*http://www.media-indonesia.com/
Atasi Kanker, Makanan Harus Jadi Obat** ** Penulis: Isyana Artharini JAKARTA--MIOL*: Kanker dapat diobati dan disembuhkan dengan memperhatikan ekobiosistem manusia dan sel kanker, sebagai bagian dari terapi komplementer atau pendamping pasien. Memperhatikan elemen ekobiosistem berarti tak memunculkan lingkungan dalam tubuh manusia yang mendukung sel kanker untuk hidup dan berkembang biak. Hal ini dapat dilakukan dengan memakan makanan yang juga berfungsi sebagai obat atau bersifat nutrasetikal. Hal ini diungkapkan ahli kanker dan pengobatan herbal Paulus W Halim, dalam seminar kesehatan bertajuk Herbal, Harapan Baru Penderita Kanker, di Jakarta, Sabtu (9/6). Paulus mengutip bapak kedokteran modern, Hippocrates yang berpendapat makanan harus juga berfungsi sebagai obat. "Cara paling efektif dalam perang melawan kanker, jangan memberi sel kanker makanan yang disukainya," kata Paulus. Karena itu, caranya adalah dengan memakan makanan yang tidak mendukung sel kanker untuk hidup dan berkembang biak dengan cepat. Pasien kanker, menurut Paulus, makanannya harus terdiri dari 80 persen sayuran segar dan jus, biji-bijian, sereal, dan sedikit buah-buahan. "Jus sayuran segar mengandung zat fitoenzim yang mudah diserap sel dalam waktu 15 menit," kata Paulus. Sisanya, sekitar 20 persen, makanan yang dimasak, terutama kacang-kacangan. Kacang-kacangan harus dimasak karena ia memiliki antinutrisi, tapi ketika dimasak sifat negatif itu akan hilang. Makanan seperti daging, susu sapi, atau gula pasir akan memunculkan reaksi kimiawi darah yang bersifat asam. "Sel kanker suka darah yang bersifat asam," kata Paulus. Konsumsi susu sapi pada pasien kanker, menurutnya, sebaiknya diganti dengan susu kedelai tanpa pemanis. Susu sapi dapat membuat tubuh memunculkan lendir di usus, sel kanker akan makan dari lendir ini. Selain mengonsumsi makanan nutrisetikal, hal lain yang perlu diperhatikan menjaga kondisi psikoemosional pasien. "Kondisi psikoemosional yang buruk dan makanan lezat dalam jumlah banyak adalah sumber bencana bagi kesehatan kita," kata Paulus. Indonesia sebenarnya juga memiliki banyak sumber daya alam yang bisa digunakan bukan hanya sebagai makanan nutrasetikal, tapi juga minuman nutrasetikal. "Setiap hari kita lihat, tapi tidak kita manfaatkan dengan baik," kata Paulus. Ia mencontohkan air jahe, kunyit asam, beras kencur, air kacang hijau, susu kedelai, agar-agar dan gula aren bisa difungsikan sebagai minuman nutrasetikal. Pembicara lain dalam seminar itu, associate professor di Minnesota State University dan Universitas Jilin, China Kenji Sakamoto mencatat anak-anak Jepang usia 7 tahun sampai 14 tahun mengonsumsi secara rutin jamur, rumput laut dan ikan-ikanan. "Rumput laut mengandung senyawa antikanker, ikan mengandung DHEA yang bagus untuk kesehatan," kata Sakamoto yang pernah menjadi peneliti selama tiga tahun di Harvard University itu. Dalam kesempatan itu, Sakamoto mengatakan di Jepang dan China ada tradisi untuk mengonsumsi jamur reishi atau linzhi yang dapat mengurangi pertumbuhan sel kanker sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh. (Isy/OL-02). [Non-text portions of this message have been removed]

