Ini berita Antara dan Sikap AJI Bandar Lampung terhadap rencana Gubernur 
Sjachroedin memberangkatkan 40 wartawan ke Malaysia dan umrah ke Tanah Suci. 

AJI LAMPUNG PROTES PEMPROV 
BERANGKATKAN WARTAWAN KE MALAYSIA 

Bandarlampung, 25/6 (ANTARA) - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Lampung 
memrotes kebijakan
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung yang siap memberangkatkan 40-an wartawan 
ke luar negeri
(Malaysia dan Singapura), karena dinilai dapat 'memandulkan' sikap kritis 
wartawan di daerahnya.

Ketua AJI Lampung, Juwendra Asdiansyah didampingi Sekretarisnya, Adian Saputra, 
menegaskan,
di Bandarlampung, Senin, surat protes atas kebijakan yang dilakukan Gubernur 
Lampung Sjachroedin ZP lewat Biro Humas dan Infokom itu, telah dilayangkan 
kepada yang bersangkutan.

Menurut Juwendra yang juga Koresponden Harian Seputar Indonesia (Sindo) di 
Lampung itu, keinginan Pemprov Lampung untuk memberangkatkan wartawan 
"jalan-jalan" ke Malaysia dan Singapura serta memberangkatkan sejumlah wartawan 
mengikuti ibadah umroh ke Mekkah adalah bagian dari skenario "menyuap" para 
wartawan.

Padahal sesuai dengan Undang-Undang Pers (UU No. 40 Tahun 1999) dan Kode Etik 
Jurnalistik, wartawan tidak dibenarkan menerima imbalan atau fasilitas apapun 
dari narasumber maupun pihak lain berkaitan dengan tugas jurnalistik dan 
profesinya.

"Pemberian fasilitas untuk jalan-jalan ke luar negeri dan menjalani umroh itu 
merupakan bentuk
penyuapan yang dapat diindikasikan bertujuan tidak lain untuk pemandulan 
terhadap sikap kritis wartawan bersangkutan, " kata Juwendra lagi.

AJI Lampung mengimbau kalangan wartawan dan media massa di daerahnya, untuk 
senantiasa dapat
menjaga independensi serta sikap kritis termasuk kepada Pemprov Lampung serta 
atas kebijakan Gubernur Lampung yang tidak berpihak kepada kepentingan 
masyarakat banyak.

"Semestinya tawaran untuk fasilitas jalan-jalan keluar negeri dan ibadah umroh 
itu harus
ditolak, karena dapat mempengaruhi independensi wartawan," kata Juwendra lagi.

Dia mengingatkan, media massa dan para wartawan di Lampung juga bertugas untuk 
terus memantau
kekuasaan. Karena itu, Pemprov Lampung sebagai bentuk kekuasaan, tentu harus 
dipantau terus menerus secara objektif.

"Jika ada upaya untuk memberikan fasilitas yang notabene suap, fungsi sebagai 
pemantau kekuasaan
akan tereliminasi, " kata Juwendra pula.

AJI Lampung juga memrotes pencantuman nama tiga jurnalis anggota AJI setempat 
(Oyos Saroso
HN/Koresponden The Jakarta Post), Teguh Prasetyo (Lampung Post), dan 
Fadilasari/Ila Fahri (Koresponden Metro TV) dalam jalan-jalan tersebut. Padahal 
ketiga wartawan itu sudah
mengonfirmasi mereka tidak tahu menahu atas persoalan tersebut.

Mereka juga menolak menerima tawaran berangkat ke luar negeri (Malaysia dan 
Singapura).
"Kalau mereka tetap berangkat, berarti telah melanggar prinsip dan Kode Etik 
Jurnalistik maupun melanggar ketentuan yang digariskan oleh AJI," tutur 
Juwendra.

AJI Lampung juga menyayangkan sikap wartawan yang bersedia diberangkatkan. 
Menurut AJI Lampung, kata Juwendra lebih lanjut, sikap menerima tawaran Pemprov 
Lampung untuk
jalan-jalan ke luar negeri dan menjalankan ibadah umroh itu --dengan dana dari 
uang rakyat--
mencerminkan tiadanya nilai kritis yang mestinya harus terus melekat pada 
setiap jurnalis.


Sikap AJI Bandar Lampung terhadap Rencana Pemberangkatan 40 Wartawan ke Luar 
Negeri

> 1. AJI Bnadar Lampung memprotes keinginan pemprov yang
> memberangkatkan wartawan jalan-jalan ke Malaysia dan
> umrah. Sebab, hal itu merupakan bentuk pemandulan
> terhadap sikap kritis wartawan. Media massa dan
> jurnalisnya senantiasa menjaga independensi,
> sehingga hal itu harus ditolak karena dapat memengaruhi independensi.
> Kemudian, media massa ialah bertugas untuk memantau
> kekuasaan. Pemprov sebagai bentuk kekuasaan, tentu
> harus dipantau. Oleh sebab itu, jika ada upaya untuk
> memberikan fasilitas yang notabene suap, fungsi
> sebagai pemantau kekuasaan akan tereliminasi.
> 
> 2. AJI memprotes pencantuman nama tiga jurnalis
> anggota AJI (Oyos Saroso/Jakarta Post), teguh
> Prasetyo (Lampost), dan Fadilasari (Metro TV) dalam
> jalan-jalan  tersebut. Ketiganya sudah mengonfirmasi mereka tidak
> tahu menahu atas persoalan tersebut.
> Jikapun seandainya mereka ikut, sudah pasti
> melanggar prinsip dan kode etik jurnalistik.
> 
> 3. AJI menyayangkan sikap wartawan yang mau
> diberangkatkan. Sebab, sikap itu mencerminkan
> tiadanya nilai kritis yang mesti ada pada setiap jurnalis.

 
Satrio Arismunandar 
Producer - News Division, Trans TV, Floor 3
Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790 
Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4026,  Fax: 79184558, 79184627
 
http://satrioarismunandar6.blogspot.com
http://satrioarismunandar.multiply.com  
 
"If you know how to die, you know how to live..."


 



       
____________________________________________________________________________________
Pinpoint customers who are looking for what you sell. 
http://searchmarketing.yahoo.com/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke