Terpicu dengan adanya 2 HUT2-an bulan April ini, masing2 HUT Kopassus dan 
TNI-AU, aku tergeletik dan akan membentangkan sedikit sikapku/ganjelan hatiku 
terhadap apa2 yang berkaitan dengan pakaian seragam.
   
  Bagi orang yang ada di luar wadah lingkup golongan yang berseragam, golongan 
berseragam bisa menimbulkan pernilian yang positip/negatip tergantung dari 
sudut pandangnya.
   
  Orang atau kelompok orang2  dalam suatu masyarakat atau negara bisa  
berseragam bahkan perlu berseragam dalam kaitan pekerjaannnya  dan  juga tujuan 
mengenakan seragam ini banyak alasannya mengapa mereka2 ini perlu mengenakan 
seragam.
   
  Pandangan yang bersifat netral , orang atau orang2 berseragam itu diperlukan 
agar yang berseragam itu bisa mudah di approach tergantung dari seragam yang 
mereka2 pakai. Polisi kita mintai perlindungannya dalam perkara hubungan sosial 
antar individu. Kita tidak minta tolong kepada jururawat misalnya apabila kita 
kecurian barang di rumah kita. Tentara kita harapkan bantuannya agar bisa 
menjaga kedaulatan negara. Demikian kita bisa ambil suatu sikap, seragam ini 
punya tujuan  ini dan  seragam itu punya tugas itu.  Jadi ber-seragam itu 
diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat, baik bagi penyandangnya maupun bagi 
masyarakat luas sendiri.
   
  Setelah kita sama2 tahu bahwa ber-aneka pakaian seragam itu memang diperlukan 
bagi kehidupan bernegara, sesuatu kejadian se-hari2 yang kita alami dimanapun 
kita hidup dinegara manapun kita bermukim.
   
  Lalu ada apa dengan pakaian seragam?Rupanya pandangan umum yang tersebut 
diatas itu tidak semuanya serasi apabila kita lihat phenomena berseragam ini 
dari negara satu berbeda dengan negara lain.
   
  Tentunya tidaklah lengkap apabila perkara pakaian seragam ini di lingkup 
dalam artian umum tanpa melihat diri sendiri ,artinya diri sendiri yakni negara 
kita ini dan beberapa negara lain.
   
  Apabila anda datang mengunjungi Indonesia, tiba di bandara udara atau di 
pelabuhan sebenarnya tidaklah banyak bedanya anda memasuki ruang custom dan 
selanjutnya diperiksa ini itu oleh petugas2 yang ber-seragam, sama dengan 
dengan setiap bandara udara /pelabuhan dimanapun anda tiba sebagai pengunjung.
  Itu per-tama2 yang terkesan bagi pengunjung. Tapi silahkan anda sempat, 
misalnya berhubung professi anda atau sebagai peserta aktip dalam bidang 
business dan anda perlu bermukim di suatu negara tertentu, sebagai expatriate 
maka muncullah pelbagai renungan , dalam hal ini soal pakaian seragam dalam 
kehidupan se-hari di tanah mukiman seorang expatriate.
   
  Tulisan ini aku tulis karena kebetulan seorang konco bule-ku yang sempat 
sudah ngendon di Indonesia selama 8 bulanan. Suatu hari aku ditanyai, 
....."kenapa orang Indonesia itu senang sekali berseragam ya?" Ceritanya 
menurut pengalamannya , dari lurah sampai pejabat2 tinggi sipil-pun orang 
Indonesia getol berseragam. Aku tanya kembali...." apa maksudnya senang 
ber-baju batik?' ...."bukan, masak kamu tidak tahu, tidak lihat TV?, banyak 
pegawai pemerintahan itu pakai seragam...bahkan seperti bupati2pun pakai 
atribut2 kayak seorang tentara"
   
  Baru kemudian aku menyadari, kayaknya kawanku ini jeli melihat suasana di 
tanah air. Kayaknya ganjelan dalam hati mulai muncul dan coba menganalisa 
kenapa orang suka ber-seragam?
   
  Tergugah aku kalau masyarakat Indonesia saat ini memang doyan/ getol sekali 
ber-seragam. Dilihat dari aspek, sipil,pemerintahan bahkan sampai2 ke aspek 
religius orang kita ini suka berseragam.
   
  Coba kita renungkan...sampeyan ke lurah...tentunya lurah pakai 
seragam...belum lagi kalau ke bupati atau walikota...wah atribut2 nya 
cantelan2nya  macam2 menghias dada dan pundaknya.
  Lihat tangtara dan pak pul2, apalagi para jendral2 wah....tanda jasanya 
banyak banget. Belum lagi kalau jendralnya pakai tongkat pentung kecil lencir 
di kepit di-ketiak-nya kelihatan/kayaknya ...dunia sudah ditelapaknya.
  Bahkan dikalangan religius-pun kita jumpai orang2, jemaah2 yang rela 
ngorbanin kebudayaan sendiri dan meng-adoptir budaya padang pasir/dan onta2. 
Jilbab dan kerudung dan baju koko dan janggut kambing merajalela. Padahal 
"fashion"  macam begini tidak cocok dengan daerah tropis seperti Indonesia ini.
   
  Kalau membicarakan perkara getol berseragam ini aku teringat akan konco 
baik-ku si M (orang Jerman deles) yang sekarang tinggal di Hamburg(Jerman) 
Pernah aku diundang ,semasa aku masih studi di Jerman, bermalam 2 malam 
ditempatnya, suatu dusun kecil di Bavaria. Sempat aku melihat foto2 album-nya. 
Dia telah menjalani Wehrdienst (military service)-nya, ada foto2nya. Aku heran 
juga lihat dia pakai seragam....kalau dibandingin sama portier hotel saja lebih 
keren-nan portier hotel. Kayak jembel dan sangat sederhana. Aku tahu kalau 
zamannya Hitler itu serdadu dan jendral2nya wah keren banget, kenapa sekarang 
jadi begini corak seragamnya? 
  Dia menjawab., (aku samar2  ingat2) ..."mungkin ini untuk tidak mengulang 
terjadinya militerisme dan perang yang lalu"( ..."vielleicht um nicht in der 
Zukunft eine Wiederholung im  Krieg und Militaerismus verwickelt zu sein")
   
  Aku bertanya dalam hati...kenapa bangsa kita ini getol banget pakai seragam 
dengan segala corak dan segala tujuan2nya yang kurang jelas dan tidak punya 
arti funsionilnya?
   
  Apalagi kalau begitu banyak gejala yang ber-nuansa babak bundas kalang kabut 
kayak para siswa2 IPDN itu. Apa perlunya pegawai negeri pakai seragam kayak 
militer? Bahkan partai politikpun punya pakaian2 seragamnya sendiri2. 
  Tambah aku mejenguk  menelusuri lebih dalam ke fenomena semacam pakaian 
seragam ini, aku tambah heran....lama2 aku punya anggapan kayaknya orang2 kita 
ini kayak badut belaka. Kayaknya mereka hidup dalam......Republik Mimpi!
  Bagiku orang2 berseragam ini kayak ....badut badut dalam pentas sandiwara.  
Tujuan semula dan arti yang  diharapkan bagi orang berseragam ternyata luput 
tidak didapat di dunia nyata ,achirnya didapat .....    dalam......Republik 
Mimpi.
   
  Astaga, apakah kita ini suka dan sangat ber-emosi dan melihat kalau 
ber-seragam itu bernuansa punya hak menentukan mati hidupnya orang lain? 
Sampai2 para aspiran yang mau jadi jendral itu sampai2 mau bayar mahal untuk 
masuk akademi2 tangtara dan pulisi. Dimana logikanya ini? Kembali aku bertanya, 
yang di kejar itu pengabdiaan kepada negara dan bangsa atau yang dikejar 
itu.....sekedar pakaian seragam? Tapi di negara kita pakaian seragam punya arti 
dan berkah yang melimpah bagi penyandangnya. Selain bisa mainin kayu secara 
leluasa(with impunity) juga bisa masuk ke lahan basah dengan tidak banyak 
mendapat /menghadapi rambu2 penghalang. Oh....pakaian seragam kenapa sampeyan 
bisa begitu merayu..........??????
   
  Harry Adinegara
   
   
   
    
---------------------------------
  Switch to Yahoo!7 Mail: Transfer all your contacts and emails from Hotmail 
and other providers to Yahoo!7 Mail. Switch now

    
---------------------------------
  Switch to Yahoo!7 Mail: Transfer all your contacts and emails from Hotmail 
and other providers to Yahoo!7 Mail. Switch now

    
---------------------------------
  Switch to Yahoo!7 Mail: Transfer all your contacts and emails from Hotmail 
and other providers to Yahoo!7 Mail. Switch now

              
---------------------------------
Switch to Yahoo!7 Mail: Transfer all your contacts and emails from Hotmail and 
other providers to Yahoo!7 Mail. Switch now

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke