Mas, Roma kota indah itu adalah kedudukan sang Paus, tapi yang 
namanya maling? audzubillah! 10 Jakarta malingnya kalah dengan 
mereka, koper dimuka kita di stasiun bisa raib...

Amerika dengan ajaran Protestantismenya yang penuh kasih menjalankan 
perbudakan puluhan tahun. Aneh memang manusia ini..

Salam

Danardono

--- In [email protected], "Mas Bagong" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Mas Nizam,
> Padahal mereka itu haji lho?
> Apanya yang salah? Agama? Penerapan? Or manusianya?
> DG
> 
> 
> On 7/3/07, A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >   Ini apa saya yang naif ya?
> > Para calon Gubernur DKI menghabiskan ratusan milyar
> > rupiah kepada juru kampanye agar bisa menjabat jadi
> > gubernur. Sementara saya sering melihat di jalan
> > anak-anak terlantar dan orang miskin harus berjuang
> > keras untuk mencari makan.
> >
> > Dalam Al Qur'an disebut sedekah itu untuk fakir
> > miskin. Pada Pilkada, uang diberikan untuk juru
> > kampanye dan petualang politik.
> >
> > Ketika berkuasa, apakah mereka bekerja untuk rakyat
> > atau sibuk membalas budi para donatur?
> >
> > Biar seimbang informasinya
> >
> > Sumber :http://www.detikportal.com/
> >
> > 26/04/2007 11:08
> > Duit Gelap Pilkada Jakarta (1)
> > Ibu Pusing Diminta Duit Terus
> > Deden Gunawan - Tim Laporan Khusus
> >
> > Jakarta, Suasana Gedung Padepokan Pencak Silat Taman
> > Mini Indonesia Indah (TMII) tidak seperti biasa. Sejak
> > dua bulan lalu orang yang singgah tidak hanya pesilat
> > yang tergabung dalam IPSI saja.
> >
> > Beberapa aktivis, mahasiswa, Lembaga Swadaya
> > Masyarakat (LSM), organisasi kepemudaan, dan
> > organisasi masyarakat (ormas) sering bolak-balik ke
> > gedung itu. Terkadang mereka datang bergerombol dengan
> > atribut organisasi masing-masing.
> >
> > Tempat yang disambangi adalah sebuah ruangan utama
> > gedung padepokan itu. Di ruang berukuran 6 x 8 meter
> > itu telah disulap sebagai sekretariat Foke Center
> > Wilayah Jakarta Timur.
> >
> > Kebetulan salah satu pengelola gedung padepokan silat
> > itu adalah Andi Mapaganti, bekas Walikota Jakarta
> > Timur. Ketika dia dipercaya Fauzi Bowo alias Foke
> > menjadi ketua pemenangan Foke di wilayah Jakarta
> > Timur, gedung itu lantas digunakan sebagai markas.
> >
> > Sebagai tempat tim pemenangan Foke di Pilkada DKI
> > Jakarta, aktivitas di gedung itu selalu ramai
> > dikunjungi orang. Ada yang sekedar ngobrol dan
> > diskusi. Ada juga yang datang sekadar menyodorkan
> > proposal. "Kebanyakan mereka membawa proposal
> > kegiatan. Dan minta bantuan dana," kata Yayan Said,
> > pengurus Foke Center.
> >
> > Agenda kegiatan yang disodorkan pun bermacam-macam.
> > Ada yang akan mengadakan diskusi, musyawarah cabang,
> > rapat kerja daerah, atau gerak jalan. Jumlah anggaran
> > yang diminta juga bervariasi. Mulai dari Rp 3 juta
> > sampai dengan Rp 30 juta. Sebanyak 817 proposal kini
> > terparkir di dua almari Foke Center Jakarta Timur itu.
> >
> > Jumlah proposal yang masuk ke Foke Center Jakarta
> > Timur belum seberapa. Menurut Yayan, di Foke Center,
> > proposal yang datang ke sana bisa mencapai 7.000
> > eksemplar. Proposal-proposal itu kebanyakan datang
> > dari organisasi kepemudaan, LSM, dan ormas.
> >
> > Saat ini jumlah organisasi kepemudaan (OKP) yang ada
> > di Jakarta sebanyak 65 organisasi. Masing-masing
> > organisasi mempunyai cabang di tingkat II sampai
> > tingkat kelurahan. Sementara ormas yang ada sekitar
> > 70-an. Juga beranak cabang di seantero Jakarta. Belum
> > lagi puluhan LSM yang tiba-tiba muncul menjelang
> > Pilkada DKI Jakarta ini.
> >
> > Dana yang mereka minta nilainya bervariasi. Kalau
> > kegiatan kemasyarakatan biasanya mereka mematok
> > anggaran Rp 15 juta sampai Rp 30 juta. Sedangkan untuk
> > deklarasi atau pernyataan dukungan tarifnya lebih
> > besar lagi. Paling kecil mereka mematok angka
> > sumbangan Rp 100 juta. Tapi bagi organisasi ternama
> > dan terkenal serta memiliki banyak massa harga sebuah
> > deklarasi dukungan bisa mencapai miliaran rupiah.
> >
> > Jelasnya tumpukan proposal yang saat ini masuk ke
> > markas Foke membuat petugas sekretariat pusing. Sebab
> > mau tidak mau mereka harus membaca, mempelajari, dan
> > menyodorkan kepada pimpinan sekretariat.
> >
> > "Acaranya yang ingin dibuat macam-macam, Mas.
> > Kebanyakan kegiatannya tidak jelas. Intinya mereka
> > hanya mencari uang saja," ujar Yayan, yang juga
> > menjabat salah satu ketua DPD Partai Golkar DKI
> > Jakarta.
> >
> > Umumnya dalam proposal itu mereka mengklaim mempunyai
> > basis massa ratusan sampai ribuan. Malah ada yang
> > melampirkan nama-nama anggota berikut kartu penduduk
> > DKI Jakarta untuk meyakinkan Tim Foke, atau yang
> > dikenal dengan Tim Orang-nye.
> >
> > Sementara di markas Adang Daradjatun, pesaing Foke,
> > ratusan proposal juga telah menumpuk di rumah Adang.
> > Rumah pribadi yang terletak di kawasan Cipete, Jakarta
> > Selatan, saat ini dijadikan markas sementara Tim
> > Oranye (tim kampanye Adang).
> >
> > Mereka yang berkantor di sini adalah orang-orang dekat
> > Adang. Sementara tim bentukan Partai Keadilan
> > Sejahtera (PKS), parpol pendukung Adang, mereka
> > bermarkas di kantor-kantor DPC PKS. Tapi untuk urusan
> > dana, tim bentukan PKS selalu datang ke markas tim
> > Adang.
> >
> > Menurut sumber detikcom dari tim Adang, saat ini
> > ratusan proposal yang datang ke kediaman Adang
> > kebanyakan dari aktivis-aktivis PKS. Rencana acara
> > yang termuat di dalam proposal lebih banyak berbentuk
> > diskusi, forum silaturahmi, atau pengajian. Semua
> > acara yang digagas bertujuan mengumpulkan massa
> > sebanyak-banyaknya.
> >
> > Banyaknya aktivis yang datang meminta kucuran dana
> > sempat dikeluhkan Nunun Nurbaeti, istri Adang.
> > Pasalnya hampir setiap hari tidak kurang dua proposal
> > harus dicairkan dananya.
> >
> > "Ibu pusing dimintain duit terus. Dalam sehari paling
> > sedikit Rp 50 juta uang yang dikeluarin Ibu buat
> > ngebiayain kegiatan para aktivis-aktivis itu," kata
> > sumber yang enggan disebut namanya itu.
> >
> > Kabarnya hal tersebut membuat tim Adang risih. Mereka
> > pun berencana mengambil alih komando pemenangan Adang.
> > Rencana ini akan dilakukan setelah ada penetapan tim
> > sukses oleh KPUD Jakarta. Sementara untuk tim PKS
> > tugasnya hanya memback up saja.
> >
> > Cari uang dengan menjual proposal memang bukan rahasia
> > lagi. Intensitasnya semakin meningkat ketika waktu
> > pemilihan semakin dekat. Sebab dalam Pilkada secara
> > langsung dukungan massa sangat dibutuhkan. Untuk
> > menyambangi atau mengenalkan diri ke tiap calon
> > pemilih tentu tidak mungkin. Itu sebabnya para calon
> > gubernur (cagub) membutuhkan kelompok-kelompok yang
> > punya basis massa sebagai jembatan.
> >
> > Gayung pun bersambut. Organisasi yang punya basis
> > massa atau yang sekadar ngaku-ngaku punya massa
> > langsung meminta uang dengan dalih biaya operasional.
> >
> > Padahal kegiatan yang diselenggarakan cuma akal-akalan
> > saja. "Kapan lagi mas dapet uang dari mereka. Mereka
> > butuh suara, kami butuh uang. Kalau mereka mau kita
> > dukung yah harus ngeluarin uang buat operasional
> > kita," jelas Makmur, salah satu ketua ormas yang
> > bermarkas di Jakarta Selatan.
> >
> > Pastinya pesta demokrasi Pilkada di DKI Jakarta
> > membuat organisasi berbasis massa bergairah. Soalnya
> > ajang semacam ini sangat berpeluang untuk mencari
> > uang. Dengan berbekal kop surat dan janji dukungan
> > terhadap kandidat mereka meminta uang.(den)
> >
> > 26/04/2007 13:02
> > Duit Gelap Pilkada Jakarta (2)
> > Jualan Kursi Berharga Tinggi
> > Deden Gunawan - Tim Laporan Khusus
> >
> > Jakarta, Abdul Wahab Mokodongan sekarang kurang
> > bergairah lagi berbicara seputar Pilkada DKI Jakarta.
> > Padahal sebulan yang lalu, mantan Kapuspen TNI itu
> > begitu antusias.
> >
> > Pencalonan dirinya sebagai calon wakil gubernur
> > (cawagub) mendampingi Fauzi Bowo (Foke) sempat ramai
> > diperbincangkan. Dalam berbagai kesempatan Abdul Wahab
> > melontarkan pernyataan kalau antara Foke dan dirinya
> > telah ada kesepakatan sebelumnya terkait Pilkada DKI
> > Jakarta.
> >
> > Tapi kenyataannya hingga kini Foke belum menjatuhkan
> > pilihan. Pasalnya dalam urusan cawagub Foke tidak
> > punya kewenangan. Nama cawagub harus sesuai dengan
> > kesepakatan parpol-parpol pendukung.
> >
> > "Semua parpol pendukung Foke punya hak suara yang sama
> > untuk mengusulkan cawagubnya masing-masing. Jadi
> > tergantung kesepakatan, " jelas Sekretaris DPD PDIP
> > DKI Jakarta Eriko Sotarduga.
> >
> > Untuk mendapatkan tiket cagub, Foke disokong 15 Parpol
> > yang bergabung dalam koalisi. Mereka adalah Partai
> > Golkar, PDIP, Partai Demokrat (PD), PPP, PDS, PBR, dan
> > 9 partai politik kecil yang tergabung dalam Koalisi
> > Jakarta Non Fraksi. Jadi mau tidak mau Foke harus
> > mengikuti kehendak koalisi.
> >
> > Kini nasib Mokodongan untuk jadi kandidat wagub DKI
> > Jakarta semakin jauh dari harapan. Pesaingnya semakin
> > banyak dan kesemuanya berlatar belakang militer.
> >
> > Misalnya Mayjen (Purn) Djasri Marin, Mayjen (Purn)
> > Asril Tanjung, Mayjen (Purn) Slamet Kirbiyantoro, dan
> > Mayjen (Purn) Ferrial Sopyan. Bukan itu saja, keempat
> > pesaingnya tersebut direkomendasi oleh parpol
> > pendukung Foke. Sementara Mokodongan hanya didukung
> > beberapa organisasi atau kelompok non partai.
> >
> > Dalam perbincangan melalui telepon, jendral yang akrab
> > disapa Moko tersebut menyatakan dirinya kini hanya
> > bisa pasrah. Meski demikian dia menyatakan keanehan
> > dengan pola pencalonan Pilkada saat ini.
> >
> > "Biasanya dalam pencalonan Pilkada yang dimunculkan
> > pasangan calon. Tapi ini kok cagub dulu ditentukan,
> > sedangkan cawagub dipilih lagi kemudian," jelasnya
> > dengan nada heran. Aroma uang di balik sistem
> > pencalonan seperti ini tentu saja hinggap di benak
> > Moko. Dia pun menuding kalau parpol-parpol ingin
> > menggali uang dari dua calon sekaligus. Dari cagub
> > dapat. Dari cawagub juga dapat.
> >
> > Dugaan Moko bukan tanpa alasan. Pilkada sekaliber DKI
> > Jakarta begitu prospektif untuk meraup keuntungan.
> > Jangan heran bila parpol pendukung mematok tarif yang
> > tinggi untuk sebuah dukungan.
> >
> > Misalnya Adang Daradjatun yang dicalonkan Partai
> > Keadilan Sejahtera (PKS). Untuk mendapatkan tiket
> > cagub, Adang harus mengeluarkan dana sekitar Rp 150
> > miliar. Sedangkan Foke diperkirakan lima kali lipat
> > dari yang dikeluarkan Adang sebab dia harus
> > mengucurkan ke 15 parpol pendukung.
> >
> > Rupanya parpol pendukung Foke tidak puas dengan hanya
> > menerima uang dari Foke. Mereka kemudian menjual kursi
> > cawagub kepada siapa yang berani membayar.
> >
> > Memang, mereka tidak secara langsung meminta uang
> > kepada para cawagub. Biasanya parpol datang ke
> > masing-masing cawagub meminta uang dengan dalih
> > membiayai sebuah kegiatan partai.
> >
> > "Saya beberapa kali didatangi parpol yang memintai
> > sumbangan untuk kegiatan mereka. Apakah ini ya, cara
> > baru dalam melihat calon yang akan dipilih?" kata
> > salah satu cawagub pendamping Foke kepada detikcom.
> >
> > Semakin lama penentuan cawagub tentu membuka peluang
> > bagi parpol. Mereka punya waktu banyak untuk
> > 'mengolah' para cawagub. Tentu saja uang yang diminta
> > kepada mereka tidak sedikit.
> >
> > Tiap-tiap parpol setidaknya meminta sumbangan sekitar
> > Rp 100 juta dalam setiap kegiatannya. Yang meminta pun
> > bukan dari DPD saja. Di tingkat DPC II dan ranting
> > juga menyodorkan proposal kegiatan. Bahkan DPP tidak
> > mau ketinggalan. Mereka juga sering mendatangi para
> > calon dengan menjanjikan dukungan.
> >
> > Ulah koalisi parpol pendukung Foke, menurut Direktur
> > Newslink Publik Opinion Manajemen, Despen Ompusunggu,
> > membuat ketidakpastian komitmen antara calon dengan
> > pemilihnya.
> >
> > "Masyarakat pendukung Foke akhirnya kebingungan karena
> > ketidakjelasan sikap tersebut. Sementara publik tidak
> > tahu figur yang diingini parpol terkait cawagub,"
> > jelas Despen.
> >
> > Sikap mencari keuntungan sesaat memang begitu
> > mendominasi setiap pilkada. Para politisi begitu asyik
> > dengan mengais uang dari calon yang didukung. Parpol
> > tidak peduli dengan program apa yang diusung calon
> > yang mereka dukung. Asal bisa dimintai uang dukungan
> > pun meluncur dengan sendirinya.
> >
> > 26/04/2007 15:41
> > Duit Gelap Pilkada Jakarta (3)
> > Main di Dua Kaki Demi Investasi
> > Deden Gunawan - Tim Laporan Khusus
> >
> > Jakarta, Mengalirnya duit dalam persiapan pilkada DKI
> > Jakarta kali ini memang mengejutkan. Dari berbagai
> > keterangan yang dihimpun detikcom, dana yang siap
> > digelontorkan untuk pemenangan pilkada mencapai angka
> > triliunan rupiah.
> >
> > Untuk mengetahui angka pasti memang sulit. Tapi dari
> > berbagai pengeluaran yang telah dilakukan Fauzi Bowo
> > (Foke) maupun Adang Daradjatun saat ini saja jumlahnya
> > sudah begitu besar.
> >
> > Untuk maju sebagai calon gubernur (cagub), Adang
> > Daradjatun ramai dikabarkan harus menyetor puluhan
> > miliar rupiah kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
> > Sedangkan Foke untuk menggalang dukungan dari
> > parpol-parpol pendukung kabarnya pula telah
> > mengucurkan uang lebih dari Rp 200 miliar.
> >
> > Dana tersebut belum termasuk aneka pengeluaran dalam
> > melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Dalam dua
> > bulan terakhir masing-masing kandidat begitu gencar
> > melakukan kunjungan.
> >
> > Setiap hari rata-rata mereka mendatangi tiga tempat
> > yang berbeda. Setiap kunjungan setidaknya mereka harus
> > mengucurkan uang sebesar Rp 15 juta sampai Rp 25 juta.
> > Peruntukannya bermacam-macam. Ada yang berupa
> > sumbangan, santunan, maupun biaya operasional
> > kegiatan.
> >
> > "Foke setiap hari ke lima tempat di Jakarta. Dia
> > biasanya selalu bawa uang untuk disumbangkan.
> > Jumlahnya sekitar Rp 20 juta sampai Rp 25 juta," kata
> > Yayan Said, salah satu pengurus Foke Center.
> >
> > Adang pun demikian. Dalam setiap kunjungannya mantan
> > Wakapolri tersebut juga membagi-bagikan sesuatu kepada
> > masyarakat. Baik berupa uang maupun barang. Angka yang
> > dikeluarkan tidak jauh berbeda dengan uang yang
> > dikeluarkan Foke.
> >
> > Begitu banyaknya uang yang mengalir tentu menimbulkan
> > pertanyaan. Dari mana uang itu berasal. "Dana itu
> > berasal dari cukong-cukong yang selama ini jadi kolega
> > mereka. Tujuannya macam-macam. Ada yang membantu
> > karena pertemanan. Ada juga yang menganggap sebagai
> > investasi. Kalau yang didukung menang tentu mereka
> > akan dapat berbagai kemudahan dalam berbisnis di
> > Jakarta. Bila kalah itu dianggap sebagai risiko
> > berbisnis," kata Despen Ompusunggu, Direktur Newslink
> > Publik Opinion Manajemen.
> >
> > Tapi ada juga yang coba pemilik modal yang mendukung
> > kedua calon. Ke Adang mereka mendukung sementara ke
> > Foke dia juga membiayai. "Habis bagaimana, dua-duanya
> > teman saya. Mau tidak mau saya harus membantu
> > dua-duanya. Tapi ini murni pertemanan loh," kata salah
> > seorang komisaris sebuah BUMN kepada detikcom beberapa
> > waktu lalu. Sayangnya dia enggan menyebut berapa dana
> > yang dikucurkan kepada Adang maupun Foke.
> >
> > Bantuan yang diberikan tentunya tidak cuma-cuma.
> > Biasanya para pendukung dana akan mendapat imbalan
> > dari calon yang mereka dukung apabila berhasil
> > memenangkan pemilihan. Bentuknya berupa kemudahan
> > dalam berinvestasi atau pembagian proyek-proyek
> > pemerintah.
> >
> > "Ada cukong yang sengaja mendukung untuk mengamankan
> > bisnis ilegalnya yang saat ini mereka jalani. Misalnya
> > koruptor, bandar judi, maupun sindikat kejahatan lain.
> > Tapi kebanyakan mereka masang di dua kaki.
> > Masing-masing calon kuat akan didukung. Orang seperti
> > mereka tidak loyal terhadap salah satu calon. Bagi
> > mereka yang penting bagaimana caranya mengamankan
> > bisnis mereka," jelas Yayan, tokoh pemuda yang aktif
> > di Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) DKI
> > Jakarta.
> >
> > Karena banyaknya dana-dana kampanye yang mengalir,
> > Ketua KPUD DKI Juri Ardiantoro tidak menampik bila
> > dalam Pilkada DKI Jakarta mendatang sarat dengan
> > kecurangan dalam penggalangan dana kampanye cagub dan
> > cawagub.
> >
> > Untuk mengantisipasinya KPUD berencana akan menunjuk
> > akuntan publik untuk mengaudit aliran keuangan para
> > kandidat. Tim auditor independen tersebut akan bekerja
> > setelah pasangan kandidat cagub-cawagub resmi
> > mendaftar ke KPU DKI.
> >
> > Secara umum, dengan berbagai payung hukum yang ada,
> > aktivitas fundraising (penggalangan dana) dalam
> > pilkada masih belum diatur secara khusus. Aktivitas
> > fundraising dalam pilkada juga masih belum dianggap
> > sebagai faktor penting yang perlu diperhatikan dalam
> > keseluruhan proses pilkada di Indonesia.
> >
> > "Persoalan fundraising masih dipandang sebelah mata.
> > Padahal, berbagai kasus korupsi yang berlangsung di
> > berbagai daerah di Indonesia, banyak sekali ditengarai
> > memiliki keterkaitan secara langsung dan tidak
> > langsung dengan aktivitas fundraising yang dilakukan
> > oleh parpol ataupun kandidat," kata pengamat politik
> > Yudi Latif kepada detikcom.
> >
> > Undang-Undang (UU) No 32 Tahun 2004 tentang
> > Pemerintahan Daerah hingga saat ini belum mampu
> > mengatur aktivitas fundraising pilkada secara
> > memuaskan. Padahal, aktivitas fundraising ini tampak
> > secara kuat berpengaruh terhadap keseluruhan proses
> > pilkada.
> >
> > Fundraising, baik yang dilakukan masing-masing parpol
> > yang mengusung para kandidat ataupun fundraising yang
> > dilakukan masing-masing kandidat. Termasuk para tim
> > sukses dan pendukungnya mestinya secara detil dapat
> > diatur melalui regulasi yang memadai.
> >
> > "Kalau tidak pembenahan demokrasi di Indonesia akan
> > rusak. Reformasi yang kita inginkan bisa menjadi
> > deformasi. Ini akibat ketidakberesan dalam
> > berdemokrasi parpol dan sebagian besar masyarakat
> > kita," imbuh Latif.
> >
> > Dalam UU No 32 Tahun 2004 Pasal 66 ayat 1h ditegaskan
> > bahwa Tugas dan wewenang KPUD dalam penyelenggaraan
> > pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah adalah
> > mengumumkan laporan sumbangan kampanye. Tapi sayangnya
> > masing-masing kandidat dan parpol tidak punya itikad
> > baik dalam mendorong akuntabilitas dan transparansi
> > aliran dana yang mereka kelola.
> >
> > ===
> > Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits?
> > Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]<syiar-islam-
subscribe%40yahoogroups.com>
> >
> > __________________________________________________________
> > Luggage? GPS? Comic books?
> > Check out fitting gifts for grads at Yahoo! Search
> > http://search.yahoo.com/search?
fr=oni_on_mail&p=graduation+gifts&cs=bz
> > 
> >
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke