=-768956312207897325 

salam,

fau

--- In [email protected], tari susanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> Minggu, 22 April 2007
> 
> Menguak Perilaku Seks para Paus
> ( ) Buku ini sangat menarik. Penulisnya dengan erani
> mengungkap rahasia
> kehidupan seks para paus, termasuk kenakalan dan
> penyimpangan seksual
> mereka. Dengan lugas ia menggambarkan betapa bobroknya
> moral para paus dari
> generasi tertentu, sekaligus betapa longgarnya
> kehidupan seks sementara
> orang-orang Vatikan.
> Sebagai contoh saja, Paus Yohanes Paulus II,
> dikisahkan melakukan hubungan
> seks secara terbuka dengan seorang biarawati di depan
> para kardinal.
> Sementara Paus Yohanes XII diceritakan mati ditikam di
> atas ranjang ketika
> sedang berzina dengan istri orang. Nasib yang sama
> menimpa Yohanes XIII,
> ditikam oleh suami perempuan yang sedang dizinai. Ada
> juga paus yang
> dikisahkan suka sodomi, biseks, inces, memimpin rumah
> pelacuran, atau
> mengubah rumah suci jadi harem.
> Seperti buku The Holly Blood dan the Holly Grail karya
> Michael Baigent dan
> Richard Leigh, atau The Da Vinci Code karya Dan Brown,
> beberapa bagian buku
> ini juga mengungkap jati diri dan kehidupan seks serta
> kematian Yesus dengan
> versi yang berdeda dari versi resmi Vatikan. Misalnya,
> Yesus diceritakan
> memiliki anak-anak dari perkawinannya dengan Maria
> Magdalena, dan tidak mati
> disalib.
> Sebagaimana The Da Vinci Code, karya Cawthorne ini
> juga potensial
> mengundang kontroversi. Tetapi, penerbitnya sudah
> mengingatkan bahwa
> penerbitan buku ini hanya sebagai upaya untuk
> menghadirkan bacaan yang
> berbeda, tanpa bermaksud menyinggung ideologi atau
> teologi tertentu. Yang
> jelas, buku ini menarik untuk dibaca siapa saja, yang
> bisa berpikir dan
> bersikap dewasa.n ahmadun yh
> 
> Judul buku: Rahasia Kehidupan Seks para Paus
> Penulis: Nigel Cawthorne
> Penerjemah: Sigit P
> Penerbit: Alas Publishing, Yogyakarta
> Tebal buku: 284 halaman
> Cetakan: pertama, Februari 2007
> 
> 

Kirim email ke