assalamu'alaikum wr. wb.

pertama, saya dari india juga turut mengucapkan selamat buat mas 
satrio dan kk atas lahirnya putra yang ketiga ini. doa dan harapan 
kami tentunya semoga kelak bayi kecil ini tumbuh menjadi anak yang 
shalih.

tentang nama "fawwaz," saya kira ini cukup menarik sekali, krn memang 
selama ini yang ada cuma faiz, teman kami di india, jg ada yang 
bernama faiz, terus teman kami yg jg masih di india, bbrp waktu lalu, 
isterinya melahirnya, anaknya juga diberi nama faiz. "faiz" adalah 
bentuk singelnya, dan "fawwaz" bentuk jamaknya. jadi, dlm "fawwaz" 
ada beberapa "faiz."

kemudian, untuk menjadi seorang "ahmadinejad," saya kira, semangat 
ahmadinejad iran tersebut akan mengalir pada diri sang bayi bila 
ditopang oleh didikan dr orang tua. ada teman kami di Dumai (Riau), 
namanya Muhammad Rasul, tp sayang krn didikan dr orang tuanya kurang 
topcer, ya akhirnya antara nama dan sifat si anak nggak nyambung. 

di india ada banyak tokoh yang saya kagumi. (1) gandhi tentang 
kesederhanaannya dan semangat berdikarinya, (2) jawaharlal nehru 
tentang nasionalismenya, (3) sir syed ahmad khan (pendiri AMU, 
kampusku) tentang perjuangannya dlm dunia pendidikan. meski saya tak 
memiliki nama-nama mrk, tp saya mencoba untuk menularkan sifat-sifat 
mrk itu dlm kehidupan saya sehari-hari, sebab saya sdh terlambat 
untuk membubuhkan nama-nama mrk dlm nama saya.
 
ahir kalam, semoga apa-apa yg mas satrio harapkan pada si bayi, bisa 
terwujud nantinya dg ridho Allah swt. amien ya rabbi.

wassalam,

IZAM -

ps: buat kak ida, mbak listy, ustdzh iin: ini albumku
http://zakzibizu.blogspot.com


--- In [email protected], Satrio Arismunandar 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Sesudah pergulatan panjang, akhirnya istri saya selamat melahirkan 
anak saya yang ketiga, pada Jumat, 29 Juni 2007 jam 23.13 di RS 
Hermina, Depok. Bayinya laki-laki, berat 4,3 kg, dan panjang 51 cm, 
dilahirkan lewat operasi caesar. 
>  
> Sebenarnya, semula tidak perlu operasi karena kehamilannya normal. 
Namun, ketika proses kelahiran baru bukaan 2, ketahuan bahwa istri 
saya terkena demam berdarah (DB). Trombositnya sudah 104. 
>  
> Dokter berpendapat, jika menunggu sampai lahir secara normal besok 
paginya, bisa jadi trombosit istri saya akan turun sampai di bawah 
100. Dan ini akan membahayakan si jabang bayi. Jadi, demi kebaikan 
sang bayi, kelahiran tak boleh menunggu lebih lama. Maka dipilihlah 
opsi operasi.
>  
> InsyaAllah, anak saya ini akan saya beri nama: 
> FAWWAZ AHMADINEJAD SATRIOPUTRA.
>  
> Fawwaz ini bahasa Arab, artinya: "Yang mendapat banyak 
keberuntungan." 
> Latar belakangnya, yah, zaman sekarang ini kan zaman globalisasi, 
pergolakan dan cobaan. Jadi saya pikir butuh banyak keberuntungan 
untuk selamat dunia-akhirat. 
>  
> Dalam interaksi sosial di masyarakat, tempat kerja, dan sebagainya, 
kita akan bertemu, berhubungan, berteman, bersaing, bahkan berkonflik 
dengan banyak macam orang. Ada pemeo mengatakan: "Orang bodoh kalah 
oleh orang pandai. Namun, orang sepandai apapun toh bisa kalah oleh 
orang licik. Tetapi, biar menghadapi tipu daya apapun dari orang 
licik, masih lebih menang orang yang beruntung…"
>  
> Ahmadinejad adalah nama Presiden Iran yang juga penganut Muslim 
Syiah. Saya bukan penganut Syiah. Namun ada dua karakter dari 
Ahmadinejad yang saya kagumi: kesederhanaan dan keberanian. Ini 
adalah dua sifat yang saya pikir perlu dimiliki oleh para pemimpin 
bangsa ini, jika ingin Indonesia lepas dari krisis berlarut-larut. 
>  
> Orang yang tidak mau hidup sederhana, akan terdorong korupsi atau 
melanggar hukum untuk hidup bermewah-mewah, yang di luar 
kapasitasnya. Selain itu, kita tidak bisa menyelesaikan banyak 
masalah bangsa ini tanpa keberanian. Keberanian untuk bertindak, 
untuk bersikap beda dari yang konvensional, untuk melawan 
keangkaramurkaan, dsb.
>  
> Di antara sejumlah anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) tempat 
saya bernaung, memang ada sejumlah teman yang memberi nama anaknya 
dengan nama orang-orang besar. Ahmad Taufik (Tempo) memberi nama 
anaknya Khatami (nama ulama dan mantan Presiden Iran), Meirizal 
Zukarnaian (ex-Bisnis Indonesia) memberi nama anaknya Hegel (filosof 
yang terkenal dengan tesa-antitesa-sintesa), Hasudungan Sirait dan 
Rien Hindryati (ex-Bisnis Indonersia) memberi nama anaknya Marx 
(tokoh ini tak perlu saya jelaskan lagi…). 
>  
> Mantan aktivis ITB, Heri Akhmadi, juga memberi nama anaknya Gempur 
Suharto. Ini sih pencerminan sikap politiknya, karena melawan 
pemerintahan otoriter Soeharto di era Orde Baru. 
>  
> Sedangkan ide nama Satrioputra terus terang karena saya terpengaruh 
oleh Bung Karno, yang memberi nama anaknya: Megawati Soekarnoputri 
dan Guruh Soekarnoputra. Artinya ya cuma menyatakan bahwa Fawwaz ini 
adalah anaknya Satrio. Begitu saja…he..he..he… 
>  
> Terimakasih pada teman-teman yang memberi dukungan doa dan selamat 
atas kelahiran anak saya. Semoga Fawwaz Ahmadinejad Satrioputra akan 
jauh lebih baik dari bapaknya ini.
> 
>  
> Satrio Arismunandar 
> Producer - News Division, Trans TV, Floor 3
> Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790 
> Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4026,  Fax: 79184558, 79184627
>  
> http://satrioarismunandar6.blogspot.com
> http://satrioarismunandar.multiply.com  
>  
> "If you know how to die, you know how to live..."
> 
> 
>       
______________________________________________________________________
______________
> Park yourself in front of a world of choices in alternative 
vehicles. Visit the Yahoo! Auto Green Center.
> http://autos.yahoo.com/green_center/ 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke