Berita Pagi  …

Penata Rias Dorce dilempar dari Mobil …

(mau tahu ceritanya beli saja korannya) … hahahahhaha ...

 

Dear Reza, …

Jangan begitu kan Dorce sudah lama jadi Hajjah …

Dilarang Agama lho menjelekkan orang yang sudah pernah ibadah ke tanah suci 
Mecca …

:-)

 

Jimmy Okberto 

:-) Friendster w [EMAIL PROTECTED] ©2007

~Since you are precious and honored in my sight,and because I love you …

   _____  

From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Reza
Sent: Sunday, June 10, 2007 11:16 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Cc: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [email protected]; [EMAIL 
PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL 
PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL 
PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: Banci Marak Bencana Merebak

 

Banci Marak Bencana Merebak
tanggal : 31/03/2007

HYPERLINK "http://al-islahonline.com"al-islahonline.com : Bak barang dagangan 
yang sedang laris, tayangan waria makin marak di layar kaca. Dalam kehidupan 
nyata, sama saja. Sejak 2004, kaum waria tercatat sudah tiga kali menggelar 
kontes. Pertanda apa ini?

Ketika memasuki ruangan Yayasan Srikandi Sejati yang nempel pada kantor 
Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) di bilangan Pisangan, Jakarta 
Timur, Nancy (53) langsung menyapa, "Dari Sabili, ya?" 

Selanjutnya, waria kelahiran Bandung, 1 April 1954 ini mengenalkan Sabili pada 
ketiga waria yang ada di ruangan 2 X 3 meter itu. Tampak juga seorang dokter. 
Penampilan Nancy berbeda dengan yang lainnya. Waria bernama asli Nandy Iskandar 
ini mengenakan jilbab. Sedangkan ketiga waria lainnya berdandan menor seperti 
umumnya waria. 

Sabili diminta masuk ke ruangan itu. Yang dimaksud ruangan adalah kamar yang 
hanya tersedia dua kursi dengan satu meja yang dipenuhi booklet penerangan 
HIV/AIDS. Demikian pula dindingnya. Bahkan ada manequin alat kelamin pria. "Ini 
buat contoh cara masang kondom," Nancy menjawab keheranan Sabili. 

Ketika wawancara berlangsung, para waria berlalu lalang. Dengan ramah, Nancy 
menjawab pertanyaan Sabili seputar kegiatan lembaganya dan latar belakang 
kehidupan waria yang sempat lolos seleksi anggota HAM beberapa waktu lalu. 

Nancy adalah salah satu potret fenomena waria yang makin tumbuh berkecembah di 
Indonesia. Di layar kaca, kita kerap disuguhi tontonan waria. Sebut misalnya 
sosok Irfan Hakim. Tak tanggung-tanggung, selain sering memainkan peran sebagai 
perempuan di acara Ngelenong Nyok, Irfan juga berperan sebagai perempuan di 
sinetron Putri Ke-4 di sebuah stasiun TV swasta. Dalam sinetron ini, ia 
berperan sebagai Erika, seorang gadis yang tinggal di sebuah rumah kos bersama 
tiga anak lainnya yang semuanya wanita. 

Irfan Hakim bisa dibilang artis yunior yang sering memainkan peran wanita. Jauh 
sebelum alumnus IAIN Sunan Gunung Djati ini tampil, kita sudah mengenal Tessy. 
Artis bernama asli Kabul Basuki ini sejak awal memang sudah menggeluti dunia 
lawak dengan ikon perempuan. Dan, sampai kini pun ia tetap enjoy dengan 
dunianya itu. "Ya, rezeki saya dari situ!" ujarnya, pada Sabili yang 
menghubunginya via telepon pekan lalu. 

Jauh sebelum Tessy muncul, dunia hiburan dihadiri oleh sosok Dorce Gamalama. 
Waria yang bernama asli Dedi Yuliardi Ashadi kelahiran Solok, Sumatra Barat, 21 
Juli 1963 ini termasuk artis serba bisa. Kini ia memandu acara Dorce Show di 
sebuah televisi swasta. 

Sejak kecil, Dorce sudah menggeluti dunia seni. Karir musiknya diawali dengan 
menyanyi bersama kelompok Bambang Brothers. Kala itu ia masih duduk di bangku 
SD. Di SMP ia semakin tidak tertarik pada pelajaran sekolah dan lebih 
memusatkan perhatian pada karir menyanyi. 

Selain itu, ia juga mulai menyadari kecenderungannya untuk tertarik pada pria. 
Hal ini juga ia manfaatkan untuk membuat penampilannya di panggung tambah 
menarik, yaitu melawak dengan berpura-pura menjadi wanita. Ketika itulah ia 
mendapatkan nama panggilan Dorce Ashadi dari Myrna, pemimpin kelompok tari 
waria Fantastic Dolls. 

Karena semakin merasa terperangkap dalam tubuh seorang laki-laki, ia kemudian 
memutuskan untuk operasi ganti kelamin menjadi seorang wanita. Walaupun 
mendapat tentangan dari berbagai pihak, hal ini juga diberitakan luas oleh 
media massa dan membuat Dorce semakin terkenal. Setelah muncul di TVRI stasiun 
daerah Surabaya, ia mulai muncul juga di TVRI pusat Jakarta dan diundang untuk 
tampil di berbagai kota di Indonesia. Acara ini diikuti film Dorce Sok Akrab 
dan Dorce Ketemu Jodoh, dan kontrak rekaman lainnya. 

Menurutnya, ia mendapat inspirasi untuk nama Gamalama dari suatu perjalanan 
untuk menyanyi di Ternate bersama Benyamin Suaeb, di mana ia melihat gunung 
Gamalama. Setelah naik haji, ia juga menambahkan nama Halimatussadiyah. 

Sosok lainnya yang bergelut di dunia ini adalah Aming. Pria kelahiran 7 
November 1980 mempunyai nama lengkap Aming Sugandhi. Ia selalu memainkan peran 
sebagai perempuan lewat acara komedi Extravaganza di sebuah stasiun TV swasta. 
Selain mereka, masih banyak artis lainnya yang berjenis kelamin laki-laki dan 
sering memainkan peran sebagai perempuan. Dalam hukum Islam, mereka ini 
termasuk takhannuts atau laki-laki menyerupai wanita. 

Selain di layar kaca, fenomena waria ini sejak lama sudah menunjukkan 
identitasnya secara terang-terangan di dunia nyata. Dari hari ke hari, 
keberadaan kaum waria di Indonesia, terasa makin banyak. Di Jakarta saja, saat 
ini tercatat ada lebih dari enam ribu waria yang terdata oleh Yayasan Srikandi 
Sejati yang juga digawangi oleh para waria sendiri. 

Belum lagi mereka yang masih tertutup dan dikucilkan keberadaannya, karena 
dianggap sebagai aib oleh keluarganya. Para waria, kebanyakan hidup berkelompok 
antara 10 orang sampai 30 orang. Di Jakarta, mereka tersebar di berbagai 
wilayah. 

Para waria yang cukup sukses menapaki hidupnya berprinsip, harus berani 
melakukan terobosan-terobosan, jika ingin diakui dan tidak menjadi cemoohan. 
Berbekal keberanian, segelintir waria mulai berani muncul di hadapan publik 
dengan kesan bersih, pintar dan tetap cantik. 

Hal itu diwujudkan pula melalui pemilihan putri waria, yang sudah diadakan tiga 
kali sejak 2004, meskipun mengundang kontroversi. Pada 2004 pernah digelar 
Kontes Miss Waria Indonesia. Megi Megawati terpilih sebagai pemenang. 

Selanjutnya pada pertengahan 2005, digelar Kontes Pemilihan Miss Waria 
Indonesia di Gedung Sarinah, Jakarta Pusat. Sebanyak 30 waria dari berbagai 
daerah mengikuti kontes ini. Mereka unjuk kebolehan dengan bernyanyi dan 
menari. Olivia Lauren, kontestan dari Jakarta, terpilih sebagai Miss Waria 
Indonesia 2005. Penyematan mahkota langsung dilakukan Miss Waria Indonesia 2004 
Megi Megawati. Menurut Ketua Dewan Juri Ria Irawan, salah satu penilaian adalah 
kesempurnaan fisik peserta yang menyerupai wanita. "Pemenang akan dikirim ke 
ajang internasional," kata Ria Irawan, kala itu. 

Acara ini sempat mendapat respon. Di luar gedung, sekitar seratus anggota Front 
Pembela Islam (FPI) memrotes Kontes Miss Waria ini. Mereka meminta acara 
tersebut dibubarkan. Menurut Sekretaris Dewan Pimpinan Pusat FPI Soleh Mahmud, 
acara ini telah menghina Islam. "Ini adalah kontes waria jadi-jadian, bukan 
waria yang diakui keberadaannya oleh Islam," kata Soleh. Setelah beraksi 
sekitar dua jam, mereka kemudian bernegosiasi dengan panitia. Namun, pemilihan 
Miss Waria 2005 tetap dilanjutkan. 

Para penyelenggara kontes waria ini seperti tak pernah kapok. Pada 2006, mereka 
kembali menggelar Pemilihan Putri Waria 2006. Kali ini Merlyn Sopjan yang 
bernama asli Aryo Pamungkas terpilih sebagai pemenang. 

Begitu gigihnya acara ini dilangsungkan sangat bisa dipahami. Para 
penyelenggara mendapatkan dukungan langsung dari para petinggi negeri ini. 
Seperti acara Pemilihan Putri Waria 2006, mereka mendapat dukungan langsung 
dari mantan Presiden Abdurahman Wahid dan Gubernur DKI Sutiyoso. "Saya hanya 
menagih janji Gus Dur yang pernah bilang dia Bapak Bangsa," papar Megie yang 
bernama asli Totok Sugiarto. Dialah tokoh paling penting dalam penyelenggaraan 
pemilihan miss waria 2006. 

Dukungan juga datang dari kalangan liberal. Seperti diberitakan Jawa Pos 
(Kamis, 1/7/2004), Ulil Abshar Abdalla pernah mengeluarkan siaran pers bersama 
dengan LSM Pelangi (Perhimpunan Lesbian dan Gay Indonesia) di Kantor YLBHI 
Yogyakarta pada 30 Juni 2004, untuk pembuatan UU khusus mengenai perlindungan 
lesbian dan gay. 

Selain itu, fenomena maraknya artis di layar kaca juga bisa berdampak buruk. 
"Dampaknya buruk sekali. Ini menjadi semacam angin segar bagi para waria atau 
bencong. Orang melihat itu hal biasa. Sebagai sebuah pilihan yang diserahkan 
kepada orangnya, mau silakan, tidak mau tidak apa-apa. Padahal perbuatan itu 
perbuatan terkutuk. Dalam hadits sudah dikatakan, Allah melaknat perbuatan 
seperti itu. Allah melaknat laki-laki yang keperempuan-perempuanan, dan 
sebaliknya," terang Dosen Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Dr 
Daud Rasyid. 

Menurut doktor bidang hadits dari Universitas Kairo, Mesir ini, dari segi moral 
waria sudah menyalahi kaidah-kaidah Islam. Seorang laki-laki tidak boleh 
memakai pakaian perempuan, sebagaimana disebutkan sebuah hadits shahih. 

Selanjutnya, menurut Daud Rasyid, praktik kebencong-bencongan ini menyalahi 
kaidah-kaidah moral. "Dalam kaidah moral kita, perempuan ada 
batasan-batasannya. Laki-laki juga ada batasan-batasannya. Jadi sangat tidak 
etis laki-laki tampil, apalagi di depan publik dengan pakaian-pakaian 
perempuan. Ini mengundang amarah Allah SWT karena itu merupakan bagian 
perbuatan yang berdosa," tegasnya. 

Ironisnya, sebagian dari mereka yang sering melakukan peran lawan jenisnya itu 
justru tidak mengetahui bahwa profesi yang mereka geluti dilarang. Ketika 
ditanya apakah profesinya dipermasalahkan secara agama, Kabul Basuki yang lebih 
tenar dengan panggilanTessy menjawab, "Agama yang mana?" Tessy juga heran kalau 
perbuatannya itu terlarang dalam Islam. "Diharamkan? Wah, saya baru dengar. 
Saya nggak pernah dengar hal itu," ujar Kabul pada Sabili ketika dikonfirmasi 
tentang hadits yang melarang seorang laki-laki menyerupai wanita. 

Berbeda dengan Tessy, Irfan Hakim justru mengetahui bahwa perbuatannya tidak 
boleh secara agama. Menurutnya, perbuatannya itu hanya sebatas di panggung. 
"Tapi kalau sampai dalam keseharian, agak miris juga ya. Itu kan sebenarnya 
dilarang kan oleh agama," ujarnya pada Sabili. 

Produser acara Catatan si Tessy, Boim Lebon juga mengaku kurang sreg dengan 
maraknya waria di layar kaca. "Saya sebenarnya kurang setuju kalau mengekspos 
waria-waria. Saya ada perasaan kurang sreg aja gitu," ujarnya. 

Lalu mengapa dia menggawangi acara Catatan si Tessy? "Kalau kita pakai Tessy 
karena dia dari dulu udah begitu ya. Kalau di TV lain, dia suka pakai buah 
dada-buah dadaan, di kita nggak boleh. Kalau dia pakai baju perempuan ya 
udahlah. Tapi kalau sampai kayak banci bener, sebetulnya kebijakan di RCTI 
nggak boleh ada banci-banci sekarang," imbuh penulis Serial Lupus ini. 

Dosen IAIN Sunan Gunung Djati Dr Daud Rasyid mengkhawatirkan fenomena maraknya 
waria ini. "Musibah-musibah ini kalau boleh dikatakan, merupakan jawaban atas 
kumpulan dosa-dosa yang begitu hebat di negeri kita. Begitu beragam, dari 
kanan, dari kiri. Maksiat ini jadi numpuk. Dari timbunan dosa-dosa yang 
dilakukan manusia, akhirnya pada gilirannya adalah murka Allah," ujarnya. 

Daud Rasyid berpesan, "Di zaman yang banyak terjadi musibah, justru kita 
berusaha mengurangi perbuatan-perbuatan yang sifatnya maksiat dan mengundang 
murka Allah. Fenomena terakhir ini menjadikan kita semakin terancam. Meski itu 
alasannya sekadar untuk penampilan atau tuntutan seni, itu dalam Islam tidak 
bisa diterima. Dalam Islam kesenian itu ada batasannya. Salah satunya dalam hal 
busana, tidak boleh laki-laki memakai kostum yang biasa dipakai perempuan. 
Demikian juga sebaliknya." 

Beginilah jadinya kalau kita tidak mengindahkan aturan Allah. Banci marak, 
bencana pun merebak. (sabili)

--
Internal Virus Database is out-of-date.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.446 / Virus Database: 269.8.0/821 - Release Date: 5/27/2007 3:05 PM


-- 
Internal Virus Database is out-of-date.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.446 / Virus Database: 269.8.0/821 - Release Date: 5/27/2007 3:05 PM
 


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke