* sesaat setelah peristiwa Tsunami di Aceh 2004 yll,
saya sempat 'sakit-hati' juga ketika seorang sahabat
Turki { seorang meister/ahli teknik las didikan jerman
- orangnya keren/gagah kayak Silverter Stallone dan
punya mobil bagus :-) } bukannya mengungkapkan
rasa bela sungkawa, malah nyeletuk begini: "Itulah
kalau kalian membangun rumahnya memakai *-standar
mutu yang sembarangan-* dan dilakukan oleh *- orang
yang sembarangan -* ...tetapi kalau di renung-2 kan, banyak kebenaran yang terkandung di dalamnya - sekaligus komentar dia ini juga menjelaskan mengapa banyak masjid di daerah bencana Tsunami yang selamat - simply because the mosques very likely have more robust structure and construction - at least from "pure" engineering point-of-view. dan komentar si tukang las Turki di atas - I am afraid - masih terasa 'mengena' juga kalau diterapkan untuk mengungkap penyebab musibah di bawah ini. *** * turut berduka cita bagi para korban musibah ini * begitu membaca judul dan sekilas berita di bawah ini, 'naluri' saya mengatakan, kesalahannya ada di kedua belah pihak: -> mobil tersebut di kemudikan secara tidak seharusnya ( apa pun penyebabnya ) - artinya ini kesalahan si pengemudi -> tapi saya juga * curiga *, masak koq tembok /pagar pelindung jalur turun si mobil bisa jebol; karena saya duga, kecepatan jalannya mobil di dalam gedung parkir mestinya tidak bisa sangat tinggi, paling ya sekitar 40 km/jam, kecuali jika: => dalam kasus rem nya blong sama-sekali => pengemudinya dalam keadaan mabuk luar biasa => pengemudinya ingin menirukan aksi Pierce Brosnan dalam film James Bond "tomorrow never die" <http://www.talkingpix.co.uk/News992_BMW%20Bond.html> jadi sangat mungkin ada kesalahan konstruksi pada pagar pelindung tersebut yang seharusnya dirancang cukup kuat menahan hantaman mobil s/d seukuran Van s/d kecepatan 50 km/jam, misalnya. Dan menurut apa yang dilaporkan wartawan memang terlihat ada yang "aneh" pada bekas tembol pagar yang jebol tersebut: ************************************************************** *** Tak terlihat adanya besi tulangan pada tembok seukuran *** 80 kali 15 cm yang jebol itu. Ketiga warga Jl Kemandoran, *** Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakbar, yang meninggal *** seketika dengan tubuh penuh luka itu langsung dibawa *** ke RSCM untuk diotopsi. ************************************************************** Meskipun pihak pemilik/pengelola gedung mengeluarkan bantahan mengenai dugaan ada kesalahan konstruksi semacam ini, saya tetap cenderung mencurigai hal ini. Kita semua toh tahu soal "kedisiplinan" bangsa Indonesia di dalam menerapkan standar mutu. Saya tidak mengatakan insinyur perancang gedung itu 'bodoh' atau 'tidak tahu' mengenai soal ini, tetapi mungkin cenderung "mengabaikan" standar keselamatan ini - bisa jadi untuk menekan beaya pembangunan. Orang Indonesia banyak yang pintar, banyak yang kreatif. Art and creativity could be part of our culture. But discipline and compliant to quality standard - even if it is related to safety, are n.o.t (yet) part of our culture. ----( IM )-------------------------------------- http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=293479&kat_id=3 Jumat, 18 Mei 2007 ------------------------------------------------- Sedan Meluncur dari Lantai Enam, Sekeluarga Tewas ------------------------------------------------- JAKARTA -- Satu keluarga meninggal ketika mobil yang mereka tumpangi, Honda Jazz bernopol B 1792 EV, terjun bebas dari lantai enam gedung ITC Permata Hijau, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (17/5) siang. Mobil yang berisi Trisna Priyatna (41 tahun), Topan Rusli (45), dan Samuel (12) itu jatuh setelah melabrak dinding pembatas saat hendak turun dari tempat parkir di lantai tujuh gedung tersebut. Dugaan sementara, mobil yang disopiri Trisna Priyatna itu salah jalur sewaktu hendak turun dari pelataran gedung. Berusaha mengubah jalur, Trisna yang disinyalir belum begitu mahir mengemudi itu justru menghantamkan bagian belakang mobilnya ke tembok pembatas gedung. Akibatnya, mobil meluncur dari ketinggian 28 meter dengan posisi bagian belakang menghunjam aspal terlebih dulu. ''Setelah terjun dan menghantam aspal, mobil itu terpental ke atas, lalu jatuh lagi,'' kata Ustadin (19), karyawan salah satu restoran di pusat perbelanjaan tersebut. Mobil warna hitam yang baru dibeli Maret lalu itu pun mengerut. Bagian belakang mobil hampir sejajar dengan ban belakang. Sementara, atap mobil tertekuk 30 cm ke dalam. Hampir semua kaca mobil hancur, walau lampu sen bagian depan masih menyala. Darah tampak berceceran di beberapa bagian mobil, termasuk kaca kanan pintu mobil yang tidak pecah. di lokasi kejadian, selain kaca mobil, berserakan pula retakan dinding pembatas yang diterabas mobil. Tak terlihat adanya besi tulangan pada tembok seukuran 80 kali 15 cm yang jebol itu. Ketiga warga Jl Kemandoran, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakbar, yang meninggal seketika dengan tubuh penuh luka itu langsung dibawa ke RSCM untuk diotopsi. Pengelola ITC Permata Hijau membantah konstruksi jalur pembatas di gedungnya tak kokoh. ''Peristiwa ini kali pertama sejak dibangun tahun 2004 dan bukan kelalaian kami,'' kata Manajer SDM ITC Permata Hijau, Johny Liem. Menurut Johny, pembatas antara jalur naik dan turun di lokasi parkir dibangun sesuai aturan. ''Pembangunannya juga diawasi para ahli,'' kilahnya. Pengelola ITC, janji dia, akan memberi santuan kepada keluarga korban. Mengenai jumlahnya, saat ini masih dibicarakan lebih lanjut. Kapolsek Kebayoran Lama, M Priyono, belum mengetahui penyebab kecelakaan, termasuk apakah saat mobil menabrak dinding pembatas itu berjalan maju atau mundur. "Semuanya masih diselidiki,'' kata Priyono. Namun, dia menduga, terjunnya Honda Jazz itu murni akibat kecelakaan. Ketika tiba di lokasi setengah jam setelah kejadian, Priyono mendapati mesin mobil masih menyala. c53/c51/ant ( )

