*http://www.media-indonesia.com/berita.asp?id=134412*<http://www.media-indonesia.com/berita.asp?id=134412> ** ** *Presiden Ingin Komunikasi Politik Dikembangkan*
*JAKARTA--MIOL*: *Presiden Susilo Bambang Yudhoyono* memandang perlu dikembangkannya komunikasi politik diantara para elite baik di pemerintahan, partai politik maupun organisasi masyarakat. Hal itu diungkapkan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin seusai bertemu Presiden di Istana Negara Jakarta, Sabtu (2/6). Din mengatakan Muhammadiyah bersedia dan berencana menjadi mediator kegiatan tersebut sesuai dengan tekad Muhammadiyah untuk menjadi perekat bangsa. Ia menilai komunikasi antar elite diperlukan agar semua pihak tidak membuang energi secara sia-sia untuk hal-hal yang tidak diperlukan dan hanya memperkeruh situasi. "Energi bangsa akan terkuras. Kita tidak menginginkan kesalahpahaman diantara elit baik di parpol, pemerintahan maupun Ormas sehingga menimbulkan wacana politik yang kontraproduktif," katanya. Din menambahkan, dalam pertemuan tersebut Presiden dan dirinya sepakat berusaha mencairkan komunikasi politik sesama elite melalui kebersamaan dan silaturahmi. Selain membicarakan masalah tersebut, menurut Din, ia juga melaporkan hasil kegiatan yang dilakukan di luar negeri seperti Simposium dan Dialog Lintas Agama di Selandia Baru dan Konferensi Asia untuk Agama dan Perdamaian di Filipina. Kegiatan yang diselenggarakan di luar negeri itu, menurut Din, sangat penting untuk memperlihatkan citra positif Indonesia di luar negeri baik dibidang ekonomi, politik maupun kebudayaan. Presiden, katanya, mendukung kegiatan tersebut dan meminta agar diplomasi Indonesia tidak hanya dijalankan pemerintah namun juga melibatkan masyarakat seperti Muhammadiyah. Ia juga mengatakan, dalam pertemuan itu , dia menyampaikan bahwa Muhammadiyah siap menghadapi tantangan Presiden untuk tampil dalam gerakan ekonomi, tidak hanya di bidang pendidikan dan kesehatan. "Kami siap menerima kritik dan tantangan itu dan sudah menyiapkan strategi pengembangan gerakan ekonomi Muhammadiyah dan pemerintah berjanji akan memberikan dukungan," demikian Din. (Ant/OL-06) [Non-text portions of this message have been removed]

