*
http://www.antara.co.id/arc/2007/5/12/bukan-mustahil-candi-borobudur-berada-di-bekas-danau-purba/
*<http://www.antara.co.id/arc/2007/5/12/bukan-mustahil-candi-borobudur-berada-di-bekas-danau-purba/>
**
*Bukan Mustahil Candi Borobudur Berada di Bekas Danau Purba*
**
*Magelang (ANTARA News)* - Keberadaan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang,
Provinsi Jawa Tengah bukan mustahil di bekas kawasan danau purba karena di
kedalaman sekitar 40 meter dari permukaan tanah di kawasan itu saat ini
terdapat air asin.

"Bukan mustahil ada danau purba, tetapi kemungkinan besar jutaan tahun lalu,
sebelum dibangun Candi Borobudur, bukan mustahil pula Borobudur dibangun di
kawasan rawa," kata Budayawan Borobudur Ariswara Sutomo di Magelang, Sabtu.

Peneliti geologis Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta,
Helmy Murwanto melakukan penelitian danau purba Borobudur sejak 1995 hingga
saat ini.

Danau purba Borobudur mulai hilang akibat endapan vulkanik dan letusan
sejumlah gunung berapi purba seperti Sumbing, Merapi, dan Merbabu.
Diperkirakan akhir abad ke-13 danau purba Borobudur itu hilang dan
mengakibatkan banyak sungai purba mencari aliran ke tempat lain menuju Laut
Selatan.

Ariswara menyebut temuan air asin berada di Desa Candirejo, Sigug dan
Ngasinan di kawasan Candi Borobudur yang pada masa lalu diperkirakan sebagai
bagian lautan.

Pegunungan Menoreh yang berada di dekat Candi Borobudur dan berupa batu-batu
karang kemungkinan sebagai karang laut pada zaman lampau. Batuan marmer di
Selogriyo, Pegunungan Menoreh juga salah satu bukti bahwa pada zaman dahulu
kawasan itu bagian dari lautan.

Ia menyatakan meragukan danau purba mulai hilang antara abad ke-10 hingga
akhir abad ke-13.

"Kemungkinan hilangnya danau purba jauh sebelum abad itu, sebelum Borobudur
dibangun, Borobudur dibangun abad ke-8," kata Ariswara yang juga penulis
buku "Temples of Java" itu.

Sewaktu Candi Borobudur dibangun, katanya, di kawasan itu telah ada
pemukiman penduduk.

Pemakaman umum di beberapa desa di sekitar Borobudur ada yang berumur
sebelum tahun 1300. Nisan makam kuno itu bukan dari batu melainkan dari kayu
jati relatif tipis.

"Di kampung-kampung sekitar sini, ada makam-makam tua dengan kayu jati
tipis, artinya sudah jadi pemukiman, kalau masih danau purba maka belum ada
pemukiman," katanya.

Jika Candi Borobudur dibangun di sebuah bukit yang dikelilingi danau,
katanya, kemungkinan mudah runtuh.

Menurut dia, kemungkinan Candi Borobudur dibangun di atas bukit yang di
sekelilingnya berupa rawa, bekas suatu danau purba. Hingga saat ini di
sebelah selatan Candi Borobudur terdapat Desa Sabrang Rowo yang artinya
menyeberangi rawa.

"Orang yang akan menuju ke lokasi pembangunan candi harus menyeberangi
sebuah rawa. Mereka adalah para pejabat atau pengawas pembangunan candi yang
tinggal di Desa Bumi Segoro, kalau mau masuk ke desa itu ada Desa Gopalan,
asal usulnya dari kata gupala (Patung Dwarapala) sebagai tanda pintu masuk
ke sebuah rumah pejabat," katanya.

Keberadaan danau purba di Candi Borobudur, katanya, memang masih perlu
diperdebatkan.

Perdebatan secara ilmiah tentang danau purba itu akan semakin menjadi daya
pikat kunjungan wisatawan ke Borobudur dan memperkaya khasanah ilmu
pengetahuan tentang Candi Borobudur, kata Ariswara.(*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke