Bernard Lewis, seorang sejarawan, menyebutkan bahwa pada tahun 1563 M,
penguasa Muslim di Aceh mengirim seorang utusan ke Istambul untuk meminta
bantuan melawan Portugis sambil meyakinkan bahwa sejumlah raja di kawasan
tersebut telah bersedia masuk agama Islam jika kekhalifahan Utsmaniyah mau
menolong mereka. Saat itu, kekhilafahan Utsmaniyah sedang disibukkan dengan
berbagai masalah yang mendesak, yaitu pengepungan Malta dan Szigetvar di
Hungaria, dan kematian Sultan Sulaiman Agung. Setelah tertunda selama dua
bulan, meraka akhirnya membentuk sebuah armada yang terdiri dari 19 kapal
perang dan sejumlah kapal lainnya yang menyangkut persenjataan dan persediaan
untuk membantu masyarakat Aceh yang dikepung. Namun, sebagian besar kapal
tersebut tidak pernah tiba di Aceh. Banyak dari kapal-kapal tersebut dialihkan
untuk tugas yang lebih mendesak yaitu memulihkan dan memperluas kekuasaan
Ustmaniyah di Yaman. Ada satu atau dua kapal tiba di Aceh. Kapal-kapal
tersebut selain
membawa pembuat senjata, penembak, dan teknisi juga membawa senjata dan
peralatan perang lainnya, yang langsung digunakan oleh penguasa setempat untuk
mengusir Portugis. Peristiwa ini dapat diketahui dalam berbagai arsip dokumen
negara Turki.
Informasi ini bisa ditemukan di: Buku Bernard Lewis, What Went Wrong? Western
Impact and Middle Eastern Response atau diterjemahkan bebas Apa yang Salah?
Sebab-Sebab Runtuhnya Khilafah dan Kemunduran Umat Islam, 2004, PT.Ina
Publikatama, Jakarta hal 16-17.
Bangsa yang besar adalah bangsa yang tak melupakan sejarah.
JASMERAH, Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah (Pidato Soekaeno dalam
rangka HUT RI 1966)
salam,
Aku tak ingin menjadi manusia amnesia, tak mengenal seluruh sejarah nenek
moyangku, karena dari mereka, aku bisa belajar tentang hidup, bertahan diantara
serbuan dan meraih kejayaan yang hilang dari genggaman.
Marconi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Maksudnya 'kan untuk maju ke depan (bukan ke samping atau ke
belakang) perlu menoleh ke belakang agar lebih berhati-hati.
Apabila sudah menyadari amburadulnya Bangsa, Negara dan Pemerintahan Republik
mbok ya berusaha mengajak yang lain yang juga sudah menyadari untuk berembug
menyimpulkan pengalaman masa lalu (di sini perlunya mengetahui
sejarah-history). Kemudian memperhatikan masa sekarang (al-dun-ya) dan
menganalisisnya sedemikian rupa (tentu menurut ilmu-ilmu tercanggih) kemudian
menemukan perspektif masa depan (al-ahirat). Sesudahnya harus ditetapkan
ancar-ancar yang hendak dicapai dan mungkin untuk dicapai (realistis). Mencari
sahabat-sahabat yang sudah sadar yang bersedia mendukung tujuan ideal tadi.
Kemudian membuat suatu perjanjian kesepakatan dengan akte notarial (agar yang
menghianati perjanjian dapat dituntut untuk diadili dan mengganti kerugian).
Selanjutnya fikirkan suatu programa strategis dan taktis yang masuk akal, logis
dan dialektis Islami dapat dilaksanakan dalam mencapai tujuan yang sudah
disepakati sebagi suatu kebersamaan.
Dalam langkah selanjutnya harus selalu dipantau polah laku para pelaksana
program dan programnya itu sendiri agar dapat mengatasi kelemahan dan menemukan
persesuaian dengan realitas mandiri yang melingkupi subyek-subyek pelaksana
ideal. Sehingga di dalam pelaksanaan program kehidupan itu selalu mungkin
dilakukan pembetulan, pelurusan dan pemeliharaan perangkat dan aparat pelaksana
serta program itu sendiri selalu mungkin direnovasi, diinovasi, sesuai dengan
sitkon obyektif yang tidak pernah membeku.
Sadarilah bahwa Al-Dinu al-Islam itu adalah Jalan Hidup bagi manusia di bumi
yang paling sesuai. Dia bukan suatu doktrin yang mebeku dan mandeg. Dia
mengalir terus dan selalu menyempurnakan diri sebab dia adalah hukum Allah swt
yang sudah ditetapkan dan tidak akan berubah. Tidak berubah dalam konteks dia
adalah hukum Allah swt yang berlaku bagi alam semesta seisinya termasuk
masyarakat manusia dan manusia secara individual yang telah ditetapkan. Jadi
problema pelaksanaan dan terlaksananya Al-Dinu al-Islam tidak terletak kepada
diri kita. Kita atau manusia menyetujui atau tidak menyetujuinya, Al-Dinu
al-Islam sudah berlangsung dan mengembangkan dirinya semenjak kehendak "Kun"
ditetapkan terhadap alam semesta seisinya.
Dari itu sudah jelas wela-wela bahwa arah gerak dan gerak seluruh alam semesta
ini HANYA mengikuti polabiru yang oleh Allah swt dinamakan Al-Dinu al-Islam.
Demikian pula arah gerak republik yang kita hawatirkan itu juga sudah pasti ke
sana (kita setuju atau tidak setuju). Jika kita tak setuju dan melawan pasti
kita sendiri yang akan rugi dan lumat, namun kita juga tidak dapat memaksa
supaya segera saja seperti yang diinginkan oleh para penempuh dan penggagas
jalan pintas yang tidak memiliki kesabaran. Untuk realitas mandiri ini kita
perlu merubah diri sendiri agar dapat sesuai dengan trend pokok polabiru
ilahiyah tersebut. Berani tidak? untuk berubah diri? Jika berani maka kita akan
dapat menikmati suasana jannah, sekalipun di periferi saja. Dan sudah tentu
Alhamdulillahirobbi al-'alamiin.
Wassalam,
A.M
----- Original Message -----
From: Mas Bagong
To: [email protected]
Sent: Thursday, May 03, 2007 5:28 AM
Subject: Re: [ppiindia] Re: beberapa artikel ttg wanita jepang - buat aris
Lha inggih, kedah empiris plus kedah benar-benar history bukan his-story,
nanti malah bablas angine...
Tapi satu hal, sejarah ini mau diapa-apain ya tetap menjadi cerita yang
dibawa angin nan lalu...
Yang penting khan ke depan republik ini mau di bawah kemana?
Majapahit memang besar, tetapi, toh itu tinggal kenangan, yang pasti
republik ini ibarat kapal titanic yang berjalan dengan cepat namun kontrol
haluan nggak jelas, padahal iceberg-nya nampak wela-wela di depan mata...
Utang numpuk, melebihi kemampuan republik untuk mbayar...
SDM remuk redam, tidak mampu bersaing, jangankan dengan londo amrik,
ostrali, ato enggris, wong ama anak buahnya paman ho, aja nggak sanggup...
Hukum nggak jelas, mana yang salah mana yang benar juga sudah dibolak-baik
kaya mbako campur...
Disparitas kaya miskin makin jauh... ya tho? kaum kabir menguasai kursi
kekuasaan baik di legislasi maupun di eksekutif di dukung
kiai-pendeta-pastor yang telah entah dimana lagi idealisme-nya, rahmatan lil
alamin hanya menjadi slogan... kasih tuhan di muka bumi hanyalah sepenggal
kalimat di bait kidung pujian...
kaum marhaen? kaum proletar? di pinggir jalan...
DG
On 5/2/07, RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Juntrungannya mungkin jelas mas, hanya kita yang bingung menafsirkan
> mau kemana.. ha ha ha
>
> Metani zaman kepengker inggih Ok mas, namung sampun ngantos
> ngarang...coro ilmiah-ipun: kedah empiris..
>
> DH
>
> --- In [email protected] <ppiindia%40yahoogroups.com>, "Mas Bagong"
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Lha nggih niku lho Mbah...
> > Wong jaman sekarang aja dipikir bikin mbulet otak kita, kok malah
> sibuk
> > metani masa lalu...
> > Sudahlah yang lalu biarkan berlalu... Nah sekarang mikir republik
> BBM (baca
> > = bener-bener mawut) ini yang nggak kunjung selesai masalahnya...
> > Mulai dari menteri yang nggak jelas, sampai presiden yang juga
> nggak jelas
> > juntrungannya...
> > DG
> >
> >
> > On 5/1/07, RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > >
> > > Lhooo pakde, sejarah memang membahas masa lalu, mosok masa yang
> > > datang, ini tanya sama paranormal (kalau percaya) ha ha ha
> > >
> > > Im back too pakde
> > >
> > > --- In [email protected] <ppiindia%40yahoogroups.com><ppiindia%
> 40yahoogroups.com>, "Mas Bagong"
> > > <mas.bagong@> wrote:
> > > >
> > > > Weleh-weleh masih mbahas cerita masa lalu tho?
> > > > Aduh, wong kejayaan porto tinggal kenangan (sekarang porto
> > > hanyalah negara
> > > > sa' upil di eropah)
> > > > Kejayaan turki tinggal kenangan (sekarang turki lagi ribut
> > > pemilihan
> > > > presiden)
> > > > Kejayaan demak? waduh apalagi demak, sekarang lagi kele-kele
> > > kebanjiran...
> > > > Udah mikir Indonesia saja...
> > > > Hallo Millister...
> > > > I am back...
> > > > DG
> > > >
> > >
> > >
> > >
> >
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>
>
>
[Non-text portions of this message have been removed]
----------------------------------------------------------
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.446 / Virus Database: 269.6.2/782 - Release Date: 5/1/2007 2:10 AM
[Non-text portions of this message have been removed]
Kemajuan mustahil terjadi tanpa perubahan. Dan, mereka yang tak bisa mengubah
pemikirannya tak bisa mengubah apa pun. (George Bernard Shaw, 1856-1950)
pustaka tani
prohumasi
nuraulia
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check outnew cars at Yahoo! Autos.
[Non-text portions of this message have been removed]