*http://www.kompas.com/



Fashion Indonesia Berkesempatan Tembus Internasional **
*
*
Laporan Wartawan Kompas Kris R Mada

SURABAYA, KOMPAS *- Tren busana internasional saat ini memberikan kesempatan
perancang Indonesia masuk ke sana. Pasalnya, pasar semakin cenderung
menyukai hal natural.

Pemimpin Rumah Dannis, produsen busana muslim, Tati Hartati menuturkan, saat
ini pasar dunia yang menyukai motif dan warna-warna natural. "Saya melihat
itu saat berkunjung ke beberapa pusat mode dunia dan expo busana
internasional bulan lalu," tuturnya di Surabaya, Jumat (8/6).

Soal natural dan etnik, Indonesia termasuk negara paling kaya di dunia.
Indonesia memiliki keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia setelah
Brazil. Indonesia juga memiliki lebih dari 300 suku yang terpecah lagi
keberbagai sub suku. "Itu bisa menjadi sumber inspirasi yang tidak kering.
Saya saja membuat koleksi baru hanya dalam waktu dua pekan setelah ada ide,"
tuturnya.

Dengan tren pasar itu, Indonesia tidak usah repot bersaing tentang teknologi
pembuatan kain. Pasalnya selama ini hal itu kerap menjadi kendala. "Kalau
sudah bicara etnik dan natural, Indonesia hampir tidak ada saingannya,"
tuturnya.

Koleksi Baru Dannis

Setelah 10 tahun bertahan pada pakem garis, produsen busana muslim Rumah
Dannis mengeluarkan koleksi baru. Tati Hartati menuturkan, pihaknya
mengeksplorasi kekayaan etnik dan alam Sumbawa. "Kami mulai mengeksplorasi
dalam dua pekan lalu," tuturnya di Surabaya, Jumat (8/6). Ide itu muncul
setelah meninjau tren pasar busana internasional. Saat ini pasar semakin
menyukai sesuatu yang berbau etknik dan natural.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke