*http://www.kompas.com/ver1/Internasional/0706/08/044754.htm



Abe Akan Bertemu Presiden SBY**

JAKARTA, KOMPAS*- Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akan berkunjung ke
Indonesia pada Agustus mendatang. Salah satu targetnya adalah menandatangani
perjanjian kemitraan ekonomi dengan Indonesia.

Demikian disampaikan Wakil Duta Besar Jepang untuk Indonesia Satoru Satoh,
Kamis (7/6), dalam konferensi pers di Kedutaan Besar Jepang di Jakarta.

Satoh belum bisa memastikan tanggal kunjungan Abe sebab jadwal kedatangannya
masih dikoordinasikan dengan Pemerintah Indonesia. Namun, kemungkinan Abe
akan datang pada pertengahan Agustus 2007. Ini akan menjadi kunjungan
pertama sejak dia menjabat sebagai PM Jepang menggantikan Junichiro Koizumi
pada tahun 2006.

Satoh menjelaskan, Abe dijadwalkan bertemu dengan Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono untuk melanjutkan dialog di antara pemimpin kedua negara. Beberapa
isu yang akan dibicarakan adalah peningkatan kerja sama bilateral
Indonesia-Jepang, perang terhadap terorisme, dan perubahan iklim global.

Namun, salah satu agenda utama Abe kemungkinan terkait dengan perjanjian
kemitraan ekonomi (economic partnership agreement/EPA). Pemerintah Jepang
berharap perjanjian itu sudah bisa ditandatangani Abe dan Yudhoyono saat
mereka bertemu pada Agustus mendatang.

Satoh menjelaskan hingga sekarang EPA masih dalam tahap negosiasi final.
"Kami berharap negosiasi dapat diselesaikan sesegera mungkin sehingga
perjanjian itu dapat ditandatangani ketika PM Abe berkunjung ke Indonesia,"
ujar Satoh.

Keinginan untuk membuat EPA pertama kali disepakati Presiden Yudhoyono dan
PM Jepang Junichiro Koizumi tahun 2005. Dengan membentuk EPA, kedua negara
akan mengarahkan berbagai kebijakan untuk mengusahakan liberalisasi ekonomi,
termasuk perdagangan barang dan jasa.

Kemitraan ini dinilai memiliki arti lebih luas dari sekadar membentuk
kawasan perdagangan bebas. Pasalnya, dalam kemitraan ini akan diatur pula
mengenai fasilitasi dan kerja sama. Indonesia berharap mendapat manfaat
berupa peningkatan investasi Jepang dan pengembangan teknologi.

Proses negosiasi EPA yang dimulai sejak dua tahun terakhir berjalan cukup
alot. Ada sejumlah hambatan selama proses negosiasi. Indonesia, misalnya,
melihat Jepang berkepentingan meningkatkan akses pasar di bidang manufaktur,
tetapi Jepang sangat proteksionis di bidang pertanian. (BSW)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke