bismi-lLah wa-lhamdu li-lLah wa-shshalatu wa-ssalamu 'ala rasuli-lLah
wa 'ala alihi wa ashhabihi wa ma-wwalah, amma ba'd, assalamu 'alaikum
wa rahmatu-lLahi wa barakatuH

dapet kiriman bagus nech, syeringlach yach.
silah:

"Mengapa dukun, ramalan dan sihir begitu laris manis dan para
tukang-nya  bertebaran di negara-negara kaum muslimin.?" 
Di antara sebab-sebabnya adalah: 

1. Lemahnya Iman Di Dalam Diri Kita 

Padahal iman merupakan benteng terbesar dan pencegah setiap fitnah,
 keburukan dan hal-hal yang tidak disukai. Allah subhanahu watat'ala
 berfirman, artinya, 
"Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi
 petunjuk kepada hatinya." (QS.at-Taghabun:11). 

Di dalam sebuah hadits dinyatakan, "Sesungguhnya iman menjadi usang di
hati salah seorang di antara kamu seperti usangnya pakaian. Karena itu,
mintalah kepada Allah agar memperbarui iman di dalam hati kamu."
(Shahih al-Jami, al-Albani, II:56). 

Ketika pengharapan kepada Allah subhanahu wata'alafnmelemah, rasa takut
kepada-Nya berkurang, aspek tawakkal kepada-Nya, ridha terhadap
takdir-Nya serta keyakinan terhadap pembagian-Nya goyah, maka sebagian
orang menolerir diri untuk pergi menemui para tukang sihir dan dukun
sehingga semakin lemahlah iman mereka, harta dan akal pikiran mereka
pun terampas.!! 

2. Jahil terhadap Hukum-hukum Syari'at 

Demikian juga jahil terhadap ancaman-ancaman syari'at atas orang-orang
yang mendatangi para tukang sihir, para peramal dan dukun itu, terlebih
bahayanya terhadap keyakinan dan agama. Apakah akan tetap pergi
mendatangi mereka, orang yang mengetahui dan mengagungkan sabda
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, "Barangsiapa yang mendatangi
para peramal, lalu menanyakan sesuatu kepadanya, maka tidak diterima
baginya shalat empat puluh malam." (HR. Muslim). 

Apalagi bila sampai bertanya kepada mereka lalu membenarkannya, maka
dosanya akan lebih besar lagi. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
bersabda, "Barangsiapa yang mendatangi para peramal atau dukun, lalu
membenarkan apa yang dikatakannya, maka ia telah kafir terhadap wahyu
yang diturunkan kepada Muhammad." (HR. al-Hakim, Hadits Shahih) 

3. Keluguan Sebagian Kaum Muslimin dan Kejahilan Mereka akan Kondisi
Para Tukang Sihir dan Dukun Itu 

Mereka pergi mendatangi para tukang sihir, dukun atau peramal itu
dengan penilaian baik terhadap mereka padahal pengobatan yang mereka
berikan hanya hal yang membahaya kan, tidak bermanfa'at sama sekali;
prediksi-prediksi, ilusi, gurah, jampi-jampi dan tulisan-tulisan yang
dijual dengan harga mahal.! Padahal bagi orang yang berakal, tidak
sebanding dengan satu sen pun.!! Bahkan sebaliknya, bila kita
memperhatikan kondisi para peramal itu, pasti kita akan mendapatkan hal
yang sungguh aneh dan yakin seyakin-yakinnya, bahwa sebenarnya,
merekalah manusia yang amat memerlukan pengobatan dan rehabilitasi.!! 

4. Kejamnya Gaya Hidup Materialistis Modern 

Hal ini membuat hati menjadi keras, sumber-sumber kebaikan mengering
dari ruh-ruh kebanyakan manusia. Akibatnya, timbul gangguan jiwa,gejala
kecemasan semakin tinggi. Parahnya lagi, orang-orang yang sakit jiwanya
itu malah mengira bahwa kesembuhan mereka berada di tangan para tukang
sihir dan dukun itu, lalu pergi mengetuk pintu rumah mereka, merogoh
kocek yang banyak berharap kesembuhan dari mereka, na'udzu billahi min
dzalik.! 

5. Rumah Kaum Muslimin Ada yang Dijadikan Sarang Setan 

Akibatnya, tidak ada lagi dzikrullah di dalamnya, tidak ada bacaan
al-Qur'an, tidak ada lagi wirid-wirid dan doa-doa perlindungan yang
disyari'at kan yang sesungguhnya dapat membuat setan pergi.!? Rumah itu
hanya dipenuhi kemungkaran, buku-buku dan majalah-majalah tak senonoh
dan minuman keras. Rumah yang secara fisik kokoh dan bagus itu
sebenarnya telah menjadi tempat berteduhnya setan-setan. Para
penghuninya tertimpa berbagai penyakit di mana kemudian mereka mengira
bahwa tidak ada jalan keluar selain melalui sihir dan perdukunan.
Demikianlah penyakit ini menyebar dan setiap manusia yang menjauh dari
Allah subhanahu wata'ala dan manhaj-Nya, maka akan semakin besar
kebingungan mereka, dan semakin banyak bencana menimpa.!! 

6. Lemahnya Peran Ulama, Pakar dan Para Pendidik 

Mereka tidak lagi berperan dalam memberikan peringatan akan bahaya
sihir, menjelaskan dampak-dampak negatif yang ditimbulkan apabila
masyarakat mendatangi para tukang sihir dan peramal (paranormal).
Seharusnya, permasalahan seperti ini perlu dibuatkan seminar khusus,
disorot dari aspek agama dan sosial di beragam media massa, sehingga
umat menjadi tanggap dan peka dan tidak lagi percaya dengan hal-hal
semacam itu.! 

7. Tidak Diterapkannya Hukum Allah subhanahu wata'ala terhadap Tukang
Sihir 
Bilamana para tukang sihir dibiarkan dan tidak dipantau secara serius,
maka semakin merebak dan maraklah aktivitas mereka yang merusak itu.
Terkadang bisa jadi, karena tidak adanya kerja sama masyarakat lantaran
kurang atau tidak adanya rasa takut mereka kepada Allah subhanahu
wata'ala. Akan tetapi yang lebih penting lagi adalah bagaimana sikap
tegas penguasa terhadap prilaku para tukang sihir tersebut, yakni bila
hukum Allah subhanahu wata'ala ditegakkan, pastilah masalahnya selesai.
Sebab sebagaimana dalam hadits shahih (mauquf) telah disebutkan, "Hadd
(hukuman) atas pelaku sihir adalah dipenggal dengan pedang." (HR.
at-Tirmidzi, disetujui adz-Dzahabi) 

8. Publikasi yang Menyesatkan 

Dalam artian, bilamana secara sengaja atau tidak, kegiatan sejumlah
tukang sihir, dukun atau peramal dipublikasikan kepada masyarakat
seperti bila kebetulan dalam kasus tertentu ada sebagian orang yang
berhasil sembuh melalui tangan mereka. Maka ini akan menyebabkan
manusia yang lemah imannya semakin mempercayai dan berdatangan kepada
mereka. 

Demikian di antara sebab-sebab mengapa sihir dan para pelakunya
demikian marak di negara-negara kaum muslimin. Solusi dan jalan keluar
dari hal itu, adalah dengan mengantisipasi dan menyadari dampak buruk
yang ditimbulkannya, di antaranya dengan memperbarui keimanan di dalam
jiwa setiap Muslim, menyebarkan ilmu berkenaan dengan masalah-masalah
aqidah, menyugesti instansi-instansi pemerintah dan lembaga swadaya
masyarakat yang terkait dengan kewenangan mengontrol, memperbaiki rumah
dengan menyemarakkan dzikir, shalat dan tilawah al-Qur'an, memberi kan
penyuluhan kepada para wanita agar menjaga diri mereka dengan tetap di
rumah sebab mereka sangat rentan menjadi korban sihir. 

Terakhir, yang menjadi benteng paling mujarab adalah menjaga dan
komitmen terhadap wirid-wirid dan dzikir-dzikir syari'at yang dibacakan
di pagi dan sore hari, Wallahu a'lam. [Hanif Yahya, Lc] 

Sumber: Syu'a' Min al-Mihrab: as-Sihr, Haqiqatuhu, Wa Hukmuhu Wa
Limadza Yantasyiru

wa bi-lLahi-ttaufiq wa-lhidayah, subhanaka-lLahumma wa bihamdiKa
asyhadu alla Ilaha illa Anta, astaghfiruKa wa atubu ilaiK. 
wassalamu 'alaikum

"Fa maadza ba'da-lhaqq, illa-dl_dlalaal"

Leo Imanov
Abdu-lLah
AllahsSlave
http://sudjanamihardja.multiply.com
http://imanov.jeeran.com
phone: +49 241 1 89 93 69
mobile: +49 1 76 63 01 56 79


                
___________________________________________________________ 
How much free photo storage do you get? Store your holiday 
snaps for FREE with Yahoo! Photos http://uk.photos.yahoo.com

Kirim email ke