Tingkatan Nilai Akhlak (2)
3. Pengenalan kepada kebaikan dan keburukan

Kata mengenal mempunyai muatan yang berbeda dengan kata mengetahui. 
Orang Arab menggunakan kata ma'rifat untuk menyebut pengenalan dan 
kata 'ilm untuk menyebut pengetahuan, Pengetahuan merupakan aspek 
kognitip sedangkan pengenalan sudah menyentuh aspek afektip. 
Pengetahuan seseorang tentang sesuatu belum tentu memotivisir 
tingkahlaku yang mendukung pengetahuannya, tetapi orang yang mengenal 
tentang sesuatu, kalau toh tidak melakukan sesuatu yang sejalan 
dengan pengenalannya, sekurang-kurangnya ia simpati atau empati 
terhadapnya. Orang yang memiliki banyak pengetahuan tentang nilai-
nilai kebaikan boleh jadi ia bisa menjadi dosen ilmu etika atau 
menulis buku tentang etika, tetapi belum tentu perbuatannya sesuai 
dengan pengetahuan yang diajarkan dan ditulisnya. Tetapi orang yang 
sudah mengenal nilai-nilai kebaikan, ia bukan hanya mengetahui tetapi 
merasakan makna dari suatu perbu­atan baik, dan dapat merasakan 
penderitaan korban dari perbuatan kejahatan. 

Orang yang sudah mengenal kebaikan, kalau toh ia belum menjadi orang 
baik, sekurang-kurangnya ia sudah bercita-cita untuk menjadi orang 
baik. Ia mau membantu orang lain yang sedang berusaha untuk menjadi 
orang baik, dan kalau toh ia belum bisa menjadi orang baik, ia selalu 
menyesali dirinya mengapa ia belum bisa. Ia sudah mencintai kebaikan 
yang sudah ia kenali meski ia belum bisa meme­luknya erat-erat.


4. Kecenderungan Jiwa kepada Kebaikan atau Keburukan
Seseorang pada tingkatan ini, pengetahuan dan pengenalannya terhadap 
kebaikan dan atau keburukan telah menjadi bagian dari jiwanya, 
sehingga jika ia orang baik, maka berbuat baik itu sudah meru­pakan 
spontanitas, tanpa memikirkan untung rugi dan resikonya. Demikian 
juga jika ia orang jahat maka berbuat jahat sudah merupa­kan 
spontanitas tanpa memikirkan resiko bagi dirinya maupun akibat buruk 
yang akan menimpa korban kejahatannya. 

Orang baik pada tingkatan ini alergi kepada perbuatan buruk, 
sebaliknya orang jahat pada tingkatan ini juga alergi terhadap 
perbuatan baik. Pada tingkatan inilah seseorang dianggap sudah 
berakhlak, akhlak baik atau akhlak buruk, karena nilai-nilai kebaikan 
atau keburukan telah mewarnai keadaan batinnya, keadaan jiwanya.


Wassalam,
agussyafii

==============================================
Sekiranya berkenan mohon kirimkan komentar anda melalui 
http://mubarok-institute.blogspot.com dan [EMAIL PROTECTED]
==============================================


Kirim email ke