http://www.myrmnews.com/

Payah, Calon Hakim Agung Makalahnya Jiplakan
           Rabu, 16 Mei 2007, 16:14:23 WIB

Laporan: Zul Sikumbang

Jakarta, Rakyat Merdeka. Sejumlah LSM merasa kecewa dengan proses seleksi calon 
hakim agung oleh Komisi Yudisial. Dari 16 calon hakim agung, 10 orang dari 
hakim karir dan enam dari hakim non karir tidak memenuhi standar sebagai calon 
hakim agung. 
 
Kekecewaan itu diungkapkan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), 
Indonesia Corruption Watch (ICW), Konsorsium Reformasi Hukum Indonesia (KRHN) 
Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) di kantor YLBHI, Jalan 
Prambanan, Jakarta, Rabu (16/5). 
 
Menurut Taufik Basari dari YLBHI, calon-calon hakim agung dari hasil wawancara 
oleh KY tidak menunjukkan kualitas sebagai calon hakim agung. Bahkan cenderung 
hanya untuk memenuhi kuota yang ditetapkan oleh DPR. 
 
"Kita menyayangkan calon hakim agung sekarang, kualitasnya kurang baik," ungkap 
Tobas, panggilan Taufik Basari. 
 
Oleh arena itu, ia meminta KY untuk tidak memaksakan keinginan DPR yang mana 
calon hakim agung harus 16 orang. Ia bahkan menekankan agar KY lebih 
mementingkan kualitas calon hakim agung. 
 
"KY jangan terpaku pada jumlah atau kuotanya, tapi lebih ditekankan kepada 
kualitas. Kalau tidak cukup kuotanya, jangan dipaksakan," jelas Tobas. 
 
Sementara Fultoni dari KRHN menilai, calon hakim agung ini tak jauh beda dengan 
orang yang skripsinya dilakukan oleh orang lain. Semua makalah yang disampaikan 
oleh calon hakim di depan anggota KY adalah hasil jiplakan. 
 
"Bagaimana hakim agung berkualitas kalau makalah sang calon dibuat oleh teman, 
anaknya," kata Fultoni 
 
Fultoni menambahkan seberapapun jumlah calon hakim agung yang berkualitas dan 
sudah terseleksi segera diserahkan ke DPR. 
 
"DPR harus proses calon hakim agung walaupun jumlahnya tidak sesuai dengan 
jumlah yang diharapkan," tambahnya. 
 
Sedangkan Emerson Junto dari ICW melihat, calon hakim agung yang lolos seleksi 
wawancara tak lebih dari orang-orang nekat tanpa memperdulikan latar belakang 
dan kualitas. 
 
"Jangan-jangan orang nekat yang mencalonkan diri sebagai hakim agung. Bagaimana 
nantinya mahkamah agung berkualitas, bisa-bisa MA semakinjeblok.” 
 
Rencananya, Senin depan LSM ini akan mendatangi KY untuk menyampaikan hasil 
pemantauan terhadap calon hakim agung. Selain itu akan memberikan 
catatan-catatn terhadap calon hakim agung yang lolos wawancara. yat
       
---------------------------------
Get the Yahoo! toolbar and be alerted to new email wherever you're surfing. 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke