Alhamdulillah,
Bismillah...
1. Tidak ada yang namanya Aris colikhah, mas salah orang kali ya? ^_^
2. Lontaran itu saya sampaikan HANYA di Milis jurnalisme tapi Anda mengirim
kemana-mana, Anda itu ya tipe laki-laki pengecut dan pecundang!, sembunyi di
balik nama samaran dan buat onar diman-mana. Tak berani tanggungjawab terhadap
semua postingan. Untuk tipe manusia macam itu, maaf deh Saya ndak akan minta
maaf.
3. Kenapa di cc ke sato sakaki pula, apa hubungannya dengan Anda dan lontaran
saya.
4.Suatu saat, jika bukan saya pula, Anda akan ketahuan juga. Bukankah sudah
berulangkali saya ungkapkan itu. Agar mas itu berhati-hati dan insaf. Dosa tahu!
5. Tanpa diminta pun, Saya akan minta maaf pada siapa pun, kalau benar-benar
saya melakukan kesalahan. BUkan seperti Anda yang jarang sekali bisa minta maaf
meski melakukan berbagai kesalahan dan menyakiti hati banyak orang.
6. Jika Anda berupaya melakukan propaganda dan pencitraan buruk terhadap
syariat Islam dan para penegaknya, Anda akan kalah. Karena para pejuang syariat
Islam yang ikhlas hanya menggunakan kejujuran untuk mencapainya. Tak akan
pernah berlaku hukum kebohongan bisa mengalahkan kejujuran dan keikhlasan.
salam kejujuran,
orang yang tak pernah nyontek kalau ujian.
djoeri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Halo apa kabar semua...
Di forum ini, saya mau meminta dengan sangat agar Mbak Aris Colikah yang
lulusan dan kini karyawati IPB (plus aktivis HTI) janganlah ngawur saat
melempar opini. Apalagi merasa sok yakin dengan analisisnya....
Saya dapat laporan dari seorang teman kalau sampeyan memposting sbb di milis
jurnalisme:
Saya pribadi mengetahui Radityo = Ny Mustikawati = godamlima
......................................
dari tulisan yang beliau posting sendiri. Saya yakin, RD masih banyak
menggunakan nama samaran lainnya. Tidak mungkin seorang mempunyai gaya bahasa
beranekaragam dalam sekali waktu meski beliau mempelajari mockery sekali pun.
Manusia hanya memiliki satu gaya bahasa. Hal ini karena manusia memiliki
keterbatasan dalam jumlah kosakata dan penyusunan kalimat.
Saya terus terang tak mengenal nick name Ny Muskitawati dan Godamlima punya
siapa. Tapi dari informasi yang beredar di milis-milis sejak bertahun-tahun
lalu, tersiar bahwa Ny Mus berdomisili di Amerika Serikat. Saya sendiri pertama
kali tahu tentang Ny Mus saat bergabung di milis apakabar. Dia mengaku dulu
pernah mondok di pesantren milik orang tuanya, kemudian kini berprofesi sebagai
scientist. Mungkin juga dia sudah menjadi warganegara AS, bukan lagi WNI. Kalau
sampeyan baca postingan-postingan Ny Mus di beberapa milis, dapat diketahui
bahwa dia sudah duduk di bangku SMA kala zaman Soekarno berkuasa. Dia mengaku
pernah dikirim oleh rezim Soekarno sebagai duta pelajar ke luar negeri, juga
ikutan Paskibra. Dia kenal baik lingkaran luar dan dalam rezim Soekarno. Di
saat itu, jelas bahwa saya belumlah lahir ke Bumi. Jadi bisa dibilang Ny Mus
itu generasi Orla, sedangkan saya baru muncul saat Orba. Kalau daya nalar Anda
tajam, pasti bisa membedakan dong bahasa yang saya
pakai dan bahasanya Ny Mus.
Godamlima? Waduh, tak mungkinlah saya menulis dengan gaya bahasa ala godam yang
konon berbau-bau gaya Tangerang Banten yang dibikin unik olehnya. Godam pernah
bilang kalau dia orang Sunda, dan saya tak pernah belajar Bahasa Sunda, walau
sering ke Bandung untuk wisata kuliner.
Ya memang, keduanya adalah member milis MEDIACARE dan ZAMANKU. Tapi postingan
mereka tak bisa semua saya loloskan di MEDIACARE, karena banyak OOT-nya. Kalau
di milis ZAMANKU masih bolehlah. Namun sayangnya, Godamlima belum bergabung di
ZAMANKU, walau sudah saya invite...entah kenapa.
Buat rekan-rekan yang ingin menanggapi, silakan c/c ke [EMAIL PROTECTED] dan
[EMAIL PROTECTED]
Pintu maaf masih terbuka untukmu, Mbak Aris..:))
Terima kasih.
e-mail: [EMAIL PROTECTED]
blog: http://mediacare.blogspot.com
---------------------------------
Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story.
Play Sims Stories at Yahoo! Games.
[Non-text portions of this message have been removed]
Kemajuan mustahil terjadi tanpa perubahan. Dan, mereka yang tak bisa mengubah
pemikirannya tak bisa mengubah apa pun. (George Bernard Shaw, 1856-1950)
pustaka tani
kampusku
nuraulia
---------------------------------
The fish are biting.
Get more visitors on your site using Yahoo! Search Marketing.
[Non-text portions of this message have been removed]