*
http://www.antara.co.id/arc/2007/5/11/panasonic-jadikan-ri-basis-produksi-pompa-air/
*<http://www.antara.co.id/arc/2007/5/11/panasonic-jadikan-ri-basis-produksi-pompa-air/>
**

*Panasonic Jadikan RI Basis Produksi Pompa Air*
**
*Jakarta (ANTARA News)* - Produsen elektronik asal Jepang, Panasonic akan
terus mengembangkan industri pompa air di tanah air dan menjadikan Indonesia
basis produksi untuk pasar ekspor maupun domestik.

Hal itu dikemukakan Direktur Matsushita Electric Works Ltd, Masao Tanahashi
dan Presdir PT Panasonic Manufacturing Indonesia (PMI) Horikawa Shuji, pada
perayaan produksi pompa air ke-10 juta di Jakarta, Jumat.

"Kemampuan pengembangan *engineering* di Indonesia harus terus ditingkatkan.
Karena itu teknologi Indonesia dan Jepang harus nyambung," kata Masao
Tanahashi.

Ia melihat prospek pompa air masih menarik di Indonesia sehingga Matsushita
akan tetap menjadikan Indonesia sebagai basis produksinya.

Namun diakuinya, untuk bisa bersaing di pasar global pabrik pompa air di PMI
harus melakukan efisiensi dan peningkatan produktifitas.

Menurut Presdir PMI Horikawa Shuji, saat ini sekitar 10 persen dari produksi
pompa air PMI dipasok ke pasar ekspor terutama kawasan Asia Tenggara,
seperti Vietnam, Malaysia, dan Thailand.

"Indonesia jadi basis produksi untuk ekspor pompa air ke negara-negara
berkembang lainnya, seperti Vietnam, Malaysia, Thailand, Srilanka, bahkan
kami juga berencana ekspor ke Timur Tengah dan Amerika Selatan," katanya.

Tahun 2006 lalu total penjualan pompa air Panasonic mencapai sekitar 960
ribu unit yang sekitar 880 ribu unit dipasok ke dalam negeri dan sekitar 80
ribu unit ekspor.

"Tahun 2007 kami menargetkan mampu menjual lebih dari satu juta pompa air
baik untuk pasar domestik maupun ekspor," katanya.

Ia optimis permintaaan pompa air di dalam negeri akan terus tumbuh meskipun
tidak seperti ketika PMI memulai produksi pompa air di Indonesia pada 1988.

"Permintaan pompa air di Indonesia tumbuh sekitar 5-10 persen per tahun.
Dari total pasar pompa air yang mencapai sekitar dua juta unit di Indonesia,
Panasonic menguasai 44 persen pangsa pasar," katanya.

Saat ini kapasitas produksi pompa air PMI mencapai sekitar 1,5 juta unit per
tahun dan bisa ditingkatkan produksinya sampai dua juta unit.

Oleh karena itu, kata Horikawa, dalam waktu dekat ini PMI belum berencana
menambah investasi untuk perluasan pabrik. "Tapi kalau tiba-tiba permintaan
domestik melonjak signifikan, pada saat itulah kami akan tambah investasi,"
katanya.

Sementara itu Preskom PT Panasonic Gobel Indonesia (PGI) Rachmat Gobel yang
juga Wakil Ketua Kadin Indonesia mengharapkan produk lokal yang diproduksi
di dalam negeri, seperti pompa air Panasonic yang memiliki kandungan lokal
98,5 persen, bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

"Pasar domestik yang besar harus dilindungi dari produk impor yang tidak
jelas mutunya atau bahkan dari produk selundupan yang mendistorsi pasar dan
merugikan industri yang sudah ada di Indonesia," katanya.(*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke