<http://tech.groups.yahoo.com/group/indoeropa/>
* setelah naskah berita yang saya kutip saya
baca lebih teliti, ternyata banyak nararti
yang terlewat :-) :
=> para penumpang tsb. dalam kasus ini
"hanya" perlu mendorong kereta (lokomotif?)
sejauh 4 meter saja, engga sampe berpuluh-
puluh meter :)
artinya "gap" ruas rel tertentu yang
tidak ada kawat pencatu tenaga listrik
nya mungkin panjangnya hanya "beberapa
meter" saja, ga nyampe puluhan meter.
=> ternyata penyebab masalahnya cukup jelas,
ada penumpang yang "iseng" meng-operasikan
rem darurat, sehingga sangat mungkin
karena itu si kereta berhenti tepat
pada tempat kedudukan yang tidak semestiya
( tepat di mana tidak ada kabel pencatu
tenaga listrik di atasnya ).
=> sebagai 'bonus', tambahan nararti bagi yang
tertarik dengan teknologi *-transportasi
rel-*, baru ingat - bagian kereta rel
listrik yang bentuknya seperti tuas/tiang
/katrol yang di pasang atas atap lokomitif
listrik untuk memberi sambungan catu tenaga
listrik dari kabel ke dalam lokomotif - yang
bangun-raga nya lentur ( untuk kereta berteknologi
tinggi ) itu disebut sebagai "Panthograph"
{ nama ini mengingatkan alat mekanik/sederhana
yang sering digunakan ahli lukis foto pemula
untuk me"niru" gambar wajah di potret dan
memperbesar ukurannya - hanya dengan menyetel
pasangan si alat tersebut }.
ada naskah hasil kajian mengenai sumbang-peran
suku-bagian panthograph ini dalam menimbulkan
kebisingan suara pada kereta api kecepatan tinggi
di Spanyol ( namanya kereta AVE ? ). Menurut
kajian tersebut, sumbang-peran tingkat kebisingan
yang disebabkan oleh gesekan panthograph dengan
kabel dapat dikurangi dengan merubah rancangan
atap lokomotif - saya duga dengan menambahkan
"isolasi mekanik/akustik" pada atap tersebut.
<http://www.sea-acustica.es/Guimaraes04/ID123.pdf>
-----( IM )----------------------------
--- In "imuchtarom" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
>
> * di majalah TEMPO era tahun 1980 an dulu
> ada rubrik yang dinamai "Indonesiana",
> isinya cerita-2/kisah-2 yang nyata
> tapi lucu/konyol 'khas' indonesia.
>
> rupanya india juga banyak menyimpan
> cerita seperti itu ... :)
>
> * kalau kita sering naik angkot, mungkin
> pernah juga suatu kali angkotnya mogok,
> gak mau di starter, lalu sopir dan kenek
> & sebagian penumpang 'sukarelawan'
> ber inisiatif ikut membantu mendorong
> angkot sampai mesin-nya mau start. Kasus
> serupa mungkin juga sering terjadi pada
> bus penumpang, utama nya di era 1970 an,
> di mana bus-bus tua peninggalan PD-II
> masih banyak di pake. Ato kalo kendaraan
> tsb. terjebak dalam lubang berlumpur
> misalnya.
>
> * tapi yang di India, ini terjadi pada
> lokomotif kereta api ... :-)
>
> entah - saya tidak banyak mengetahui
> teknik per kereta api an; tapi saya
> ap apa kasus seperti itu bisa terjadi
> di negara jerman ini? atau bahkan
> indonesia?
>
> * ceritanya - menurut berita ini,
> pada jaringan kereta listrik (KRL)
> di India, tidak semua jalur rel nya
> ter "cover" oleh jaringan kabel listrik
> yang bisanya digantung di atas di sepanjang
> jalur rel.
>
> Nah, katanya di sini ada sebagian kecil
> ruas rel yang "kosong" alias tidak diberi
> instalasi kabel catu tenaga listriknya.
>
> Biasanya, katanya, hal seperti ini
> tidak menjadi masalah, karena ruas rel
> yang "tidak ber-listrik" ini mungkin
> hanya beberapa puluh meter panjangnya,
> sehingga meskipun kadang-2 berada di
> ruas rel yang "kosong" seperti ini
> toh karena *-momentum-gerakannya-*,
> kereta akan tetap bisa melaju
> ( meskipun tidak diberi "power" selama
> beberapa detik ) dengan menggunakan sisa
> energi mekaniknya, hingga sampai ke ruas rel
> berikutnya yang ada kabel listriknya lagi.
>
> * tapi dasar lagi 'sial', mungkin pas lagi
> di tanjakan, atau mungkin karena jalannya
> pas lagi pelan, sehingga sebuah KRL di India
> sempat "nanggrok" ... alias tidak berhasil
> 'tuntas' melintasi ruas rel yang tidak
> ada kabel listriknya, dan berhenti/"mogok"
> di bagian itu. Akibatnya masinisnya tidak
> punya pilihan lain kecuali "menyuruh" para
> penumpang rame-2 mendorong kereta listrik
> tersebut - meskipun mungkin hanya utk beberapa
> puluh meter saja.
>
> ... :-))
>
> ----( IM )----------------
>
>
> <http://tinyurl.com/ynwwx4>
>
>
> ---------------------------------------------
> Train driver in Bihar asks passengers to push
> ---------------------------------------------
>
> Wed May 16, 2007 2:58 PM IST
>
>
> PATNA, India (Reuters) - Hundreds of rail passengers
> got more than they had bargained for when the driver
> of their train asked them to get out and push.
>
> It took more than half an hour to move the stalled
> electric train 12 feet (4 metres) so that it touched
> live overhead wires and was able to resume its journey,
> officials said on Wednesday.
>
> The incident occurred in Bihar on Tuesday after a
> passenger pulled the train's emergency chain and
> it halted in a "neutral zone", a short length of
> track where there is no power in the overhead wires.
>
> "In so many years of service in the railways, I have
> never come across such a bizarre incident," said Deepak
> Kumar Jha, a spokesman for Indian Railways.
>
> A train's momentum usually allows it to continue
> moving through neutral zones.
>
> India's rail network carries more than 15 million
> people daily -- more than the combined population
> of Norway and Sweden -- but its safety record often
> comes in for criticism.
>