*
http://www.antara.co.id/arc/2007/6/1/kantor-bej-harus-dipertahankan-di-scdb-sudirman/


Kantor BEJ Harus Dipertahankan di SCDB Sudirman**
**
Bandarlampung (ANTARA News)*- Ekonom Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Tony
Prasetyantono, mengatakan Kantor Bursa Efek Jakarta (BEJ) di kawasan SCBD
Sudirman Jakarta seharusnya tetap dipertahankan karena lokasinya yang sangat
strategis.

"Lokasi kantor BEJ saat ini sangat strategis, mudah terjangkau dan berada di
pusat kota. Kalau pindah dengan alasan sewa kantor mahal, seharusnya sewa
itu bisa dibicarakan ulang," katanya saat dihubungi dari Bandarlampung,
Jumat.

Penetapan kantor BEJ itu juga ditandai bergairahnya bursa dengan IHSG BEJ
yang ditutup naik 28,928 poin pada penutupan perdagangan Kamis (31/5) lalu ,
maka alasan harga sewa kantor yang mahal kurang tepat.

Menurut pakar itu, yang perlu dilakukan adalah mengembangkan perdagangan
bursa, dan bukannya malahan memindahkan kantor karena tempat sekarang ini
sudah representatif untuk perdagangan bursa.

"Dibandingkan tempat lainnya di Jakarta, kantor BEJ sekarang ini sangat
representatif untuk perdagangan bursa, tempatnya mudah dijangkau, dan mudah
dicari dengan akses lalu lintas yang lebih mudah. Kalau dipindahkan, apakah
tempat baru itu lebih representatif daripada sekarang ini," katanya.

Meski demikian, keputusan perpindahan kantor itu seharusnya dilaksanakan
setelah melalui pengkajian yang mendalam dengan membicarakannya telebih
dahulu dengan "stake holders" dan para pelaku bursa lainnya.

"Sehubungan harga sewa kantor yang mahal, apakah pemindahan itu merupakan
pilihan terbaik, apakah diterima para stake holders dan pelaku bursa. Banyak
faktor yang harus dipertimbangkan matang dan transparan," katanya.

Ia mengatakan sudah mendengar rencana pemindahan kantor BEJ ke tempat lain
karena harga sewanya yang mahal. Ditambahkannya, jika terpaksa dipindahkan,
maka sebaiknya tidak dilaksanakan buru- buru atau dalam tahun ini, tapi
sebaiknya dilaksanakan tahun 2008 sehingga semua pelaku bursa bisa
mempersiapkan diri menghadapi perpindahan kantor tersebut.

Kawasan Kuningan Jakarta disebutkannya adalah kawasan kedutaan besar,
sehingga kawasan Sudirman masih lebih representatif. Meski demikian, para
direksi BEJ dan stakeholders yang menentukan perpindahan itu, apakah
dilaksanakan atau tidak.

"Namun menurut saya, kantor BEJ sekarang masih relevan dipertahankan, dan
alasan sewa yang mahal tidak relevan dengan terjadinya booming di pasar
bursa. Dengan tempat sekarang ini, tidak akan berdampak keluarnya investasi
baru bagi anggota bursa," katanya.

Karena itu , ia mempertanyakan motif pemindahan kantor BEJ dari Sudirman ke
tempat lain.(*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke