Dengan wilayah yang demikian raksasa, sudah sewajarnya Indonesia juga
membutuhkan alutsista yang raksasa pula
--------------------------------------------------------------------------------

*http://www.dmc.dephan.go.id/Copy%20[2]%20of%20hankam1.htm


Pemenuhan Kebutuhan Alutsista TNI Diupayakan Melalui Fasilitas Kredit Ekspor


Jakarta, DMC*- Pemenuhan kebutuhan pengadaan *Alat Utama Sistem Senjata
(Alutsista) TNI* dihadapkan kepada tersedianya anggaran rupiah murni yang
relatif kecil tidak dapat dipenuhi, oleh karenanya diupayakan melalui
anggaran dengan menggunakan fasilitas Kredit Ekspor (KE). Demikian dikatakan
* Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan (Sekjen Dephan) Letjen TNI
Sjafrie Sjamsoeddin*, saat membuka Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Kredit
Ekspor di lingkungan Dephan dan TNI, Senin (7/5) di Kantor Dephan.

Rakor yang di buka Sekjen Dephan tersebut, dihadiri Dirjen Renhan Laksda TNI
(Purn) Yuwendi, serta beberapa pihak yang terkait dalam penyelenggaraan
Kredit Ekspor di lingkungan Dephan dan TNI antara lain dari perwakilan dari
Depkeu, Bappenas, Bank Indonesia, Srenum TNI, Srena Angkatan dan para
rekanan penyedia barang dan jasa militer yang sedang dalam proses.

Sekjen Dephan mengatakan, mekanisme penyelesaian administrasi fasilitas
kredit ekspor banyak mengalami hambatan. Hal ini dapat dilihat dari indikasi
rendahnya daya serap porsi pinjaman luar negeri maupun uang muka pendamping,
bahkan untuk alokasi tahun anggaran 2006 sampai saat ini, belum ada
penetapannya dari Menteri Keuangan sebagai dasar dari untuk memulai kegiatan
bagi panitia pengadaan.

Menurut Sekjen, hambatan tersebut mempengaruhi pencapaian program yang
ditetapkan dalam Renstra Dephan dan TNI, yang pada gilirannya akan sangat
mengganggu pemenuhan kebutuhan alutsista bagi TNI, sehingga TNI tidak dapat
melaksanakan tugas pokoknya dengan optimal dalam menegakkan kedaulatan RI. "
Perlu dilakukan pembenahan serta upaya-upaya agar proses pelaksanaan kredit
ekspor dapat berjalan dengan baik, benar dan sistematis." Jelas Sekjen

Sekjen Dephan mengajak agar peserta Rakor Penyelelenggaraan Kredit Ekspor di
lingkungan Dephan dan TNI, untuk menginventarisir kendala-kendala yang
timbul, sehingga hal-hal yang menjadi masalah dalam penyelesaian proyek,
yang pendanaannya didukung dari fasilitas Kredit Ekspor dapat diselesaikan
bersama. Dengan demikian lanjut Sekjen, harapannya nanti dapat mempercepat
proses administrasi dan meningkatkan kemampuan daya serap Pagu Kredit Ekspor
yang dialokasikan dalam Dipa Dephan. (BDI/HDY)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke