*http://www.kompas.com/ver1/Kesehatan/0707/11/151255.htm



Bugar Setelah Mandi Kembang*

Banyak budaya menganggap air sebagai elemen penting bagi pembersihan secara
fisik maupun spiritual. Dengan sedikit upaya, mandi yang dilakukan
sehari-hari juga dapat menjadi pengalaman meditasi yang bernuansa mistis.
Hasilnya, kebugaran tubuh secara fisik, mental, dan emosional akan
terpulihkan.

Ketertarikan manusia akan air merupakan hal yang sangat naluriah karena
sebagian besar komposisi otak, darah, dan otot manusia terdiri atas unsur
air. "Manusia telah menggunakan air untuk memulihkan tubuh secara fisik,
mental, dan emosional sejak dulu," kata Barbara Close, pendiri Naturopathica
Holistic Health di Australia, dan penulis buku Pure Skin: Organic Beauty
Basics.

Menurutnya, sebagai sarana penyembuhan, air telah lama digunakan untuk
keperluan pengobatan gangguan fisik maupun psikis. Salah satu cara
memanfaatkan energi air itu adalah melalui kegiatan sehari-hari, yaitu
mandi.

Dari kegiatan mandi dapat dirasakan hubungan antara air dan kehidupan.
Dengan sedikit upaya, mandi yang dilakukan sehari-hari itu dapat menjadi
pengalaman meditasi yang bernuansa mistis. Pengalaman itu akan membantu Anda
berhubungan dengan kebijaksanaan yang ada di dalam diri.

Latar Budaya
Dikatakan, pemanfaatan air ini bukanlah sesuatu yang baru. Sejak dulu mata
air dianggap suci dan menarik minat peziarah. Sebagian masyarakat Eropa
punya kebiasaan mengambil air di pemandian tertentu. Masyarakat di Asia
seperti Indonesia juga punya jenis ritual mandi. Malah ada yang
menggabungkan penggunaan uap dan bunyi-bunyian sebagai seremoni. Suku Aztec
Temazcal dan Mayan Zumbul-che merangkai elemen musik sebagai tanda
dimulainya ritual pembersihan.

Budaya di negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan negara-negara
kepulauan di Laut Pasifik, juga banyak berhubungan dengan sumur, sumber air,
wanita cantik, prinsip feminitas, dan kelahiran. Para wanita di
negara-negara tersebut menambahkan bunga dalam ritual mandinya. Harapannya,
agar aktivitas mandi dapat disertai oleh energi spiritual yang kuat.

Contohnya, ritual mandi bunga atau mandi kembang bagi pengantin di
masyarakat Jawa. Saat malam pengantin, orang mempersiapkan calon mempelai
perempuan untuk mandi bunga. Persiapannya, pertama-tama badan digosok dengan
kunyit. Tujuannya untuk melakukan proses eksfoliasi (pengelupasan kulit).
Kemudian kulit digosok lagi dengan yoghurt agar jadi halus. Selanjutnya,
dimulailah aktivitas mandi bunga. Barulah mempelai perempauan dianggap suci
atau murni.

"Tiap orang dan semua fragmen kehidupan dari planet ini memiliki hubungan di
dalam (inner) maupun di luar (outer) dengan air," kata Nadine Epstein,
penulis buku Healing Rituals and Traditions From Around The World. "Awal
kehidupan manusia telah dikondisikan dalam sebuah lautan. Saya suka
membayangkan kita seperti berada di keanekaragaman sebuah lautan. Kita
berada di atas bumi yang telah dibeda-bedakan oleh bermacam-macam jenis
air."

Tambah Wewangian
Anda dapat menyerap energi air saat berada di kamar mandi di rumah. Untuk
itu bolehlah Anda berupaya menciptakan suasana upacara dengan menambahkan
lilin atau dupa, musik atau wangi-wangian, serta hal-hal yang berkaitan
dengan keagungan semesta.

"Dalam kesendirian, saya suka melantunkan lagu rohani di atas permukaan air,
memperhatikan embusan napas, dan penyerapan suara dalam air. Saya selalu
menikmati gelombang suara serta perjalanannya dalam bentuk padat, gas, atau
cair," ungkap Nadine.

Nadine ingat ayahnya yang seorang fisikawan, saat membuat peta kristal
lintas gelombang suara. Jika diolah kembali, katanya, simetri gelombang itu
indah. Gelombang ini dapat dihubungkan dengan dunia maya, yang dikenal
sebagai atau prana atau chi oleh masyarakat Cina. Hampir semua kebudayaan
punya nama untuk energi-energi halus ini atau getaran-getaran yang keluar
dari dalam dan luar diri kita. Terakhir, tambah Nadine, Anda dapat meresapi
energi air dengan kesadaran dan semangat diri.


Sumber: Gaya Hidup Sehat


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke