*www.kompas.com* <http://www.kompas.com>
*Lumba-Lumba Irlandia Memiliki Dialek Tersendiri * * * *DUBLIN, SELASA* - Para peneliti lumba-lumba yang hidup di muara sungai baratdaya Irlandia yakin bahwa hewan-hewan yang mereka pelajari telah mengembangkan dialek unik untuk berkomunikasi satu sama lain. Peneliti yang tergabung dalam The Shannon Dolphin and Wildlife Foundation (SDWF) telah mengamati kelompok lumba-lumba hidung botol di Sungai Shannon yang jumlahnya sekitar 120 ekor. Mereka merekam suara lumba-lumba untuk mengetahui cara hewan tersebut berkomunikasi. Sebagai bagian proyek, seorang mahasiswa bernama Ronan Hickey bertugas mendigitalisasi dan menganalisa sekitar 1.882 suara siulan dari lumba-lumba Irlandia dan lumba-lumba lain dari Cardigan Bay di Wales. Suara-suara itu kemudian dipisahkan menjadi enam type suara dalam 32 kategori berbeda. Dari kategori tersebut, Hickey menemukan bahwa sebagian besar suara digunakan kedua kelompok lumba-lumba. Namun ada delapan jenis suara yang hanya diperdengarkan oleh lumba-lumba Irlandia. "Kami membuat katalog suara-suara yang berbeda dan berusaha menghubungkannya dengan perilaku seperti mencari makan, istirahat, bersosialisasi, dan komunikasi dengan anak-anak lumba-lumba," ujar pimpinan proyek Simon Berrow. "Pada dasarnya kami ingin membuat semacam kamus bahasa lumba-lumba berdasar bunyi-bunyian yang mereka keluarkan." Menurut Berrow yang adalah seorang ahli biologi kelautan, bunyi klik lumba-lumba digunakan mamalia laut itu untuk mengetahui arah dan menemukan lokasi mangsa. Sedangkan bunyi siulan dipakai untuk berkomunikasi. "Mereka juga mengeluarkan berbagai macam suara lain seperti geraman, gonggongan, dan bunyi seperti tembakan," ujarnya. "Suara tembakan ini merupakan bunyi ketukan yang kuat. Pada paus sperma, bunyi tembakan ini digunakan untuk membuat bingung mangsanya.' "Saat pertama kali mendengarnya, saya terkejut karena menyangka paus sperma adalah satu-satunya spesies yang mengeluarkan suara itu," tutur Berrow. "Kita bisa menduga bahwa lumba-lumba menggunakannya untuk alasan serupa dengan paus sperma." Menurut cerita penduduk lokal, lumba-lumba sudah menghuni muara Shannon sejak beberapa generasi. Mereka bahkan diduga sudah ada di sana sejak abad 6 Masehi. Lumba-lumba ini acapkali terlihat oleh para penumpang kapal dan kini banyak wisatawan berkunjung untuk melihat mereka. Sumber: AFP Penulis: wsn [Non-text portions of this message have been removed]

