*Krisis Pemerintahan Polandia Teratasi Oleh: Peter Phillipp dari Dresden*
Partai tani Polandia Samoobrona kemarin malam menyatakan akan tetap ikut dalam koalisi pemerintahan dengan PM Jaroslav Kaczynski Puncak sandiwara koalisi itu direkayasa sendiri oleh Andrzej Lepper, ketua partai tani Samoobrona, yang sehari sebelumnya dipecat dari jabatan sebagai wakil PM. Setelah pertemuan partainya Andrzej Lepper mengumumkan: "Fraksi Samoobrona memutuskan keluar dari koalisi pemerintah. Berdasarkan prinsip selama ini, kami tidak bisa bekerjasama lagi. Pelaksanaan keputusan itu diserahkan oleh fraksi kepada dewan pimpinan partai dan saya pribadi. Untuk sementara saya katakan, bahwa Samoobrona akan tetap menjadi mitra koalisi pemerintah." Ancaman PM Jaroslav Kaczynski untuk menyelenggarakan pemilu baru rupanya akan mampu membuat anggota parlemen dari Fraksi Samoobrona pindah ke kubu konservatif. Sebab dalam pemilu baru Samoobrona mungkin tidak akan mampu meraih lebih dari 5 persen suara. Demikian pula partai kecil yang menjadi mitra koalisi ketiga, Liga Keluarga Polandia menjadi resah. Kini, sampai hari Jumat tanggal 13 Juli PM Kaczynski harus memberikan bukti-bukti keterlibatan Lepper dalam skandal penyuapan. Dan sampai saat itu tidak akan ada perubahan dalam pemerintahan Polandia. Andrzej Lepper sekali lagi menegaskan: "Saya, Andrzej Lepper, tidak menerima atau meminta uang suap untuk bisnis properti manapun. Kalau lembaga anti korupsi merasa punya bukti, tunjukkanlah sekarang." Keluar dan masuknya lagi ke 46 anggota parlemen dari partai tani Samoobrona, membuat krisis pemerintahan Polandia tak ada artinya. Koalisi pemerintahan Kacynski nampaknya dapat diselamatkan, tetapi intelektualitas politik Polandia sulit dianggap serius. Jolanta Szczypinska, orang kepercayaan PM Jaroslav Kaczynski berusaha menganggapnya sebagai hal yang menguntungkan bagi politik Polandia: "Ini kabar baik, yang juga kami harapkan. Sejak semula kami katakan, Samoobrona tetap punya tempat dalam koalisi pemerintahan, walaupun status hukum bagi ketuanya Lepper telah berubah." Kalangan oposisi Polandia hanya dapat geleng-geleng kepala melihat kekacauan politik yang ada. Sedangkan ahli politik Polandia Wojcieh Jablonski menganggap tidak mustahil adanya intrik-intrik dalam pemerintahan. Dikatakannya: "Saya pikir, tidak ada bukti kuat tentang kesalahan Lepper. Yang ada hanyalah rencana Jaroslav Kaczynski, untuk menyingkirkan partai-partai kecil dalam pemerintahan. Kaczynski tidaklah meresahkan soal korupsi. Dia hanya memikirkan dimana posisi partainya di masa depan." Memang berdasarkan jajak pendapat terbaru partai hukum dan keadilan di bawah Kaczynski berada di urutan kedua sesudah partai liberal konservatif. Artinya bila saat ini diselenggarakan pemilu baru, pembentukan pemerintahan tidak dapat berjalan tanpa keikut-sertaan partainya Kaczynski. Lebih dari itu, sengketa koalisi ini menguntungkan PM Jaroslav Kaczynski. Karena mengalihkan seluruh perhatian masyarakat dari masalah pemogokan dokter dan perawat. Padahal pemogokan itu telah melumpuhkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. [Non-text portions of this message have been removed]

