*
http://www.antara.co.id/arc/2007/5/26/indonesia-bukukan-25737-dolar-as-di-pameran-kerajinan-di-siprus/
*<http://www.antara.co.id/arc/2007/5/26/indonesia-bukukan-25737-dolar-as-di-pameran-kerajinan-di-siprus/>
**
**
*Indonesia Bukukan 25.737 Dolar AS di Pameran Kerajinan di Siprus*
**
*Jakarta (ANTARA News)* - Pengusaha Indonesia berhasil membukukan
25.737dolar AS atau setara Rp226,1 juta dalam pameran kerajinan di
Siprus (Cyprus
International Fair, CIF) yang berlangsung dari 11 sampai 20 Mei 2007.

Siaran pers yang diterima dari Kedubes RI di Roma, Sabtu, menyatakan bahwa
empat pengusaha UKM Indonesia yang ikutserta dalam forum itu adalah dari
Ashahi Furniture & Handicraft, Deli Craft Koleksi, Kechiti Art Antique, dan
CV Kerindo.

Animo masyarakat setempat terhadap produk Indonesia sangat bagus karena
banyak pembeli lokal dan dari negara sekitar seperti Turki mengunjungi saung
Indonesia.

Berbeda dengan peserta negara lain, pengusaha Indonesia menampilkan produk
kerajinan kayu dan bambu, pakaian, taplak meja, mainan anak, serta asesoris
untuk wanita.

Laporan itu menyebutkan saung Indonesia menjual furniture klasik untuk
interior rumah dan furniture antik kayu jati untuk exterior rumah yang
kualitasnya lebih baik dibandingkan dengan barang serupa negara lain.

Hasil penjualan yang berhasil dicapai pengusaha Indonesia tersebut didapat
dari transaksi dagang dengan pembeli yang umumnya pengecer dan kontraktor
dagang.

Menurut siaran pers itu, para pengusaha Indonesia tersebut berhasil
memperoleh kontrak dagang dengan pengusaha atau toko kerajinan Siprus
diantaranya dengan Shalossya yang menjajagi kontrak dagang rutin asesoris
untuk wanita dengan Deli Craft Koleksi.

Pengusaha Siprus yang turut dalam pameran itu dan ikut memasarkan produk
Indonesia adalah Prunabon Enteprises Ltd yang menawarkan produk furniture
kayu, rotan, dan enceng gondok. Produk-produk tersebut bersaing dengan
produk serupa dari Cina, Vietnam, dan Filipina.

KBRI Roma, kata siaran pers itu, menyarankan pengusaha Indonesia untuk
bekerjasama dengan Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) dalam mengikuti
pameran berikutnya pada 2008, sehingga dapat mengulang sukses yang dicapai
pameran tahun ini.

CIF yang diadakan untuk ke-32 kalinya itu diikuti 350 peserta
(1.500perusahaan nasional dan internasional) dari 30 negara seperti
Afrika
Selatan, AS, India, Italia, Kuwait, Malaysia, Mesir, Singapura, Sri Langka,
Suriah, Yunani, dan Indonesia.

Produk yang dipamerkan dalam CIF termasuk furniture, perlengkapan rumah
tangga, alat elektronik, kendaraan, peralatan sanitasi, peralatan pertanian,
bahan bangunan, alat angkut berat, garmen, asesoris, produk kulit, dan
kerajinan tangan. Panitia CIF memperkirakan forum itu dikunjungi sekitar
100,000 orang.

CIF dibuka Presiden Siprus Tassos Papadopoulos. KBRI Indonesia diwakili
Sekretaris I Ekonomi, Rachmaida Ginting dan Atase Perdagangan Frank J.
Kandau.(*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke