Tulisan di bawah ini menunjukkan bahwa
konsep Terorisme mulai Timbul bukan dari
Timur Tengah (yang sering dihubungkan dengan
suatu agama - yaitu - Islam), namun dari
Negara maju , yaitu Perancis.

-------

Munculnya terorisme

Meski istilah teror dan terorisme baru mulai populer
abad ke-18, namun fenomena yang ditujukannya bukanlah
baru. Menurut Grant Wardlaw dalam buku Political
Terrorism (1982), manifestasi terorisme sistematis
belum muncul sebelum Revolusi Perancis, tetapi baru
mencolok sejak paruh kedua abad ke-19. Dalam suplemen
kamus yang dikeluarkan Akademi Perancis tahun 1798,
terorisme lebih diartikan sebagai sistem rezim teror.

Istilah itu lebih merefleksikan perilaku Pemerintahan
Teror (Reign of Terror) yang berlangsung antara
tanggal 5 September 1793 sampai 27 Juli 1794.
Pemerintahan represif yang berdiri berdasarkan Dekrit
5 September 1793 itu bermaksud untuk menghukum dan
membunuh mereka yang melawan Revolusi Perancis (1789).


Titik balik perkembangan terorisme mulai muncul
pertengahan abad ke-19 di Rusia ketika muncul
organisasi Narodnaya Volya (Perjuangan Kita) pimpinan
Mikhail Bakunin. Semula organisasi yang dianggap
sebagai organisasi terorisme modern pertama ini
menentang Tsar, tetapi karena gagal menghancurkan
basis kekuasaan Tsar, lalu mengampanyekan anarki dan
konsep nihilisme.

Dialektika perkembangan terorisme semakin menarik
karena terorisme yang semula digunakan untuk melawan
pemerintah dan negara, seperti dalam kasus Narodnaya
Volya, justru kemudian balik digunakan negara dan
penguasa untuk menindas masyarakat.

Di pihak lain, organisasi terorisme telah bermunculan
di mana-mana di dunia, dengan pelbagai alasan.
Terorisme benar-benar menjadi gejala global. Gerakan
kelompok terdahulu sering kali memberi inspirasi bagi
pembentukan dan kegiatan kelompok yang lebih kemudian.


Bahkan, di kalangan kelompok terorisme itu terdapat
jalinan kerja sama. Richard Deacon dalam The Israeli
Secret Service menyatakan, Tentara Merah Jepang
(Sekigun) mendukung operasi gerilyawan Palestina
dengan tenaga personal. Tahun 1971, Sekigun mengirim
Nona Fusako Shigenobu, salah seorang perempuan yang
menjadi tokoh "Komisi Arab Sekigun."

Secara kualitatif, terorisme sudah banyak berubah
dibandingkan dengan di masa lalu, terutama karena
kemajuan teknologi. Pembajakan pesawat yang menjadi
salah satu aktivitas teroris yang paling dramatis,
banyak sekali terjadi abad ke-20, lebih-lebih tahun
1960-an dan 1970-an.

Tidaklah berlebihan kalau Grant Wardlaw menyatakan,
terorisme merupakan sebuah komoditas yang bisa
diekspor, terrorism is now an export industry. Memang,
terorisme ibarat industri yang bisa dikembangkan di
mana-mana. Tetapi industri itu, menurut Collin Wilson
dan Donald Seamen, sebagai the world's most sinister
growth industry, industri kekejaman dunia yang paling
berkembang.

Sedangkan pelaku teror atau terorisme, menurut
analisis Anthony Storr, umumnya penderita psikopat
agresif. Gangguan psikologis yang parah membuat pelaku
aksi teror menjadi manusia yang kehilangan nurani,
bersikap kejam, agresif, sadistis, dan tanpa ampun.
Seluruh perasaan takut seolah dibunuh habis, termasuk
perasaan takut terhadap kematian atas dirinya sendiri,
apalagi kematian orang lain.

Bahkan, pengamat masalah terorisme Uri Ra'anan dalam
buku Hydra of Carnage, International Linkages of
Terrorism (1986), mengingatkan kemungkinan kaum
teroris membikin bom nuklir yang bisa dibawa-bawa
dalam koper (suitcase nuclear bomb), atau bahan
ledakan nuklir sederhana yang bisa dipasang di jantung
sebuah kota dan meledakkannya. Benar-benar seram!
(Rikard Bagun)

http://www.polarhome.com/pipermail/nusantara/2002-November/000629.html

Kirim email ke