*Usulan Bush Untuk Perlindungan Iklim*
**
*Oleh: Martin Fritz dari Berlin*

Hanya beberapa hari sebelum pertemuan puncak G8 di Jerman dibuka, mendadak
presiden AS George W Bush mengajukan prakarsa sendiri tentang perlindungan
Iklim.

Sebelumnya AS menentang semua prakarsa Iklim PBB. Apakah langkah Bush serius
atau hanya siasat mengulur waktu?

Harian Jerman Stuttgarter Zeitung menilai:

"Usulan dari Amerika Serikat tetap tanpa kewajiban, jadi sama saja seperti
haluan pemerintahan Bush sampai saat ini. Dalam soal perlindungan iklim,
presiden AS secara retorika memang sudah lama berbicara cerah. Tapi semua
ini sampai sekarang tidak punya konsekuensi praktis. Jadi jalan yang benar
adalah menyepakati aturan konkrit untuk mereduksi emisi karbondioksida,
seperti yang sedang diupayakan Jerman dengan berbagai kiat diplomatik. Tapi
kanselir Jerman bertaruh terlalu tinggi. Sebagaimana diharapkan, Amerika
tidak mampu mencapai standar tinggi yang diinginkan Jerman. Namun mereka
cukup ramah dan diplomatis, sehingga menawarkan jalan keluar kepada
pemerintah Jerman tanpa terlalu kehilangan muka. Sayangnya, ini tidak
membawa apa-apa bagi perlindungan iklim."

Harian Italia Corriere della Sera menulis:

"Dari bentuknya, pengumuman ini adalah langkah maju: Bush untuk pertama
kalinya mengakui, bahwa perubahan iklim adalah masalah pelik, yang
disebabkan oleh manusia. Kanselir Jerman yang sedang menyiapkan Agenda Aksi
Iklim untuk pertemuan puncak G8 di Heiligendamm, agenda yang ditolak oleh
Bush, bereaksi positif terhadap pernyataan Bush. Namun menurut para
pengeritik Bush, pidatonya justru jauh dari sinyal keterbukaan, malah
merupakan tamparan bagi pemerintah Jerman, yang masih berharap bisa
menghasilkan kesepakatan bersama minggu depan dalam soal perubahan iklim.
Dampak langsung dari prakarsa Bush adalah, bahwa semua kebijakan mendesak
dalam penanggulangan perubahan iklim bisa tertunda 18 bulan."

Harian Italia lain, La Reppublica berkomentar:

"Sebelumnya, Bush dikenal skeptis terhadap semua analisa yang menghubungkan
pencemaran lingkungan dengan pemanasan bumi. Ia juga menentang Protokol
Kyoto dan berbeda pendapat dengan kanselir Jerman Angela Merkel tentang
perlunya kesepakatan mengikat sebagai hasil pertemuan puncak G8 di
Heiligendamm. Sekarang, presiden AS mengubah strateginya secara radikal. Hal
ini sempat membingungkan banyak pihak. Banyak organisasi lingkungan
melontarkan tuduhan, Bush hanya ingin mengulur waktu dan mencegah prakarsa
Jerman untuk mencapai kesepakatan selama pertemuan G8."

Harian Inggris Financial Times menulis:

"Satu-satunya usulan Bush yang konkrit adalah, bahwa para pelaku utama perlu
duduk bersama dengan tujuan, menetapkan tujuan global reduksi emisi
bahan-bahan berbahaya. Untuk ukuran AS, ini usul yang radikal. Bagian dunia
lain sudah lama punya tujuan itu, sudah lebih dari 10 tahun. Hal itu sudah
ditetapkan tahun 1976 dalam Perjanjian Kyoto, yang diperangi dengan segala
cara oleh Bush sendiri. Sekarang Bush mengakui, bahwa penanggulangan
perubahan iklim perlu kerangka global. Ini penting dan perlu disambut."


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke