Kemasan jender di Aceh masih bersifat provokatif
budaya ('membedaki' budaya perempuan Aceh yang
dianggap tertindas dan ketinggalan zaman). 

Kajian, seminar, lokakarya maupun wacana yang
digulirkan masih terfokus pada perang urat saraf.
Akibat berikutnya adalah hasil yang dicapai hanyalah
paham “bengis” perempuan terhadap laki-laki. Benarkah?

(Mastur Yahya Soal Gender di website Aceh Institute
110707 http://www.acehinstitute.org 


       
____________________________________________________________________________________
Get the Yahoo! toolbar and be alerted to new email wherever you're surfing.
http://new.toolbar.yahoo.com/toolbar/features/mail/index.php

Kirim email ke